
Hujan telah reda, rembulan malam kembali memamerkan cahayanya yang menerobos pohon Cemara di kediaman Reykhel.
Dia baru saja selesai mandi, sementara Ariana masih terlelap di dalam tidurnya. Reykhel yang hanya memakai handuk pun terlihat sedang duduk di tepi ranjang sembari mencium bahu Ariana.
Cup!
"Emh..." lenguhan Ariana yang keluar diantara setengah sadar, dia merasakan tangan dingin sedang merayapi tubuhnya. Lalu menelusup masuk ke dalam pakaiannya, bermain di atas perutnya.
"Engh..." suara sexy Ariana membuat Reykhel menelan, tak lagi bisa menahan kesabarannya akhirnya Reykhel pun menelentangkan tubuh Ariana.
Benda keramatnya sudah menegang sejak beberapa menit yang lalu, "Malam ini, aku akan menikmati tubuhmu hingga pagi..." seringai Reykhel dengan nafsunya yang menggebu-gebu.
Celana dan pakaian dalamnya telah ia loloskan hingga jatuh teronggok di atas lantai, di bukanya kedua kaki Ariana dengan di antaranya tersembunyi kelembutan di dalam bulu-bulu hitamnya yang lebat.
Reykhel memasukkan benda keramatnya dengan sangat pelan agar tak membangunkan Ariana.
Nikmat begitu terasa, dinding lunak itu terasa basah, membuat Reykhel seolah ingin menghentak nya sekuat tenaga, membuatnya memekik kesakitan.
__ADS_1
Perlahan dia memaju mundurkan benda keramat itu di dalam kelembutan dinding Ariana, "Engh..." desah Ariana yang merasa itu hanyalah mimpi belaka, dia ingin sekali membuka kedua matanya tetapi rasa kantuknya tetap tak mengizinkannya untuk melakukan hal itu.
Tidur, dan teruslah terbuai mimpi yang begitu nikmat hingga ke sekujur tubuhnya, begitulah perintah alam bawah sadar Ariana kepada otaknya sendiri.
Reykhel menggagahinya dengan begitu lihai, seolah ini bukanlah kebiasaan yang baru. Dia memejamkan kedua matanya sesaat setelah dirinya menyemburkan bibit benih ke dalam rahim Ariana yang disertai dengan kepuasannya yang begitu membuncah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andreas dan Liliana yang panik saat Sena pingsan, "Sayang, dia pingsan... bagaimana ini? Dia bisa mati karena pendarahannya." seru Liliana yang segera memakai pakaian lengkapnya.
"Ayo cepat bantu aku, bawa dia ke mobil dan buat seolah telah mengalami kecelakaan."
"Kau juga akan mengetahuinya nanti, jika dia hidup maka kita yang akan hancur!" prak!
"Sayang?!" pekik Liliana yang terkejut saat dengan sadisnya Andreas menghantamkan asbak itu di kening Sena hingga memar dan berdarah.
Akibat perbuatannya bisa saja dia mengalami memar otak.
__ADS_1
"Ayo cepat," seru Andreas yang menggendong Sena, membawanya masuk ke dalam mobil milik Sena sendiri.
Andreas memasangkan sabuk pengaman lalu menutup pintu mobilnya dengan kuat, "Ayo."
Liliana masuk ke mobilnya, Andreas menemukan tali besar yang kuat untuk menggeret mobil Sena di mobil Liliana.
Setibanya di tempat yang sepi tanpa ada pengawasan cctv, mereka menghentikan mobil di tempat itu.
Lalu Andreas menabrakkan bagian belakang mobil Sena hingga membuat bagian depan mobil menghantam pembatas jalan.
Ringsek, rencana yang sempurna untuk membuat adegan kecelakaan. Benar-benar terlihat murni tanpa rekayasa sedikitpun.
Lega, Andreas pun segera turun untuk melepaskan ikatan tali di mobil Sena, mengamankan benda tersebut di bagasi mobil Liliana, lalu segera tancap gas meninggalkan lokasi tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu malam begitu cepat berlalu, fajar mulai menyingsing di ufuk timur. Perlahan Ariana membuka kedua matanya, dia merasa dingin di bagian bawah tubuhnya, dingin dan becek.
__ADS_1
Dia pun segera bangun, betapa terkejutnya dia saat melihat setengah tubuhnya telanjang dan tak memakai selimut, semetara Reykhel hanya memakai ****** ***** saja.
Wajahnya sudah Semerah tomat, Aaaaaa.... bodoh, bagaimana bisa aku tidur hanya memakai pakaian atas, dan telanjang di bagian bawah?