
Setibanya di rumah sakit, ketiganya melangkah masuk dengan dua pria itu yang berjalan di belakang Ariana.
"Kenapa kalian jalan di belakang ku? Kemarilah..." seru Ariana yang mengajak mereka untuk berjalan di sampingnya.
"Maaf Nona tidak bisa," ucap Gerry spontan membuat Ariana mengerutkan keningnya, "Orang-orang akan mengira kalau Nona adalah ibu saya, Pft.."
Seketika lirikan maut Jackson membungkam Gerry, "Sadari batasan mu, jangan bersikap tak tahu diri!" tandasnya membuat suasana di antara mereka sangat canggung, terasa dingin.
Tanpa mengantri karena telah membuat janji mereka pun segera masuk ke dalam lift, yang akan langsung mengantarkan mereka ke ruangan dokter Alga.
Sesampainya di ruangan dokter Alga, Jackson membukakan pintu ruangan tersebut dan meminta kepada Ariana untuk segera masuk.
"Silakan masuk nona Ariana, kami akan menunggu di luar... ingat, jangan menyembunyikan apapun dari Tuan muda, karena kami bisa mengetahuinya dengan cepat."
Apa, lirikan seperti apa itu? Bahkan Jackson sampai berani menatap tajam nan dingin pada Ariana yang telah resmi menjadi istri dari Tuan mudanya.
"Iya, saya tahu itu, sekretaris Jackson tidak perlu khawatir soal itu... saya bahkan mengetahui konsekuensinya dengan baik."
Ariana pun segera masuk ke dalam ruangan, seorang dokter spesialis kandungan dan dua orang asistennya sudah menunggu.
"Selamat datang, Nona Ariana..." mereka menyambutnya dengan senyuman manis, dan juga sangat ramah.
Ketiganya mengangguk saat Ariana menganggukkan kepalanya.
"Silakan duduk Nona," pinta asisten Laura sembari menarik kursi untuknya.
__ADS_1
"Mmmmm.... iya terimakasih..."
Perbincangan konsultasi pun di mulai dari makanan apa yang bisa membuat kemungkinannya lebih besar untuk mengandung anak laki-laki.
Orang-orang penting di rumah sakit ini termasuk dokter Alga, pun, cukup tahu seperti apa pria yang bernama Reykhel itu. Dia adalah orang yang ambisius dan tak bisa di bujuk. Apa yang menjadi keinginannya maka harus ia dapatkan.
"Jadi, bagaimana menurut anda, dokter?"
"Begini Nona, bukannya saya ingin mendahului Tuhan... tetapi biasanya makanan pendukung seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya itu akan sangat membantu.
Ariana mengangguk sepertinya dia sudah cukup mengerti perihal makanan sehat yang di maksudkan oleh dokter Alga.
"Baiklah jika Nona sudah mengerti, kita akan melanjutkannya dengan pemeriksaan fisik."
"A- apa?" Ariana membelalak saat mendengarnya, "Pe- pemeriksaan fisik?"
Kalau sudah membawa-bawa Tuan muda, maka dia bisa apa? Ariana bahkan tak punya kekuatan untuk melawannya.
Akhirnya pemeriksaan fisik dengan menggunakan tekhnologi canggih dunia medis, pun, baru saja selesai di lakukan.
"Bagaimana hasilnya, dok?"
"Hasil pemeriksaan Nona baik-baik saja, tubuh Nona juga sudah sangat siap untuk menerima kehamilan."
Lalu Ariana mengusap perutnya yang rata, "Benarkah?"
__ADS_1
"Iya Nona, dan untuk menunjang itu semua saya akan meresepkan vitamin yang bagus untuk membantu proses kehamilan Nona."
Dokter Alga pun memberikannya secarik resep, "Nona bisa mengambil vitamin ini di depan, asisten Celine akan memberikan vitaminnya."
"Baik dok, terimakasih untuk semua sarannya... saya permisi dulu."
Dokter Alga beranjak dari duduknya saat Ariana mau beranjak dari kursi, lalu merekapun mengangguk bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan pulang dari rumah sakit menuju kediaman Reykhel, awalnya berjalan dengan santai dan aman.
Sampai pada akhirnya orang-orang suruhan Andreas menghentikan laju mobil yang di kemudikan oleh Jackson.
"Cih!" pekik Jackson yang langsung melepaskan sabuk pengamannya.
"Ada apa?" tanya Ariana yang mulai gelisah.
"Tetap di sini, jaga Nona dan jangan sampai lengah." imbuh Jackson pada Gerry.
"Baik Tuan, saya mengerti."
"Kunci semua pintu mobil, apapun yang terjadi, jangan membiarkannya turun."
Jackson langsung keluar dari mobilnya dan di saat yang bersamaan juga semua pintu mobil telah terkunci.
__ADS_1
"Gerry, apa yang kau lakukan? Mengapa mengunci semua pintunya? Lalu bagaimana caranya sekretaris Jackson bisa masuk?"