
Akhirnya Reykhel dan Ariana saja yang pergi jalan-jalan, dengan di supiri salah satu penjaga villa.
"Tuan, kita mau kemana?"
"Bukan kita, tetapi hanya aku dan Ariana."
Lalu mobil ini jalan sendiri? Bodoh sekali sih.. "Iya maksud saya seperti itu, Tuan."
"Ariana, kau ingin ke mana?"
"Jalan-jalan ke taman samurai, kata orang di sana adalah taman yang indah."
"Kata orang?" Reykhel mengernyitkan dahi, malah salah menyangka. Dia mengira jika Ariana mendapatkan informasi itu dari seorang pria.
"Iya, aku pernah melihat beritanya di Tv, kan namanya tetap kata orang?"
"Itu namanya bukan kata orang!"
"Kan yang menyampaikan berita itu adalah orang, pak sopir, aku benarkan?" tanya Ariana penuh penekanan pada kalimat pak sopir, aku benarkan?
Dia bingung karena takut, "Pak sopir, jawab dong! Atau aku akan mengadukan mu kepada suamiku!" ancam Ariana yang dirasa Reykhel sudah tak waras.
Bagaimana caranya melapor kepada dirinya sementara mereka sedang berdebat?
Reykhel menggeleng, "Kemarilah," seru Reykhel sembari menarik kepala Ariana untuk bersandar padanya.
"Aku juga akan melaporkanmu." tandas Ariana sembari mengerucutkan bibirnya gemas, dia sangat kesal.
"Melaporkan ku kemana? Aku adalah suamimu, ingat itu."
__ADS_1
"Bukan! Yang sedang bersamaku adalah Tuan Rey, bukan suamiku..." manik cokelatnya mulai berkaca-kaca, dia baru saja mengatakan hal yang lancang, dan takut di marahi.
Tuk tuk...
Ariana menatap telunjuk yang menusuki bahunya, dan langsung saja Reykhel menyentil hidungnya, "Kau ini bodoh atau apa? Sudah, jangan memasang wajah seperti itu, aku tidak akan marah."
Cup!
Ariana tiba-tiba saja menyerangnya dengan ciuman di pipi.
Lihat aku dong, jangan jadikan aku jamur kering karena tingkah kalian... Tuan Jackson, seharusnya saat ini andalah yang berada di sini, menyupiri mobil.
Sedikit menyesal ya? ಥ╭╮ಥ
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya mereka sampai juga di taman Samurai, sopir tak mau turun. Dia tetap berada di dalam mobil.
"Wah, benar sekali pemberitaan media itu... bagaimana bisa tempatnya sebagus ini, sih?" Ariana sampai terkagum-kagum melihatnya, dia meremas-remas tangan suaminya sampai perih.
"Ariana, perhatikan sikapmu... jangan seperti anak kecil."
Ariana pun diam berusaha menurut, "Maaf..." dia melepaskan genggaman tangannya.
"Kenapa kau melepas genggaman tanganmu? Cepat genggam tanganku!"
Salah lagi, (╯︵╰,)
"Mmmmm..." segera Ariana menggenggam tangannya.
__ADS_1
"Jawab yang benar, mana kata suamiku, kenapa aku tidak mendengarnya?"
Ih, lebay sekali sih orang ini! "Iya, suamiku..."
"Hm."
Dia juga tidak menjawab ku dengan benar... protes Ariana.
Di tengah taman itu ada pancuran air yang begitu indah, "Suamiku, fotokan aku ya..."
"Tidak mau!"
Eh?
Ariana pun diam lagi, Reykhel menjawabnya dengan nada kasar, "Mmmmm... iya tidak apa-apa."
Sepanjang perjalanan Ariana hanya diam, mencoba menahan air matanya. Ariana menundukan pandangannya membuatkan Reykhel menuntun langkah kakinya.
Jepret!
"Emh!" Ariana terkejut saat ada flash kamera yang menyapanya, segera dia mengangkat wajahnya menatap lurus ke depan.
Ternyata seorang photografer sedang memotret mereka.
"Ariana?"
Gadis itu menoleh dan langsung memejamkan mata saat Reykhel menarik tengkuknya, mereka berciuman.
Reykhel tidak mau jika Ariana hanya foto sendirian, dia juga mau foto berduaan dengannya.
__ADS_1
Ternyata sudah sejak tadi photografer itu memotret mereka dengan gaya kendit. Semua foto yang di hasilkan sangat bagus.
Pantas saja sejak tadi ada banyak flash kamera, ku pikir photografer itu tak ada hubungan dengannya, ternyata dia memberiku kejutan kecil seperti ini, "Terimakasih, suamiku..."