SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?
part 12


__ADS_3

Wellcome back my story


Jangan lupa like dan comen


Happy reading all


_________


Dika keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian santainya dan dengan handuk kecil berwarna putih yang bertengger di lehernya untuk ia gunakan mengusap rambutnya yang basah karena ia tadi habis kremas.


Dika mengelap rambut hitam legamnya yang basah akibat guyuran air yang cukup deras sewaktu ia mandi tadi dengan menggunakan handuk yang menggelantung di lehernya tadi, sehingga rambut yang ia lap menjadi acak acakan.


Ia berjalan kearah lemari, yang mana lemari tersebut di bagian pintunya terdapat kaca yang melekat di sana. Dika berdiri di depan kaca yang memantulkan bayangan dirinya, dengan teliti ia meneliti setiapa inci penampilannya di kaca.


Setelah ia bercermin, Dika membuka pintu lemari tersebut dan mengambil minyak rambut pomade yang terletak di bagian tingkat tengah lemari itu. Ia memoleskan secuil minyak rambut kerambutnya yang acak acakan, sehingga rambut yang semulanya berantakan menjadi rapi.


Ia meraih sisir plastik yang ukurannya kecil berwarna hitam di meja belajarnya. Kemudian sisir tersebut ia sisirkan ke rambutnya yang tadi sudah di lumuri dengan minyak rambut. Dika menata rambutnya membentuk poni mangkok sehingga ia terlihat seperti opa opa Korea.


Ia meletakan kembali alat alat yang ia gunakan tadi ketempat asalnya. Kemudian ia mengambil tas ransel miliknya di meja belajar, ia membuka sleting tas tersebut dan ia mengambil selembar kertas yang ia temukan tadi di depan kelasnya.


Dika berjalan kearah ranjang yang berukuran king size dengan mata yang menatap kearah kertas yang berada di tangan nya. Ia duduk di sisi ranjang sambil mengamati kertas yang begitu menarik untuk ia baca.


 **********


Tanggal: Jakarta 25 Juni 2018


Dear kamu yang ku syang


Steiap kata yang aku ungkapkan untuk menyatakan kerinduan ini


Tidak ada apa apanya dengan rasa rindu yang selalu ku rasakan.


Surat hanyalah sekedar surat yang hanya bisa menggambarkan kerinduan ku tetapi tidak bisa mengobati rasa rindu yang bersarang di dalam lubuk hati,


Yang hanya bisa mengobati rindu ini hanyalah kamu seorang kekasihku.


Wlaupun aku tidak tahu kau sekarang berada di mana, tapi hatiku selalu mengatakan kalau kita akan di pertemukan.


Meskipun sakait rasanya menunggumu untuk segera hadir di dalam hidupku dan bukan lagi di dalam mimpi tapi akau berusaha tahan itu semua.


Kamu tahu!


Walau malam itu gelap tapi ada bintang yang bersinar


Sama halnya dengan hatiku....

__ADS_1


Meski hatiku hampa dan kosong, tapi ada kamu yang bersinar memberi ku semanagat setiap hari hari ku.


Cinta itu sulit, jalannya selalu rumit...


Jika aku mencintaimu dengan hati yang ikhlas, maka cinta itu manis seperti buah manggis.


from: Kekasihmu


 *********


Selepas membaca ia menggulung kertas yang berisikan surat tersebut dan meletakannya di samping ia duduk. Dika beranjak deri kasur yang ia gunakan sebagai penahan beban berat badannya dan ia melanghkah kan kakinya kearah lemari pakaian yang cukup besar.


Dika membuka lemari tersebut dan berjongkok untuk mengambil peti surat yang ia letakan kemarin di bagian lemari paling bawah. Dika memgambil surat yang ia baca tadi dan meletakannya kedalam peti surat yang ia temukan kemarin.


Ting


Tiba tiba sebuah ide muncul di benak Dika setelah ia meletakan kembali peti tersebut kedalam lemari. Dika duduk di kursi belajarnya dan mengambil secarik kertas HVS yang memang sudah ada di meja belajarnya.


Dika berniat ingin membalas surat tersebut yang barusan ia dapatkan. Dika berperasangka jika dengan ia membalas surat itu dan meletakannya di sudut sekolah tertentu pasti orang yang ia cari keberadaannya sangat senang jika menemukan balasan suarat dari Dika.


Dika sangat bingung bagaimana caranya ia mengasihkan balasan surat tersebut jika dirinya saja tidak tahu siapa yang menulis surat tersebut, gimana kalau misalnya orang yang berbeda mendapat kan surat yang ia balas? Pasti orang itu menyangka dirinya lah yang di buatkan surat oleh Dika.


Lagi lagi kepintaran Dika tidak bisa di ragukan. Ia tahu bagaimana caranya ia menulis surat tersebut agar orang tidak tahu kalau ia yang nantinya meletakan surat itu di tempat yang bakalan ia tuju nanti, ia berniat akan menulis surat tanpa ada nama penulis dan penerima sama dengan seperti orang yang menulis surat yang ia idolakan beberapa hari ini, namun ia akan menyelipkan beberapa kalimat sang penulis di suratnya agar sang penerima tau kalau itu adalah balasan surat yang orang itu tulis


 ********


Dear Keasihku


Kamu pikir kamu saja yang sangat rindu dengan kebersamaan kita, asalkan kamu tau rasa rinduku ini jauh lebih besar dari pada rasa rindumu....


Aku juga ingin bertemu dengan mu bukan hanya sekedar di mimpi yang semuanya hanya ilusi semata bunga tidur yang tidak nyata..


Sayang! Aku janji akan menemui mu sesuai dengan apa yang kamu ingin kan di surat itu, jika aku bertemu dengan mu, maka tidak akan pernah akan ku lepaskan lagi dirimu walau hanya satu detik dari pelukan ku...


Dunia rasanya hampa tanpa ada dirimu, disisiku. Semua benda benda yang indah yang pernah aku melihatnya, tidak ada sama sekali yang lebih indah selain dirimu, hanya kaulah kekasih terindahku yang aku rasakan selama hidupku, maka dari itu kau jaga hati mu untuk ku dan jangan biarkan nama laki laki lain menerobos gerbang hati mu selain diriku.....


Sayang aku percya kamu, tunggu aku akan datang..


Aku ingin mengatakan, delapan hurup tiga kata satu kalimat yaitu I LOVE YOU


From: Kekasihmu


 **********


Dika membaca hasil karyanya menulis surat untuk membalas surat dari Ana. Dika tersenyum dan meletakan kertas yang berisikan surat tersebut di meja belajarnya. Dika yang ingin bangun dari duduknya namun harus terhenti saat ia mendengar pintu kamarnya di dobrak kasar dari arah luar.

__ADS_1


"DIKAA!!" Seru Reyhan dan Deigo dari balik pintu seraya mendorong pintu kamar Dika yang tidak terkunci.


Dika berdecak kesal dengan kelakuan teman temnnya yang tidak tau sama sekali dengan sopan santun di rumah orang, mereka datang selalu tiba tiba tanpa mengabari tahu dirinya terlebih dahulu. Dika berjalan kearah mereka yang sudah duduk di sofa milik Dika yang terletak di sudut ruangan di dekat pintu balkon tanpa di suruh meminta izin dan di persilahkan dahulu.


"Oi Dik! Duduk sini," ujar Reyhan sembari menepuk nepuk sofa yang di samping dirinya dengan maksud menisyaratkan agar Dika duduk di sebelahnya.


Dika terpaksa menuruti permintaan Reyhan untuk duduk di sebelah laki laki itu. Tidak bisa di pungkiri jikalau Dika sanagt jengkel dengan teman temannya, tidak tahukah mereka berdua dengan waktu, hari ini Dika sangat lelah. Namun istirahatnya itu harus terganggu oleh teman teman kurang ajarnya.


Dika duduk berdasandar di sofa dan melipat kedua lengan kekarnya di dada sembari mematap teman temannya dengan tatapan nyalang kearah mereka berdua. Reyhan dan Deigo yang melihat tatapan membius dari Dika langsung saling pandang.


Deigo yang melihat tatapan dari Reyhan yang memberitahukan dari matanya untuk menjelaskan maksud mereka datang kemari pun memgangkat bahunya acuh dan mengalihakan pandangan matanya kearah Dika yang masih saja menatap mereka datar.


Reyhan yang melihat Deigo yang acuh tak acuh sama sekali dengan masalah yamg sedang mereka hadapi pun menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Reyhan bingung ia harus mulai dari mana menceritakam masalahnya kepada Dika. Reyhan mengangkat kepalanya menatap Dika dengan cengengesan.


Dika yang melihat Reyhan yang cengengesan tidak jelas itupun memutar bola matanya malas, "ngapain kalian berdua kerumah gue?"


"Ngusir ni ceritanya !" Ujar Reyhan dengan menunjukan muka yang pura pura cemberut dengan pernyataan Dika tadi.


"Cepat jelasin ke gue kenapa kalian datang kerumah gue? Ganggu istirahat orang tau," pungkas Dika.


"Santai bro. Jadi gini, kemaren malam Reyhan di tantang balapan oleh Reno sahabat Andre, Siapa kalah balap bakal ngasih motor yang ia gunakan untuk balapan tadi, dan Reyhan kalah. Maka dari itu, ni anak minta bantuin lo buat ngambil motor nya dengan cara nantangin Reno balapan. Lo maukan bantuin Reyhan? Kasihan Reyhan Dik, dia gak boleh pulang sebelum motornya balik lagi," Jelas Deigo atas maksud mereka datang kesini.


Dika yang mendengar pernyataan dari Deigo sontak menatap tajam kearah Reyhan. Sedangkan Reyhan yang di tatap langsung menelan slivanya kasar. Ia tidak akan pernah sanggup mendengar omelan Dika yang setiap kata kata yang keluar dari mulut Dika mengandung bisa yang mematikan.


Dika mengetuk ngetukan kuku panjangnya ke atas meja, seolah olah ia sedang menimbang nimbang permintaan Reyhan agar dirinya ingin membantu mengambil motornya balik lagi ke cowok itu.


"Gimana Dik? Lo mau kan, please bantuin gue," tanya Reyhan was was menunggu jawaban dari Dika.


"Hmmm," jawab Dika malas.


"Nah gitu dong!!" Ucap Reyhan senang karena permintaannya di kabulkan oleh Dika. Reyhan beranjak dari duduknya dan Ia memeluk Dika erat.


"Apaan sih lo Rey, Homo tau," ujar Dika sambil menjauhkan badan Reyhan yang memeluk dirinya.


"Power bank lo di mana Dik," Deigo beranjak dari tempat duduknya ingin mencari power bank milik Dika di karenakan handpone nya sekarang ini sedang sekarat.


"Di meja belajar."


Deigo berjalan kearah meja belajar sesuai dengan petunjuk Dika tadi. Saat tangannya ingin menyentuh power bank harus terhenti saat ia melihat surat yang di tulis Dika tadi dan lupa menyembunyikan dari teman temannya.


Deigo mengangkat kedua alis bingung. Ia meraih surat tersebut, "Ini surat buat siapa Dik!!"


______


Tbc

__ADS_1


Sorry amburadul guys, Author kelelahan habis pulang sekolah, jadi rasa rada malas nulis.


__ADS_2