SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?
Part 25


__ADS_3

Wellcom back my story


Happy reading all


LIKE DAN COMEN


IG:amandaferina6


_____________


Ana menangis saat di tinggal kan begitu saja oleh Dika selepas laki laki itu menciumnya tanpa perasaan di pojok sekolah. Untung saja tidak banyak siswa yang melakukan aktivitas di sana, sehingga orang tidak mengetahui ia yang sedang menangis di pojokan gara gara lelaki sialan itu.


Ana menghapus air matanya agar orang tidak mengetahui bahwa ia baru saja menangis, lalu ia memperbaiki keadaan dirinya yang berantakan. Ia melirik sana sini untuk memastikan tidak ada orang di sana yang melihat ia dan Dika tadi kecuali pak satpam yang mempergoki dirinya. Meskipun rasanya malu sekali telah ketahuan dengan perbuatan intim mereka, tetap saja pak satpam adalah sebagai penyelamat dirinya dari laki-laki gila tadi.


Ia pun berjalan meninggalkan tempat kejadian perkara tadi, ia lantas berjalan melewati para siswa yang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing.


Ana jadi heran sendiri, saat ia melewati orang-orang yang di temuinya, pasti orang itu berusaha menahan tawa mereka dan bahkan ada yang terang terangan menertawakan dirinya sembari menunjuk kearah dia yang sedang berjalan.


Cewek itupun menjadi risih sendiri ketika para siswa memperhatikan ia dengan begitu intens, dan bahkan seluruh siswa yang berada di sana rela memberhentkan aktivitas demi menatap Ana dan kemudian ketawa terbahak bahak.

__ADS_1


Ia tidak tau apa yang telah di tertawakan para siswa terhadap dirinya. Ah ia ingat, mungkin mata merah, hidung merah, serta keadaan yang berantakan membuat ia di tertawakan. Ana yang merasakan penyebab tertawanya para siswa adalah hal itu, maka ia mengusap kasar kedua sudut matanya, namun bukannya orang orang pada berhenti tertawa, tetapi malah suara tawa mereka terdengar semakin kencang, bahkan ada yang sampai sakit perut akibat tertawa mereka yang nyaring.


"Liat deh perempuan itu, mirip banget kan dengan hantu?"


"Lo benar banget, liat deh matanya udah kaya pocong gitu."


"Ih lebih cocoknya mirip panda jalanan kali."


"Emang ada panda di jalanan?"


"Gak tau."


Ya begitulah sekiranya ucapan-ucapan yang ia terima dari siswa-siswi yang menatap dirinya penuh akan ejekan. Ana mendengus, lalu ia melanjutkan perjalanan tanpa menghirauakn mereka yang mengatakan dirinya apalah-apalah.


Ana mempelototi satu persatu orang orang yang menertawakan dirinya agar orang itu takut kepada perempuan itu. Bukannya ketakutan dengan pelototan devil dari cewek itu, tetapi malahan orang orang yang mendapatkan pelototan dari Ana semakin tertawa dan mengata ngati perempuan itu, sehingga membuat gendang telinga gadis tersebut memanas lantas ia menutup kedua telinganya dan berlari meninggalkan kerumunan orang orang yang di anggap perempuan itu tidak jelas.


Ana membuka pintu kelas seraya masuk kedalamnya dengan kesal dan memajukan bibirnya hingga ia terlihat seperti barbie. Ia pun menghentak-hentakan kaki sebal dengan mulut yang tak berhenti menggerutu dan memaki maki sepanjang jalan, kata kata yang tidak jelas di keluarkan perempuan tersebut ia hadiahkan kepada orang orang yang telah sukses menertawakan dirinya di jalan tadi.


"Loh Na! Lo kenapa?" Tanya Cika langsung ketika ia melihat Ana yang baru saja masuk kedalam kelas dengan raut wajah yang masam serta wajahnya yang mengerikan.

__ADS_1


Lantas Cika dan Lona yang melihat keadaan Ana yang seperti itu sontak langsung tidak bisa menahan tawa mereka sehingga mereka pun tertawa terbahak bahak. Akibat kuatnya tawa Lona, hingga cewek itu tanpa sadar air matanya keluar dari sudut kedua mata milik cewek itu.


"Ih kalian ini, kenapa pada ketawain gue? Emang ada yang lucu apa? Orang gadis imut gini di ketawain, kalian itu sama aja dengan mereka yang ngetawain gue pas di jalan tadi," kata Ana sebal lantas ia pun mendudukan bokongnya di tempat duduk cewek itu.


"Gimana nggak ketawa, orang lo mirip banget dengan mabah kunti," kata Cika seenaknya saja.


"Ha. Gue tau kenapa lo ngatin gue kek gitu. Pasti kalian iri dengan kecantikan gue, ya kan?" Tanya Ana sambil menatapi Lona dan Cika satu-satu.


Lona pun segera berdiri dan berjalan menghampiri cewek itu dan seraya menyerahkan cerimin bedaknya kepada Ana. Ana yang melihat Lona menyerahkan cemrmin bedak milik cewek itu pun paham dan mengambilnya dari tangan Lona.


Ia pun menatap kearah cermin tersbut yang sudah berada di tangannya. Wahat the ****, apa dia nggak salah lihat kan? Apa ini benaran wajahnya? Ana menatap wajahnya di bagian mata yang penuh dengan eyeliner yang belepotan di bawah mata serta di bagian kelopak mata, pantas saja orang-orang menganggapnya seperti hantu dan menertawakannya. Dengan refleks ia melemparkan cermin bedak milik Lona ke lantai hingga hancur berkeping keping.


Prangggg


"Kyaaaaa," teriak Ana yang sudah melihat wajahnya yang sesunghuhnya dan tidak peduli dengan cermin yang sudah ia lempar milik Lona. Sedangkan di sisi lain, Lona sedang meratapi cerminnya yang tidak berbentuk lagi dan bahkan bedak mahalnya telah hancur.


____________


TBC

__ADS_1


IG:amandaferina6


Like dan comen


__ADS_2