SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?
Part 34


__ADS_3

Sedari tadi Ana tak hentinya mengagumi sosok cantik yang bersama Dika. Jika diperkirakan umur anak itu sekitar 14 atau 15 tahun. Wajahnya cantik bak bidadari pagi, bulu matanya yang lentik terlihat sayu saat tertawa renyah. Melihat dari kedekatan antara Dika dan wanita tersebut dapat Ana simpulkan jika perempuan remaja itu lah adiknya Dika.


Ana memang tak menemani Dika menunggu adiknya keluar dari pesawat. Ia ke toilet untuk mengeluarkan hajat yang terus mendesaknya agar mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Sejenak Ana menarik napas dan memperbaiki penampilannya. Ia berjalan menuju Dika yang sedang berpelukan dengan adiknya.


"Hay!!" Sapa Ana ketika telah berada di dekat mereka. Sontak Dika dan adiknya melepaskan pelukan mereka dan menatap Ana.


Mungkin Dika tak merasa terkejut dengan kehadiran Ana, namun berbeda dengan Naina. Perempuan tersebut meneliti Ana dari atas sampai bawah. Setelahnya ia melirik sang kakak dengan wajah sedikit tersenyum senang.


"Kak Dika dia siapa? Pacarnya Kaka ya? Cantik banget. Siapa nama Kaka ini Kak?"


Naina tampak antusias menanyakan hal tersebut sebab ia juga sangat merasa bahagia jika sang kaka bahagia dengan wanita pilihannya. Entahlah, setahu Naina ia belum pernah dibawakan kakaknya wanita cantik. Sekali lagi Naina mengkoreksi Ana, ia mengulum senyum karena Naina sangat yakin jika Ana adalah orang baik.


Dika menatap Ana sebentar ketika Naina mengeluarkan pernyataan tersebut. Dika dengan jelas dapat melihat jika  Ana kini tengah tersipu malu dengan wajah memerah. Dika tiba-tiba merasakan jika jantungnya tengah berpacu cepat melihat respon Ana. 


"Dia teman Kaka Naina," ujar Dika seraya menguap puncak kepala sang adik dengan penuh sayang. "Kenalkan dia Kak Ana. Dan Ana ini Naina adik ku. Cantik bukan?"


Ana mengangguk mengiyakan. Lagi pula ia sangat setuju jika Naina memang cantik sekali. Parasnya di umur yang masih terbilang muda bisa melebihi kecantikan model-model terkenal di dunia. Sedikit terbesit iri di hati Ana melihat kecantikan Naina.


"Kamu betul Dika Naina cantik sekali sama seperti mu yang juga tampan."


"Apa kata mu aku tampan? Tentu saja karena keluarga ku keturunan titisan dewa. Betulkan Naina?"


Naina hanya menggeleng geli saat Dika berucap seperti itu. Sejak kapan mereka menjadi keluarga keturunan dewa? Naina bersyukur kepada tuhan, setidaknya kakanya ini tidak sepenuhnya dingin dan masih bisa bercanda.


"Kak Ana jangan pernah percaya apa yang diucapkan sama Kak Dika."


"Ha ha ha. Naina Kaka tidak mungkin percaya sama dia. Kaka tau jika kalian dari keluarga manusia. Biasa dia itu bunglon sifatnya bisa berubah-ubah tanpa bisa kita tebak. Terkadang baik, dingin, dan humor. Seharusnya kamu bangga memiliki Kaka seperti itu, karena keragaman sangatlah menyenangkan."

__ADS_1


Naina mendengus tak suka. Ia menatap sang kakak dengan jengkel. Ia tau jika Dika sekarang telah berada di atas kemenangan atas pembelaan Ana. Ia tau kakanya memiliki sifat aneh seperti itu.


"Kamu dengar Naina. Kamu harus bangga memiliki Kaka seperti ku."


"Baiklah aku mengaku kalah."


Semuanya pun terdiam. Dika yang merasakan ada getaran dari dalam saku celananya pun dengan sigap merogohnya dan mengambil ponsel yang telah bergetar itu.


Sesaat kemudian Dika terbelalak melihat postingan di grup yang membuat heboh para anggota grup. Ia hanya bisa menggesek dan melihatnya sambil ternganga. Semua orang sedang membahas kedekatan dirinya dengan Ana.


Dika yang merasa tidak enak pun mengangkat kepalanya dan melihat Ana sedang asik berbicara dengan Naina. Hati Dika cemas sebab bisa saja besok Ana akan menjadi bahan buly bagi fans fanatik nya. Dika tidak rela jika Ana akan kenapa-napa. Sebelum Ana merasa curiga Dika kembali memasukkan handphone tersebut ke dalam saku celana. Mungkin memikirkan itu belakangan saja.


Ada yang lebih penting yaitu bagaimana caranya Ana tidak melihat postingan tersebut agar wanita itu tak merasa syok dan menjauhinya. Oh Dika harus mengajak mereka berjalan-jalan dahulu sebagai perayaan kepulangan Naina.


"Naina apa kamu ingin jalan-jalan sebelum pulang ke rumah?"


"Iya Kak Naina pengen jalan-jalan dulu. Bagaimana kalau ke mall, terus ke pasar malam. Biar aja kita pulang telat, toh orang tua kita tidak peduli juga kan?"


Ana merasa kalau kehadirannya tak penting pun merasa salah tingkah. Ia harus pergi secepatnya dari sini sebelum orang tuanya juga akan memarahinya karena pulang terlambat. Ana tahu betul ibu dan kakanya akan berusaha mengadu domba dia dengan sang ayah dan endingnya bisa ditebak jika ia yang akan di marahi sang ayah.


"Karena kalian mau jalan-jalan, aku pulang duluan aja ya. Pasti mama marah aku pulang telat. Aku sebenarnya malas pulang, tapi aku merasa jika tidak ada apa-apanya tanpa mereka membuat aku mau tidak mau harus pulang."


Saat Ana berjalan menjauh dengan cepat Dika berlari dan meraih tangan Ana. Ana berbalik dengan ekspresi tak mengerti. Ia melirik ke tangan Dika yang menahan tangannya. Ana tercekat karena tiba-tiba merasa jantungnya seperti berdetak sangat hebat. Ada apa ini?


"Kenapa?"


"kamu ikut kita jalan-jalan."

__ADS_1


"Aku tidak bisa Dika. Kamu tidak tau bagaimana ibu ku akan marah. Aku harus pulang cepat."


Dika semakin memgertakan cengkeraman nya. Ia tidak bisa membiarkan Ana pergi. Dika harus melakukan sesuatu.


"Ikut saja. Biarkan orang tua mu aku yang akan mengurusnya. Lagi pula aku ahli dalam mengurusi tentang orang tua bangka yang tak pernah merasa muda itu. Sudahlah ikut saja, pasti Naina juga ingin berlama-lama dengan mu."


Ana kembali menggeleng membuat Dika mendesah pasrah. Ia menatap adiknya menyiratkan sesuatu.


"Iya Ka Ana. Ikut saja, pasti orang tua Kak Ana juga mengerti."


"Kamu dengar Ana? Dia juga berharap kamu juga ikut. Aku ingin melihat adik ku senang di saat hari pertamanya datang ke Jakarta."


Ana menarik napas dan mengangguk lemah.


"Baiklah aku ikut."


"Nah gitu dong. Kan aku jadi senang."


Ana tersenyum menanggapi. Setelahnya mereka berjalan menuju mobil Dika dan meninggalkan bandara menuju mall sesuai keinginan Naina.


______


Tbc


Ada yang kesal sudah hampir 2 bulan lebih nggak update? Kesal nggak papa. Mungkin kalian sudah lupa dengan alurnya, aku juga sedikit lupa. Wk wk wk.


Jangan lupa Like dan komentar.

__ADS_1


__ADS_2