
Wellcome back
Jangan lupa like dan comen
Happy reading all
TYPO BERTEBARAN
--------
Dengan keras kepalanya Dika berjalan dengan tersusah payah menelusuri jalan, sesekali ia bersangga ke tiang sekolah saat ia tak dapat memahan beban badannya.
Bel masuk telah berbunyi dari beberapa menit yang lalu. Entahlah ia juga tidak tau apakah dirinya akan terlambat masuk kedalam kelas atau tidak. Ia tetap mengusahakan agar lekas sampai kedalam kelas sebelum guru yang mengajar telah sampai terlebih dahulu.
Sebenarnya Dika sangat malas sekali untuk masuk kedalam kelas B. Inggris ini karena baginya pelajaran tersebut adalah pelajaran tersusah nomor dua setelah MTK.
Kata orang tuanya B. inggris sangat penting untuk di pelajari karena ia adalah pewaris tunggal harta kekayaan orang tuanya beserta perusahaan yang sudah sangat terkenal sekali di Indonesia bahkan di berbagai belahan di dunia.
Maka dari itu B. inggris sangat di wajibkan ia pelajari karena seseorang yang bakal menjadi sang derektur di haruskan bisa berbahasa yang terdapat di dunia ini terutama B. inggris untuk memudahkan dalam berbisnis dan bekerja sama.
Dika memarik napas lega karena ia sudah berada di depan pintu kelasnya. Ia masuk kedalam kelas tersebut dengan jalan yang masih saja teringkih ingkih.
Dan yang menambah keberuntungan lagi ialah saat ia masuk kedalam kelas ternyata guru B. inggris yaitu pak Rizal belum masuk kedalam kelas mereka.
Deigo dan Reyhan yang sedang bercengkrama asik menunggu laki laki itu yang tak lain yang mereka tunggu adalah Dika langsung memandang kearah pintu saat mereka berdua mendengar sebuah suara pintu di buka memggema di kelas mereka, bukan hanya mereka berdua saja mengalihkan pandangan kearah pintu, tetapi seluruh siswa mengalihan pandangan mata mereka kepada pintu yang di buka.
__ADS_1
Mereka berdua Deigo dan Dika tersenyum saat orang yang mereka tunggu telah datang, sedangkan siswa yang melihat Dika yang rupanya yang membuka pintu langsung mengalihkan kembali padangan mereka ke aktivitas membaca buku karena ada ulangan B.inggris katanya.
"Dika kemana aja lo, terlambat lagi lo datang? Gue kira lo tadi udah berani ninggalin pelajaran B. inggris," ujar Reyhan mengejek Dika yang baru saja duduk di tempatnya.
Memang benar bahwa Dika sangat takut sekali meninggalkan pelajaran B. inggris ini, sebab ia jika ketahuan oleh kedua orang tuanya habislah ia akan di marahi oleh ayahnya mati matian.
"Ya enggak lah gue nggak masuk pelajaran B. inggrris! Yang ada nanti motor gue di tahan bokap," ujar Dika sambil memusing badannya menghadap kepada Reyhan yang mejanya sebelahan dengan dirinya.
"Muka lo kenapa Dik?" Tanya Deigo yang menyadari bahwa muka Dika terdapat beberapa lebam yang berhias di sana.
"Oh iya Dik, Kenapa muka lo?" Tanya Reyhan yang juga sadar muka Dika lebam lebam setelah mendengar pertanyaan Deigo tadi.
Dika menempelkan tangannya kepada lebam lebam yang ada di dahinya. Kemudia ia menatap Deigo dan Reyhan bergantian dengan tanpa ekspresinya yang selalu ia tampilkan.
"Dasar brengsek!!! Awas aja Andre nanti, gue bakal buat perhitungan dengan dia. Berani beraninya dia ngebayar murid sekolah kita buat ngebantai lo," ujar Reyhan berapi api.
"Yeleh Rey, gaya lo aja sok berani, tapi nyatanya saat berhadapan dengan Andre lo nggak berani ngbuktiin perkataan lo tadi," ejek Deigo yang tadi melihat keberanian Reyhan buat melawan Andere dan gengnya.
"Yaudah kita buktiin aja nantik," tantang Reyhan.
"Sakit nggak Dik luka lo yang di tangan itu," tunjuk Deigo kepada lengan Dika yang berperban.
Dika menggeleng bahwa luka yang ia dapatkan tidak terlalu menyakitkan baginya.
"Kalu lo merasa sakit, bilang aja ke kita kita!" Kata Reyhan.
__ADS_1
Dika tersenyum simpul melihat keperdulian teman temannya terhadap dirinya. Ia bersyukur ternyata masih ada orang yang memperhatikan dirinya di dunia ini, ia kira di duni yang penuh akan kekejaman ini tidak ada lagi yang perduli kepada dirinya.
"Terimakasih semua. lo emang sahabat terbaik gue," ujar Dika kepada teman temannya.
Deigo dan Reyhan merespon Dika dengan senyuman.
"Emang kenapa orang pada baca buku Rey?" Tanya Dika bingung karena ia melihat siswa lain membaca buku.
"Katanya pak Rizal sengaja tidak masuk cepat karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk baca buku karena ia akan memberikan ulangan B. inggris."
Dika mangguk mangguk paham. Kemudian ia menatapa kearah Deigo yang tempat duduknya terletak di samping kiri Dika, sedangkan Reyhan samping kanan.
"Apa!" kata Deigo menyadari kalau Dika mentap dirinya.
"Kasih jawabannya nanti dengan kode kancing baju paling atas adalah A dan kedua B ketiga C dan terakhir D," ujar Dika menyuruh Deigo memberikan jawabannya nantik karena Deigo lah yang hebat berbahasa Inggris dengan pasih.
Deigo terpaksa mensetujui permintaan Dika tadi. Akhirnya ia juga yang kena imbasnya.
Tak lama pak Rizal pun masuk dan langsung memberikan ulangan yang telah di janjikan tadi kepada para siswa. Ia pun memberikan soal ulangan yang bakalan para siswa kerjakan dengan mengisi jawaban mereka yang menurut mereka semua benar.
-----------
**TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN**
__ADS_1