SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?
Part 44


__ADS_3

Para warga sontak menghampiri mobil Dika yang baru saja terjadi kecelakaan. Darah mengalir dari kening pria itu.


Ia dibawa keluar oleh para warga kemudian diselamatkan.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Hm," ujar Dika. Ia sudah tak bisa bernapas dengan normal. Pria itu mendesis merasakan sakit di kepalanya.


"Masuk dulu ya ke mobil sini. Kami akan membawa kamu ke rumah sakit. Masih kuat, kan?" tanya salah satu warga yang bersedia membawa Dika menggunakan mobilnya. Sementara mobil pria itu sudah tidak memiliki bentuk yang sempurna.


"Serah lo. Buruan bawa gue, kepala gue sakit an.jeng!" ujar Dika yang membuat para warga tak habis pikir. Kemudian Dika pun dilarikan ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Dika tidak pernah berhenti mengumpat. Kata-kata mutiara terus keluar dari mulut laki-laki tersebut.


Bahkan ia sama sekali tidak memiliki perasaan segan kepada orang yang sudah menyelamatkan dirinya dan membantunya ke rumah sakit.


"Nak kalau jatuh itu banyak-banyak doa bukan berkata kasar."


"Berisik."


"Astaghfirullah," ucap warga tersebut tidak habis pikir dengan jawaban. Dika.

__ADS_1


"Dasar yah anak zaman sekarang tidak tahu terimakasih."


"Kalian bisa diam tidak? Kepala gue mu pecah dengerin kalian ngomong."


Mereka yang ada di dalam mobil tersebut menggelengkan kepala. Memang sifat Dika bukanlah hal yang patut dicontoh. Namun pria itu tidka perang mendapatkan pendidikan dan perhatian dari orang terkasihnya hingga membuat dirinya salah arah.


Terlebih lagi ia tak memiliki lingkungan yang sehat.


Tak lama Dika pun sampai ke rumah sakit dan langsung ditangani oleh dokter.


_________________


Ia menatap postingan seorang wanita. Wanita tersebut sempat mengomentari potonya. Namun ketika ia membuka akun wanita tersebut ia merasa tertarik dengan wanita itu.


Mungkin bisa jika jadikan korban dirinya selanjutnya. Laki-laki tersebut tersenyum miring.


"Manis," komentarnya pada postingan tersebut dan tidak lupa meninggalkan like di postingan tersebut.


Hal itu membuat sang wanita langsung membalas komentarnya. Senyum Dika merekah dan mulai melakukan chating dengan wanita itu.


"Murahan," umpat Dika sambil terkekeh dan mengetikkan kata-kata manis untuk wanita tersebut.

__ADS_1


Ia menunggu wanita itu membalas chatnya. Kemudian ia keluar dari akun wanita tersebut dan melihat-lihat orang yang sudah melihat postingan Instagramnya. Ada yang menarik dari komen postingan Instagram Dika. Ada seorang wanita yang tidak menggunakan foto profil mengomentari dengan emot tersenyum ramah.


Entah kenapa Dika merasa tertarik dan kemudian berniat ingin melakukan chat dengan wanita itu.


Namun saat Dika mengirimnya pesan hanya dibaca oleh orang tersebut. Cukup lama Dika menunggu balasannya sambil membalas chat wanita yang lain. Namun sama sekali tidak ada balasan dari orang tersebut.


"Aneh."


Dika juga tak menemukan akun tersebut bak akun mati tidak terdapat postingan dan apapun di sana.


"Kaya hantu."


Sementara di sebatang sana bergetar melihat chat dari Dika. Apalagi ia membaca chat yang semuanya berisi umpatan dari Dika yang marah karena chat darinya tidak dibalas.


"Maafin aku, aku gak tau kalau kamu bakal jadi kaya gini ketika aku tinggalin. Jika aku tau kamu bakal berubah banyak kaya gini aku lebih memilih tetap di sana," ujar Ana sambil menatap handphonenya sedih.


___________


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA

__ADS_1


__ADS_2