SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?
Part 24


__ADS_3

Wellcome back my story


Jangan lupa like dan comen


Happy reading all


TYPO BERTEBARAN


SANA


SINI


________________


Di sebuah salah satu sekolah elit di ibu kota Jakarta yang terkenal akan fasilitasnya yang lengkap dan canggih, terdapat tiga anak muda yang paling mencolok di antara banyaknya siswa yang berjalan di koridor. Jika di perhatikan, satu di antara ketiga anak muda itu ada yang sedang memasang wajah kesalnya, tidak tau perihal apa yang membuat anak laki laki itu menekuk wajahnya kesal. Dan anak muda yang mengenakan seragam SMA itu pun sepanjang perjalanan tidak ada membuka suaranya selepas ia dari ruang BK tadi.


"Muka lo di tekuk mulu Dik! Ntar nanti cewek cewek liat lo yang kek begini pada kabur lagi," celoteh Reyhan mencairkan suasana yang membeku.


"Hey Reyhan tolol! Asal lo tau ya Rey, kalau muka lo yang di tekuk kek begitu, baru iya cewek cewek pada lari semua. Kalau Dika mah mau kaya apapun ekspresinya tetap aja cewek cewek pada ngejar ngejar dia meskipun Dika lari dari pangkal dunia ke ujung dunia. Ummm.... contohnya kaya gitu," tunjuk Deigo pada sekelompok cewek yang memperhatikan mereka dengan gaya sok cantiknya dan memasang gaya genit yang mampu membuat seseorang mual mual dan berakhir keluar masuk toilet.


Spontan Reyhan dan Dika mengangkat wajahnya kearah tunjukan Deigo tadi. Lisa dan gengnya yang hanya Thasya pengikut setianya meliaht Dika, Deigo, dan Reyhan memandang kearah mereka, semakin di buat menjadi jadi dan berlagak sok cantik yang alay bin jablay. Dan dengan sengajanya Lisa memainkan rambutnya yang menjuntai di depan dada dan tersenyum sensual seperti orang kekurangan belaian.


Melihat Lisa yang seperti itu membuat Reyhan menyunggingkan senyumnya dan lantas ia berjalan mendekati Lisa dan Thasya. Melihat siapa yang mendekat, bukan membuat Lisa dan thasya semakin tersenyum, tetapi mereka berdua malah mengehentikan gerakan genitnya dan melunturkan senyuman dari wajah penuh riasan mereka. Menor.


"Eh ada neng Lisa dan neng Thasya. Kok abang super ganteng datang langsung jaim gitu sih, terperangah ya dengan ketampanan wajah abang," goda Reyhan dan mengedipkan mata sebelah kirinya, "Kok mukanya gtu sih neng, gak suka ya liat penampilan abang! Padahal abang udah beli minyak rambut termahal di dunia, bahkan saking mahalnya nih minyak rambut yang abang beli, raja Salman aja gak dapat beli tu minyak rambut. Dan itu semua abang lakuin buat menarik perhatiannya neng Lisa bidadari Mutiara Hati."


Lisa yang mendengar ocehan Reyhan yang menggelikan itu pun memasang wajah mencibir penuh umpatan. Ia memandang Reyhan penuh penilaian dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tangan mengkipaskan kipas milkinya yang berwarna merah muda yang selalu senantiasa ia bawa kemana mana. Merasa penampilannya di nilai oleh Lisa, Reyhan tersenyum menggoda saat Lisa menilai bagian wajahnya.


Lisa bergidik ngeri melihat senyuman milik laki laki itu. Selesai mengobservasi penampilan Reyhan, Lisa menatap cowok itu yang sama sekali tidak termasuk kedalam katergori pria idamannya. Laki laki yang di idamkan oleh Lisa tentunya yang pertama haruslah ganteng, kemudian mapan, tubuh atletis, dapat menuhin segala kebutuhannya, pitinya banyak, dan segala macam yang author tidak bisa sebutkan, tetapi kuncinya itu adalah SEMPURNA.


"Ganteng kan?" Tanya Reyhan penuh percaya diri, "yaiyalh sudah pasti abang Reyhan ganteng, mapan lagi. Kalu kaya gini udah bisa dong buat minang neng Lisa."


"Modelan kaya lo, mau minang gue? Hellow apa kabar dunia? Masih banyak kali cowok ganteng di luaran sana. Emang sih pesona gue gak bisa di tolak oleh satupun laki laki, tapi gini gini gue masih punya kriteria cowok idaman yang pantes ngedampingin gue, yang pasti itu bukan lo. Jadi sorry ajalah ya, mendingan lo buang aja perasaan sialan itu jauh jauh. Karena hanya orang yang berkelas yang bisa dapatin hati gue," kata Lisa sombong. Selepas mengatakan itu, ia dan Thasya pergi dari sana dengan wajah muram penuh kekesalan, siapa yang di harapkan siapa yang datang.


Reyhan terdiam menerima semua kenyataan. Ia tercengang sebab bisa bisanya orang ganteng seperti Justin Bieber di hina di depan masal penuh penolakan, ini semua penginaan, predikatnya sebagai orang tertampan di dunia jatuh ketanah mengenai kotoran lembu.


Dika dan Deigo mendekat kearah Reyhan yang sedang patah hati. Sebagai sobat terbaik Deigo menepuk nepuk bahu Reyhan buat nyemangatin tu cowok yang kehilangan harapan hidupnya.


"Sabar Rey! Allah sengaja buat takdir lo kaya gini, sebab Allah maha tau mana yang pantas untuk lo perjuangin dan mana yang tidak pantas buat mendampingin lo," kata Deigo yang selalu menjadi penasehat Reyhan saat cowok itu berada dalam situasi di ujung tanduk. Tapi jika mereka tidak sependapat, siap siap aja ambil handphone, trus klik kamera dan pencet tombol vidio, kemudian rekam pertengkaran mereka dan masukan sosmed. Biasanya vidio vidio kek gitu cepat viralnya, kan kalau viral lumayan, orang ketimpa masalah, kita dapat duit.


Reyhan menatap Deigo yang telah memberikannya pencerahan tentang wanita. "Huaaaaaaa," teriak Reyhan sedih dan lantas memeluk cowok itu.


"Woyy bangke! Kampret lu, apaan sih main peluk peluk aja terus teriak teriak gak jelas lagi, ntar di kira gue udah ngehamilin lu," ucap Deigo seraya menjauhkan tubuh Reyhan dari tubuhnya.


Mendengar apa yang telah di katakan oleh sahabat bunglonnya ini, Reyhan manarik tubuhnya dari Deigo yang sedang ia peluk dan menatap sinis laki laki tersebut seraya memukul kepala laki laki itu yang berkata ceplas ceplos seperti emak emak sore duduk santai sambil melingkar gosip pun menyebar.


"Mulut tu di jaga ya! Lo kira gue manusia apaan," ujar Reyahan dan mencebik mulutnya kesal.

__ADS_1


"Ya siapa lagi yang bisa hamil kalau bukan perempuan. Bukannya lo pas banget jadi cewek, udah lemah, alay, dan di tambah perawakan lo itu mendukung banget, kan lo orangnya lemah gemulay segol dikit aja udah aduh say," ejek Deigo semakin melunjak.


"*** lo Dik!!!" Teriak Reyhan nyaring penuh amarah yang menguasainya, kemudian cowok itu memukili Deigo dengan brutal. Benar kata Deigo, kalau Reyhan mirip seperti permpuan, buktinya aja ia memukuli Deigo seperti perempuan sedang memukuli seseorang.


Dika melipat tangannya dan memutar bola mata malas melihat sahabatnya yang penyakitnya sedang kumat. Ia memijat kepalanya melihat Deigo dan Reyhan saling pukul memukul seperti bocah yang di ambil mainanya. Laki laki itu merasa pusing, ia baru saja mendapat masalah di ruang BK tadi, dan kini masalahnya menjadi bertambah karena sahabat sahabatnya itu.


"Cukup, cukup, CUKUPP!!!. Kalian berdua ini gak tau situasi apa? Liat tuh orang pada liatin kelakuan kalian berdua, kaya bocah tau nggak!" Marah Reyhan, "kepala gue udah pusing, dan kini kalian berdua nambahin pusing, sesekali kek kalian nggak bertengkar."


Mendengar amarah dari Dika, Deigo dan Reyhan memberhentikan aktivitas mereka yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Mereka berdua langsung bungkam dan saling tatap tatapan menuduh satu sama lain.


Dika memperhatikan keduanya yang sedang terdiam dan kepala yang tertunduk ketakutan selepas mendengar amarah dari sang ketua. Mereka berdua takut menatap langsung wajah Dika yang tengah menampilkan ekspresi yang paling mengerikan, yitu ekspresi marah. Yakinlah tiada satu orang pun di dunia ini yang ingin melihat ekspresi terburuk yang di milki oleh cowok itu.


Dengan keberanian yang seperempat, Reyhan mengangkat wajahnya dan memandang langsung wajah kulkas laki laki itu. Reyhan mendengus sebal melihat cowok tersebut yang menatap dirinya penuh dengan intimidasi.


"Salah dia Dik, dia yang duluan ngejekin gue mirip perempuan. Emang gue banci Thailand apa," ucap Reyhan menggerutu.


"Wah songong ni anak! Emang lo beneran kaya banci kok, pakai nyalahin orang lagi," pungkas Deigo tidak terima di salahkan oleh Reyhan.


"Tuhkan Dik, dia yang mulai duluan ngejekin gue, berarti salah dia dong."


"Emang benar apa yang di katakan Deigo kalau lo kaya banci Rey." Tanpa di duga duga Dika malah membenarkan apa yang di ucapkan Deigo tentang Reyhan. Emang dasarnya ya Dika itu orangnya susah di tebak.


Pernyataan yang di lontarkan Dika tadi, membuat Reyhan dengan sigap menatap kedua laki laki yang telah mengejeknya dengan pandangan yang tersirat penuh kebencian. Sedangkan kedua pria yang di tatap menjengkelakan oleh Reyhan malah tertawa dan bertos bangga, sebab mereka telah berhasil mengerjai dirinya. Sungguh malang nasib mu Reyhan, udah di tolak sama Lisa, di kerjain lagi.


"Kalian berdua itu sama aja. Sama sama nggak punya hati. Masa ia orang ganteng kaya idol Korea si Jung, ah siapa, Jongkok, aduh siapa ya?" Ucap Reyhan ingin membanggakan diri dengan membandingkan dia dan salah satu member artis Korea yang boy band nya paling terkenal di era zaman sekarang tapi malah lupa lagi namanya. Ia mengetuk ngetuk dagunya mencari ingatan yang terlupakan.


Reyhan yang mendengar pernyataan dari perempuan tersebut itu pun memetik jarinya. "Nah itu yang gue maksud! By the way makasih ya!!" Teriaknya kepada perempuan tadi yang mulai tenggelam dalam banyaknya siswa yang berjalan. Perempuan tersebut menoleh kebelakang memandang Reyhan dan lantas tersenyum tipis.


"Masa iya cowok ganteng kaya gue yang mirip Jungkook di bilang banci. Eh wait, kalau misalnya gue mirip Jungkook berarti kalau gitu cocok dong dengan Lisa, bukannya Jungkook sama Lisa Blink saling di jodohin ya sama fans mereka," ujar Reyhan sumringah.


Deigo lantas tertawa mendengar pernyataan dari Reyhan tadi. Ia mengamati penampilan Reyhan yang sama sekali tidak ada kemiripannya dengan idol Korea Jungkook yang di katakan Reyhan tadi. Sepertinya lagu Via Valen yang judulnya Bagaikan Langit dan Bumi sangat pas bagi Reyhan dan Jungkook.


Reyhan menatap jengkel Deigo yang menertawakan dirinya. Sebuah tangan menepak pundaknya yang tak lain pemilik tangan tersebut adalah Deigo, lantas dengan cepat Reyhan menjauhkan tangan Deigo yang ikut mengejeknya dari pundaknya.


"Rey! Rey! Kalau mimpi itu jangan ketinggian, kalau misalnya entar lo jatuh ke laut gimana? Yang ada lo di santap para predator yang sudah stand by nunggu lo di bawah," ucap Deigo memanjangkan permasalahan, "Lagian lo sejak kapan suka ngepoin dunia K-pop?"


"Sejak kapan kapan."


"Emang gak salah lagi ni, lo beneran banci kayanya ini mah."


Laki laki yang menjadi bahan menarik ejekan Deigo itu tidak menanggapi hujatan yang di berikan Deigo kepadanya. Reyhan menghentikan debat mereka bukan berarti ia telah kalah, tetapi ia melakukan itu agar sesi debat mereka tidak panjang dan menghabiskan banyak waktu.


"Au ah. Oh iya Dik, tadi lo kenapa senyum senyum sendiri, pakai bilang cantik segala. Emang siapa yang cantik?" Tanya Reyhan penasaran.


Dika yang mendengar pernyataan dari Reyhan tadi itu pun langsung membulatkan matanya dan ia pun menggaruk rahang tegas miliknya untuk mengurangi rasa gugup yang menerjang. Masa ia akan menjawab yang sejujurnya, bahwa yang membuat ia tersenyum senyum tadi adalah efek dari pikiran bandelnya yang memikirkan si Ana, dan pujian kata cantik yang ia gumamkan tadi ia layangkan kepada perempuan itu. Tolong siapapun bantu Dika sekarang keluar dari situasi yang membingungkan ini. Kalimat apa yang harus ia ucapkan untuk menjawab pertanyaan dari Reyhan. Masa ia menyatakan yang sesungguhnya. Enggak banget dong.


"Ah iya. Yang ta tadi i-tu gue nggak papa kok, cuman ada masalah kecil aja dirumah. Dan ka-ta cantik itu gue serius, tadi lagi muji guru Killer itu," jawab Dika terlihat sekali gelagat kegugupannya, "kalau gitu gue duluan ya, tenang aja gue cuman ke toilet."

__ADS_1


Deigo dan Reyhan mngekrutkan keningnya memdengar jawaban Dika yang tergagap seperti seseorang sedang menyembunyikan sesuatu. Deigo mendekati Reyhan dan merangkul cowok itu dengan pandangan yang tak lepas dari Dika yang sudah berjalan agak jauh dan mulai menghilang di balik punggung banyaknya siswa yang sedang menikmati masa istirahat.


"Kenapa dengan tu cowok?" Tanya Deigo.


"Mana gue tau," jawab Reyhan.


Kemudian mereka saling pandang dan terkejut, lantas keduanya langsung melepaskan diri satu sama lain.


×××××××××


Ana mengulum dan sesekali mengunyah permen karet yang ada di dalam mulutnya, lalu membentuk sebuah gelembung atau balon, meletuskannya, lalu membuat lagi dan begitu seterusnya. Ia tidak pernah bosan untuk mengulanginya karena meniup balon permen karet suatu kesenangan baginya.


Dika yang sedang terburu buru pergi sejauh mungkin dari teman temannya agar tidak mendapatkan pertanyaan yang macam macam yang nanti bisa membuat rahasianya terbongkar akibat introgasi sahabat penasarannya itu.


Bagaikan singa yang melihat mangsanya di depan mata, Dika menampikan smirknya melihat Ana yang berjalan sendirian di koridor. Selanjutnya laki laki itu mendekat menghampiri Ana dan mencekal lengan perempuan tersebut dan membawanya ke temapat sepi. Ini saatnya hari pembalasan.


Ana terkejut saat tiba tiba ada sebuah tangan yang mencekal lengannya dan menarik dirinya menjauh dari keramaian.


"Ih apa apaan sih Dik," ujar Ana ketus dan sembari menarik tangannya dari cekalan cowok tersebut.


"Enak lo ya bilang 'apa apaan sih Dik' kenapa lo tadi kabur setelah ngelempar botol hah? Asal lo tau ya, gara gara lo, gue yang kena hukum dan di panggil keruang BK. Itu gara gara siapa? Gara gara ELO yang gak punya rasa tanggung jawab," tunjuk Dika di depan muka Ana dengan mimik wajah yang penuh kebencian.


"Gue minta maaf! Lagian salah lo juga yang ngelempar botol duluan ke kepala gue, kan jadinya gue refleks lempar balik tu botol," cicit Ana menundukan wajahnya tidak berani melihat wajah laki laki itu.


Dika yang sudah di balut oleh emosi, mencengkram dagu perempuan tersebut dan seraya mengangkatnya agar perempuan itu menatap matanya. Dika mendekatkan wajahnya ke telinga perempuan tersebut dan membisikan sesuatu.


"Maaf lo bilang, kata maaf dari lo gak ada apa apanya dengan apa yang telah lo perbuat ke gue," bisik Dika dengan seringaian iblisnya.


"Jadi mau lo apa," kata Ana sembari menjauhkan tangan Dika yang mencengkran dagunya, dan kemudian ia pergi dari hadapan cowok itu.


Namun belum sempat Ana ingin melangkahkan kakinya, tangan kanan milik perempuan itu di cekal terlebih dahulu oleh Dika dan mendorongnya ke tembok yang berada di belakang permpuan tersebut. Dika mendekatkan wajahnya ke wajah Ana sehingga mereka sama sama bisa merasakan deru nafas yang menerpa permukaan wajah mereka masing masing. Laki laki itu semakin memdekatkan wajahnya dan memcium perempuan tersebut amat dalam dan lembut.


Ana membelalakan matanya mendapatkan ciuman tiba tiba dari cowok itu. Ia memukuli dada bidang Dika berharap cowok itu melepaskan tautan bibir mereka, tapi bukannya berhasil dan malah kedua lengannya yang memukuli Dika tadi di cengkram cowok itu sehingga tidak bisa bergerak bebas. Ana hanya bisa menangis mendapatkan perlakuan tersebut dari Dika.


"Apa yang kalian lakukan di sini? Sekolah kok buat pacaran, orang sekolah itu buat menambah ilmu pengetahuan. Dasar anak zaman sekarang udah pada edan," ujar satpam tersebut yang tak sengaja melihat Dika dan Ana yang melakukan hal yang tidak patut di lakukan oleh dua orang yang berbeda jenis.


Dika yang telah di pergoki oleh satpam tengah berbuat hal yang melanggar HAM itu pun melepaskan ciumannya dan menatap Ana lekat, lalu ia membalikan badannya dan menatap satpam tersebut dengan pandangan yang mematikan seolah olah ia memperingati 'awas saja memberitahukan ke orang lain.'


Satpam yang mengetahui siapa orang yang telah ia pergoki itu pun menjadi menciut ketakutan, "Maaf den," kata satpam tersebut dan seraya menjauh dari sana.


Dika menatap kembali wajah Ana yang basah karena air mata. Kemudian ia pergi meninggalkan Ana yang sedang menangis dengan deraian air mata yang tak berhenti mengalir.


______________


TBC


Maaf amburadul.

__ADS_1


__ADS_2