
Wellcome back my story
Jangan lupa like dan comen
Happy reading All
TYPO BERTEBARN
_____________
Terlihat seorang gadis muda yang sedang tengah berguling guling di tempat tidurnya dengan gelisah sehingga mengakibatkan gadis itu tidak bisa tertidur dengan tentram. Dan semua itu terlihat dengan jelas saat sang pemilik tubuh yang terus menerus mengganti posisi baringnya yang tidak menentu. Perempuan itu bangun dari baring nya yang mana ia merasa sangat tidak berguna berbaring terus menerus dan mengubah posisi yang tidak tentu
hingga mengakibat kan bagian leher perempauan tersebut terasa nyeri walau hanya sedikit dan tidak sesakit yang mampu membuat orang menjerit.
Perempuan yang berbaring dengan gelisah merupakan ANA itu pun menjambak rambutnya frustasi. Ia tidak tau lagi bagaiman caranya ia tidur, ia sangat takut sekali jika ia akan terlambat lagi pergi kesekolah besok seperti beberapa hari yang lalu. Ana tidak akan pernah kepengan lagi akan di hukum seperti waktu itu, ia berharap hari tersebut hanyalah menjadi sebuah kenangan yang sangat menyakitkan. Ia sengaja tidak ingin menghapus ingatannya tentang hukuman tersebut, ia melakukan hal itu adalah untuk ia gunakan sebagai sebuah cerita yang akan ia ceritakan natik dengan anak anaknya kelak. Emang benar kan bukan hanya kejadian manis saja yang menjadi sebuah kenangan tetapi peristiwa pahit dalam hidup kita juga bisa menjadi kenangan di dalam belajar menjadi hidup.
Perempuan itu menampar nampar pipinya halus. Ia tidak bisa melupakan kejadian sore tadi yang membuat dirinya sangat malu besar. Ia tidak pernah kepikiran jika laki laki pertama yang merasakan halusnya bibir yang ia punya itu merupakan laki laki yang sangat ia benci kehadirannya di dalam hidup gadis tersebut. Mungkin ada sesuatu dari perkenalan mereka yang belum kita ketahui dan menjadi sebuah teka teki setiap orang yang telah di berikan sang maha pencipta. Kita hanya bisa tawakkal saja kepada sang pemberi takdir dan berharap semoga Allah akan memberikan sesuatu kepada kita yang baik baik sesuai dengan harapan yang tetdapat pada sebuah lubuk hati yang mudah rapuh.
"Aduh mataaa! Kenapa sih melek mulu. Gak lelah apa kebuka terus, asal lo tau mata kalau lo gak mau tertutup juga malam ini yang ada nantinya lo akan kelelahan besok pagi. Okey mata, lo mau kan bekerja sama dengan gue untuk terpejam sampai subuh besok," kata Ana berdialog dengan salah satu anggota tubuh nya yang sama sekali tidak bisa mendengar dan mengerti apa yang telah Ana ucapankan tadi.
Ana kembali membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk. Ia memejam kan indera penglihatannya dan berkomitmen tidak akan mengingat ciuman tadi sore yang merupakan hal itulah menjadi bahan permasalahan perempuan cantik itu tidak bisa tertidur saat ia berusaha memejamkan mata mati matian.
Tiba tiba sekelebat puing puing ingatan tadi petang leawat di kepala cantik perempuan itu.
Ia mengingat betapa tampan sekali Dika saat di lihat dengan jarak yang begitu dekat. Mata hazelnya yang tajam, rambut ikal, hidung mancung, pipi mulus tanpa ada jerawat yang membuat sarang di situ, bibir yang merah dan sedikit tebal dan sudah pernah ia nikmati walau hanya sebentar, sereta bulu mata yang lentik milik cowok itu yang bisa saja membuat pertahanan dan dinding es yang berada di hati Ana runtuh dengan hanya ia melihat wajah malaikat Dika.
Ana membuka matanya cepat saat ia telah sadar dari hakhyalannya yang terkutuk. Ana duduk kembali di atas ranjang dengan kaki yang bersila, ia menyibakan selimut kesembarang arah dan meraih bantal untuk ia gunakan menutup mukanya yang memerah mengingat kejadian yang sangat tidak berfaedah sama sekali.
__ADS_1
"Ya Allah kenapa sih ingat itu terus dan kenapa juga gue muji muji Dika sih. Akhh.... Nggakk, gue nggak boleh ingat tu cowok nyebelin." Kejadin tadi sore hanyalah sebuah insiden ketidak sengajaan, lagi pula itu bukan sepenuhnya salah Dika sehingga ia mendaratkan sebuah bibir lembut di bibirnya, tetapi itu semua ialah setengah kesalahan dirinya, ia yang tadi menarik tangan Dika saat ia ingin terjatuh.
Ana membaringkan tubuhnya untuk kesekian kali. Entah ini yang keberapa kali perempuan itu terus bangun dan baring lagi, ia berharap besar jikalau ini adalah usaha terakhirnya untuk memejamkan mata.
Usaha perempuan itu berhasil. Ana kini telah terlelap dalam tidur nyenyaknya dan telah masuk kedalam protal dunia lima menit yaitu alam mimpi yang menjadi teman di setiap Ana tertidur.
___________
Ana menyusun buku pelajaran pada hari ini dan memasukan kedalam tas milik cewek itu. Saat ini ia telah menggunakan pakaian lengkap dan rapi. Hari ini yang merupakan hari kamis tersebut lah yang membuat Ana di wajibkan untuk mengenakan seragam pramuka, peraturan tersebut memang di berlakukan bagi sekolah yang negri tidak swasta seperti sekolahnya, tetapi sekolah tersebut masih menetapkan pakain seragam yang sama dengan sekolah negri.
"SELESAII!!" Teriak perempuan itu karena ia telah selesai memasukan buku buku yang di perlukan untuk belajar nanti.
Kenapa Ana menyusun buku pada saat pagi pagi begini dan tidak malam tadi? Jawabannya adalah karena Ana tadi malam sama sekali tidak mengingat untuk menyiapkan buku, di sebabkan ia malam tadi yang merasa letih yang luar binasa dan tidak lagi biasa, dan plus juga malam tadi ia yang terus terbayang bayang akan lembut dan halusnya bibir Dika dan berusaha untuk melupakan itu semua sehingga ia tidak mengingat apa apa saja hal hal yang perlu ia siapkan untuk sekolah pagi besok.
Ana dapat bangun cepat subuh tadi karena ia sebelum tidur malam tadi telah memasang alaram di handphone ajaib miliknya. Tidak bisa di pungkiri jikalau mata Ana pagi ini sangat terlihat hitam di bagian bawahnya dan sedikit bengkak
Perempuan itu berhasil masuk kerumuah malam tadi ialah karena ia menggunakan taktik diam diam dan berjalan mengendap endap seperti maling, sewaktu ia melewati pintu belakang yang tidak terlalu utuh dan sedikit beberapa bagian yang rusak hingga gampang untuk masuk kedalam rumah.
Ana berdecak tidak percaya, bisa bisanya orang kaya tidak bisa kah memperbaiki atau mengganti pintu tersebut dengan yang baru. Ana merasa aneh dengan keluarganya ini, apa keluarganya kah yang tidak tau bahwa pintu tersebut rusak atau ayahnya tidak mau mengeluarkan uang untuk perenovasian pintu itu. Buat apa ia memikirkan hal itu, bukannya bagus untuk dirinya jikalau pintu tersebut rusak dan tidak di perbaiki sehingga memudahkan dirinya untuk keluar masuk saat tengah malam.
Ia berjalan kearah ranjang dan mengambil sebuah baju yang bentuknya tebal yang tak lain adalah jeket. Ana mengenakan jeket tersebut ketubuhnya dan menarik sleting jeket tersebut sampai dada. Jeket tersebut berwarna merah berpadukan abu abu di beberapa bagian.
Ana menyandang tasnya kepundak sebelah kanan, sedangkan tali tas satunya ia birkan menjuntai dan tidak meletakan tali tersebut di pundak sebelah kiri. Ia berjalan kearah pintu dan keluar dari situ meninggalkan tempat ia beristirahat setiap malamnya.
Tiba tiba perempuan tersebut menghentikan langkahnya saat ia berada di ambang jalan masuk ke ruang makan. Perempuan tersebut fokus melihat pemandangan di depannya dengan ekspresi datar yang sangat susah di baca setiap insan. Ia menatap nanar pemandangan tersebut, keluarganya di meja makan sedang bercengkrama dan tertawa keras dengan topik yang sedang mereka bahas, sepertinya terlihat sangat bahagia. Wanita itu masih pada pendiriannya yang menatap sesuatu objek yang telah membuat hatinya teriris iris beberapa potongan.
keluarganya tetap bahagia walaupun tanpa ada dirinya melengkapi di sana. Keluarga bahagia itu tidak suka melihat Ana ada di tengah tengah mereka sebab ia di anggap merusak momen bahagia mereka, oleh karena itu ia dengan hati yang pilu dan mata berkaca kaca membalikan badannya meninggalkan tempat itu dan tidak jadi dengan tujuan utamanya yang ingin sarapan pagi. Ia menghela napas dan tersenyum simpul.
__ADS_1
Misla yang sedang tergelak dengan cerita ayahnya itu menatapa kearah tempat Ana berdiri tadi. Ia langsung menghentikan tawanya yang sudah berada di puncak, kemudian perempuan tersebut menyeringai melihat Ana yang berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
"Kenpa Mis?" Tanya sang mama heran melihat Misla tiba tiba menghentikan tawa nyaringnya.
Misla memutar kepalanya kearah Toni, "Bukannya itu Ana ya pa?"
Toni yang mendengar penuturan dari sang putri langsung memandang kearah yang Misala tunjuk tadi.
"ANAAA!"
Ana yang mendengar sebuah suara yang memanggil namanya itu pun membalikan tubuh kearah meja makan tersebut.
"Ada apa pa?"
"Dari mana kamu malam tadi?"
_____________
**TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN
IG: amandaferina6
FB: Nda
LIKE LIKE LIKEEE**
__ADS_1