
wellcome back my story
jangan lupa like dan comen
by: Amanda
happy reading all
___________
Ana merutuki dirinya sendiri karena terlambat pergi ke sekolah sebab ia semalam sangat menikmati tidurnya di kamar yang sudah lama ia tinggalkan dan tidak pernah ia tiduri lagi, oleh karena itu ia sangat nyenyak tidur malam tadi hingga telat bangun pagi.
Perempuan itu terus berlari kearah sekolah setelah membayar uang taksi yang di tumpangi tadi. Ana yang tidak bisa mengontrol kecepatan larinya sehingga ia pun menabrak sosok laki laki yang menjulang tinggi sedang berdiri di depan pintu gerbang yang sudah tertutup.
Brukkkkk
Ana menabrak orang tersebut dengan keras sehigga orang yang di tabrak maupun dirinya terjatuh, dengan posisi Ana yang berada di atas dan orang tersebut berada di bawah wanita itu, mata mereka bertemu pandang dengan kurun waktu yang cukup lama.
Ana melotot saat ia mengetahui siapa orang yang berada di bawahnya ini, Ana menatap orang tersebut dengan tidak percaya jika ia akan berusrusan dengan orang yang berda di bawahnya ini lagi, sebenarnya Ana sudah sangat bosan terus menerus bertengakar dengan orang yang sangat ke pedean tingkat atas.
Dika merupkan laki laki orang yang di tabrak Ana tadi juga sangat kaget saat melihat seorang perempuan yang sedang berada di atas tubuhnya yang telentang dan tangan cewek itu yang mencengkram kedua tangannya di samping.
Entah mengapa sangat tidak sudi sekali rasanya Dika melepaskan tatapan matanya dari ciptaan tuhan yang sedang tepat berada di atas dirinya dan juga sedang menatap dirinya. Sungguh Dika sangat terperangah atas kecantikan wajah yang di miliki Ana.
Dika mengerjapkan matanya saat ia menyadari sedang memuja Ana orang yang sangat ia musuhi di dalam hidupnya. Sontak saja Dika langsung mendorong Ana, sehingga cewek itu terjungkalak kebelakang dengan kasar sehingga terduduk di atas Tanah.
Dika langsung bangun dari baringnya dan berdiri dengan angkuh seolah olah tidak terjadi apa apa dan menatap sinis kearah orang yang telah menabraknya tadi yaitu Ana.
Sedangkan Ana yang di tatap langsung melayangkan tatapan nyalang kearah Dika untuk membalas tatapan laki laki itu yang menatap dirinya tidak suka.
"Apaa," ujar Ana pura pura ketus kepada Dika dan berdiri dari duduknya.
"Apaan apanya. Seharusnya gue yang nanya lo, nagpain lo nabrak gue tadi, apa lo mau liat muka gue dengan jelas dari dekat?"
"Enak aja lo ngatain gue kalau gue pengen liat muka lo yang sebelas dua belas mirip monyet, sorry lah ya gue gak mau," ujar Ana dengan memandang remeh Dika yang berada di depannya.
__ADS_1
Dika mendekatkan wajahnya dengan Ana, dengan jarak yang cukup dekat yaitu 5 cm, Dika sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk memandang wajah Ana yang lugu dengan jelas, ia jadi sangat penasaran terhadap Ana orang yang selalu ia bully setelah ia bertatap mata saat jatuh tadi, entah perasaannya saja atau bukan, jika setiap ia menatap mata hazel Ana ada sebuah getaran di hatinya.
Sedangkan di sisi lain, Ana yang melihat Dika mendekatkan wajahnya dengan dirinya pun menjadi gugup, jantung Ana dua kali berdetak lebih cepat dari biasanya sehingga tanpa ia sadari mukanya telah memerah seperti tomat muda.
Dika yang melihat perubahan wajah Ana pun rasanya sangat ingin tergelak. Baru di gituin, Ana sudah salah tingkah tidak karuan apa lagi kalau misalnya ia cium, mungkin Ana akan pingsan seketika.
"Ternyata manis juga ya orang yang lagi salting, dan manisnya melebihi gula aren."
Ana yang mendengar pernyataan Dika langsung menangkup wajahnya yang sudah memereah sedari tadi tanpa ia sadari untuk menyembunyikan rona merah yang terdapat di wajahnya.
'Duh kenapa sih gue bisa ketahuan blusshit gini sih, kan jadi malu,' kata hati Ana yang juga sedang salah tingkah.
"Apaan sih Dik, awas aja lo ya kalau mau ngerjain gue lagi,"
"Siapa sih Na yang mau ngerjain lo, gue lagi gak mood kali mau ngerjain lo. Jadi lo jangan kegeeran jadi orang," kata Dika sembari menjauhkan kepalanya dari wajah Ana.
Ana menepuk kepalanya, ia baru ingat kalau dirinya tadi sedang terlamabat pergi kesekolah. Dengan cepat ia menatap kearah gerbang yang sudah di kunci oleh satpam.
Ana langsung melirik kearah Dika dengan napas yang memburu dan pandangan yang mematikan dari cewek itu, karena ia berpikir kalau penyebab ia terlambat adalah Dika yang selalu mencari masalah kepada dirinya.
"Apa," kata Dika yang menyadari kemarahan Ana yang di tunjukan kepadanya.
"Kok jadi salah gue, jelas jelas ni gerbang udah tutup sebelum lo nabrak gue," ujar Dika meluruskan pikiran Ana yang berpikir kalau ialah yang menjadi penyebab cewek itu terlambat.
"Trus kita harus gimana," ujar Ana yang mulai merasakan cemas tentang ia yang tidak mengikuti Upacara, jika ketahun guru BK habis lah ia kena hukum.
"Yah nungguin sampai ni gerbang kebuka lah," jawab Dika dengan santainya, tanpa memikirkan dan melihat perubahan wajah Ana yang sangat kesal.
Ana melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya yang berwarna hitam, What masa ia harus menunggu selama tiga puluhan menit di sini.
"Maksud lo kita berdiri di sini sampai gerbang di buka dan gue udah jadi ikan asin yang siap di goreng," kata Ana kesal kepada Dika yang selalu saja membuat emosinya tidak terkontrol.
"Kalu gitu lo ikut gue," kata Dika seraya menarik tangan Ana menjauh dari situ dan agar mengikuti dirinya.
"Woy lo mau bawa gue kemana," ronta Ana yang berusaha melepaskan genggaman tangan Dika yang berda di pergelangan tangannya. Ana dengan terpaksa mengekori Dika dari belakang sambil berlari karena ingin mensejajari jalan Dika yang cukup besar langkahnya.
__ADS_1
"gak usah bawel, ikutin aja gue ."
"Iye, iye boss."
*********
"Dik, kalu kita ketahuan sama guru gimana," ujar Ana takut takut saat ia mengendap endap di belakang sekolah yang hendak menuju kantin, karena Dika mengajak dirinya untuk kemarkas Dika biasanya nongkrong untuk membolos saat jam pelajaran yang ia tidak sukai.
"Makanya lo jangan berisik supaya gak ketahuan," ujar Dika memberikan solusi kepda Ana yang takut ketahuan oleh guru, dan agar mereka tidak ketahuan tidak mengikuti upacara bendera dan malah membolos di kantin.
Mereka jadi bisa masuk kedalam sekolah karena Dika mengajak Ana memanjat tembok belakang yang ia gunakan saat ia telat datang kesekolah beserta teman temannya. Mulanya Ana menolak namun akhirnya ia menyetujui pemikiran gila laki laki itu.
"Siapa sih yang berisik, lo aja yang dari tadi berisik, ngomel mulu."
"Gue lagi baik mau bantuin lo, coba lo ingat sejak kapan sih gue pernah baik ke elo, jadi jangan di buang kesempatan ini dengan sia sia, manfaatin kebaikan gue ngapa," ujar Dika yang menuntun Ana berjalan dengan hati hati agar tidak menimbulkan bunyi nyaring.
"Siapa sih yang mau minta bantuan lo,gue gak ada minta tuh," ujar Ana kesal dan menatap jengkel Dika.
"Yaudah Lo gak usah ngikutin gue," ujar Dika yang sudah kesal kepada Ana yang terus saja nyerocos ini itu dari tadi.
"Yaudah," balas Ana dengan menatap kesal Dika, ia memasang muka jutek dan membalikan tubuhnya untuk pergi menjauh dari Dika.
Namun yang ia dapatkan saat membalikan tubuh adalah seorang yang sangat ia takuti yaitu guru BK sedang menagamati interaksi mereka sedari tadi.
Ana menelan slivanya dan tersenyum kikuk kearah guru tersebut untuk mencairkan suasana yang menegangkan antara dirinya dan ibu Fira guru killer SMA tersebut. Ana sangat kesal sekali kepada Dika yang tidak memberitahukan kalau guru BK ada dk belakangnya.
"Eh ibu," sapa Ana untuk memecahkan ketegangan yang sedang berlangsung.
"Kalian berdua ikut saya kelapangan," ucap guru killer tersebut kepada Ana dan Dika,tanpa menghiraukan perkataan tidak bermutu dari Ana tadi.
_________
Tbc
jangan lupa like dan comen
__ADS_1
ig:amandaferina6
fb: Nda