SURAT CINTA UNTUK....?

SURAT CINTA UNTUK....?
Part 42


__ADS_3

3 Tahun kemudian


Ana menatap ke arah depan. Pemandangan indah yang menyambut dirinya. Ia baru saja pulang dari kuliah. Kini sudah hampir memasuki tahun ke empat dirinya berada di Inggris.


Dan selama itu pula ia belum pernah berkunjung ke Indonesia karena larangan dari orangtuanya serta ia memiliki padatnya jadwal belajar serta praktek. Ama mengambil jurusan sastra meskipun jurusan yang ia ambil membuat kontroversi di dalam keluarganya.


Vanessa dan Toni jelas menantang keras keinginan Ana. Mereka menganggap jika sekolah bagian sastra tidak akan membuat seseorang bisa sukses dan susah mendapatkan pekerjaan. Namun Ana yang tidak mau kalah tetap bersesi tegang dengan kedua orang tuanya.


Pada akhirnya Ana pun berhasil memilih jurusan yang ia inginkan meskipun masih mendapatkan intimidasi dari kedua orang tuanya. Apalagi mislah anak kebanggaan serta anak emas orang tuanya tersebut juga sering ikut-ikutan menghina jurusan yang ia ambil dan membandingkan keahliannya di bidang kesehatan.


Ana tidak pernah ambil pusing. Ia yakin kalian yang ia miliki akan memberikannya jalan kesuksesan lebih dari kakaknya.


Hanya keyakinan yang diemban oleh Ana selama ini. Selain menekuni di bidang sastra Ia pun juga sangat merindukan tanah airnya Indonesia. Lebih iya belum berhubungan dengan Dika selama 3 tahun ini. Penasaran bagaimanakah pria itu sekarang?

__ADS_1


"Dika," lirih Ana sambil memejamkan mata. Lagi-lagi ia teringat dengan sosok dia itu. Pria yang telah berhasil mengacaukan hatinya.


Dan pria yang membuatnya tak rela meninggalkan Indonesia. Ana mengambil ponselnya lalu membuka layar ponsel itu. Ia sudah membuat akun baru dan juga mengganti nomornya. Agar tidak ketahuan oleh Dika Ana memakai nama samaran.


Cewek itu mengfollow instagram milik Dika. Dan memantau kegiatan pria itu dari Instagram milik cowok tersebut. Sayangnya Ana harus mendesah panjang dan berarti bahwa Dika selama ini tidak sesuai dengan harapan Ana.


Cowok itu menjadi sangat liar. Iya uring-uringan dan juga sering melakukan dugem. Tak jarang Dika selalu memposting setiap hari dengan wanita yang berbeda.


Rasa sakit menjalar di hati Ana. Wanita itu merasa tidak rela, namun apakah berhak dirinya untuk merasa cemburu?


"Sudah 3 tahun aku tak melihat mu secara langsung. Aku merindukan mu. Tapi aku tak punya kuasa untuk memiliki hati mu."


Kemudian Ana memejamkan matanya. Wanita itu mendesah panjang.

__ADS_1


Ia tak sanggup melihat story milik Dika. Hatinya sangat teriris setiap kali melihat story milik pria tersebut.


Tak terasa Aurora menangis. Apakah Dika masih ingat dengan dirinya? Tidak hanya memikirkan Dika, Ana juga sangat merindukan kedua sahabatnya yang selalu bersamanya.


Cika dan Lona. Tidak ada kabar dari kedua orang itu. Ana hanya memantau dari akun sosial media. Ia sangat bahagia ketika tahu bahwa Cika dan Lona masuk ke universitas Gajah Mada yang sangat diimpikannya. Tampaknya mereka juga telah memiliki teman baru selain dirinya.


"Akhirnya kalian bisa mencapai keinginan kalian. Meskipun kalian dulu tidak pernah belajar dengan benar, tetapi semoga kalian dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik."


Ia tahu betul sifat dari kedua temannya. Teman-temannya itu memang agak kesulitan dalam belajar, namun tidak bisa dipungkiri mereka memiliki otak yang sangat cerdas.


_________


Tbc

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA


__ADS_2