
Wellcome back
jangan lupa like dan comen
Happy reading all (~¿~)
TYPO BERTEBARAN
---------
UNVERSITAS INDONESIA
----------------------
Seseorang dengan emosi yang tinggi mencengkram ponsel VIVO miliknya dengan kuat seolah olah ia sedang menggambarkan amarah yang sudah meletus letus di dalam dirinya.
Ia kemudian memutuskan sambungan telpon dengan pihak yang berada di seberang sana. Sesaat kemudian ia menatap sahabat yang selalu menemani dirinya kemana pun yang sedang duduk di belakang ia dengan kaki kanan yang di letakan ke paha.
"Kenapa?" Tanya sahabat nya.
"Mereka nggak berhasil buat kaki tu anak patah!" Ujar orang itu dingin dan ikut duduk di sebelah temannya tersebut.
"Maksud lo Ndre?" Ujar orang tersebut yang mana nama yang ia miliki adalah Reno, dengan bingung.
"Ck- Lo gak paham juga Ren, biasa selalu gagal," ujar Andre dengan menyelipkan sebatang rokok kedalam mulutnya, kemudian ia membakar ujung rokok tersebut.
"Sumpah gue gak ngerti maksud lo Ndre! Gue tau kalau dia nggak berhasil menjalankan misinya, tapi yang buat gue nggak ngerti ialah, kenapa mereka semua gak berhasil menjalankan misi yang telah kita percayakan?" Tanya Reno dengan menatap intens indera penglihtan Andre.
__ADS_1
Andre menjauhkan rokok dari bibirnya dan kemudian ia menatap Reno yang sedang menunggu penjelasan darinya untuk menjelaskan mengapa mereka sampai gagal melakukan misinya.
Andre sengaja menjeda beberapa menit untuk membuat laki laki itu penasaran dan bertekuk lutut untuk memohon kepadanya agar di jelaskan. Andre tau bahwa saat ini Reno sedang was was setengah mati karena malam esok ia akan bertanding dengan Dika untuk mengambil motornya Reyhan yang berada di tangan Reno saat sekarang ini.
Sebenarnya motor Reyhan telah di jual oleh Reno karena ia terdesak masalah ekonomi. Padahal di perjanjian yang di buat kemarin saat Dika bertemu dengan Reno beberapa hari yang lalu tidak di benarkan bahwa Reno menjual motor Reyhan, Namun jika Reno tetap melanggar perjanjian tersebut maka Reno harus menyerahkan motor miliknya.
Bisa di katakan jika motor Reno tersebut merupakan sebuah motor kesayangnnya karena di motor tersebut tersimpan jutaan kenangan yang berharga milik cowok itu. Maka dari itu Andre membantu Reno agar ia menang dalam pertandingan tersebut dengan cara membayar beberapa siswa yang satu sekolah dengan Dika untuk mematahkan kaki cowok itu, tapi sayang tidak berhasil.
"Ndre jelasin ke gue dong," mohon Reno dengan muka yang penuh harap kepada Andre.
Andre yang melihat wajah lirih Reno menjadi kasihan kepada cowok itu. Reno saat ini sedang krisis ekonomi karena keluarga Reno sedang gulung tikar alias bangkrut.
"Mereka menghentikan aksinya karena hanya ketahuan telah memukuli Dika oleh seorang perempuan. Kata mereka lagi ialah perempuan tersebut nanti bisa melaporkan ke guru, jadi mereka menghentikan aksinya. Tapi mereka juga berhasil membuat Dika sedikit lumpuh," jelas Andre dengan tertawa pelan karena bisa bisanya ia membayar orang yang lemah seperti orang bayarannya tadi untuk memukuli Dika.
"Dasar banci. Kok lo bisa ngebayar orang yang seperti itu sih Ndre?"
"Gue juga gak tau kenapa bisa dapat orang yang kaya mereka," jawab Andre mengangkat kedua bahunya.
"Lo tenang aja, gue pasti bantuin lo sebisa gue," ujar Andre menepuk bahu Reno untuk menenangkan perasaan Reno yang sedang membucah tak jelas.
Reno menatap kearah Andre dan menerbitkan senyuman di sudut bibirnya. "Terimakasih."
Andre beranjak dari situ dan pergi meninggalkan Reno di kantin di kampus mereka.
Andre berjalan kearah parkiran di mana mobilnya terparkir di sana. Ia mendekati mobil SUV miliknya dan selanjutnya ia membuka pintu mobil tersebut seraya masuk kedalam mobil itu dan duduk di bagian kemudi.
Andre mengeluarkan mobilnya dari parkiran dan melajukan mobil tersebut kearah padatnya jalanan Jakarta.
__ADS_1
Dengan pelan ia mengendarai mobilnya menikmati pemandangan yang berjejer di sisi jalanan, sangat beragam pemandangan yang ia jumpai di jalannan ini. Ia menikmati angin sepoi sepoi yang menerpa dirinya sehingga tercipta sensasi dingin yang di rasa tubuhnya. Ia sengaja membuka kaca mobil karena ia ingin menikmati kota Jakarta.
Netra Andre tak sengaja menangkap seorang yang sedang mendorong motornya. Di lihat lihat orang yang berjenis kelamin perempuan dan mengenakan seragam yang sama dengan seragam sekolah Dika membuat ia menyimpulkan jika perempuan itu satu sekolah dengan Dika.
Ia yang semula tak berniat menolong perempuan tersebut pun akhirnya hati laki laki itu tergetuk untuk menolong wanita itu setelah ia melihat perempuan yang ia tak ketahui namanya tersebut mengusap keringatnya karena terlihat sekali dia sedang kelelahan.
Andre menjalankan mobilnya mendekati orang tersebut yang sedang berhenti mendorong motor yang sepertinya sedang mogok, jika di perhatikan perempuan tersebut memberhenti kan kegiatanya adalah karena ia ingin mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan kembali mendorong motornya.
Andre menepikan mobilnya di samping motor perempuan tersebut. Kemudian ia keluar dari mobil dan berjalan mendekat kearah perempuan yang ternyata adalah Ana.
"Kenapa dengan motor lo?" Tanya Dika.
"Ini motor gue mogok setelah isi bensin di pertamina di sana," tunjuk Ana kepada persimpagan tempat ia mengisi bensin tadi.
"Kayanya bensin tersebut nggak bagus!" Tutur Andre dengan mengembangkan bibirnya membentuk senyuman.
"Sepertinya," ucap Ana.
"Kalau gitu lo ikut gue aja, biar gue antar sampai depan rumah lo. Tenang aja lo tinggal tunjukin alamatnya, dan untuk motor lo biar supir gue yang bakal bawa ke bengkel," kata Dika meyakinkan Ana yang sedang berpikir.
Setelah memikirkan apa yang ia bakal jawab kepada laki laki ini pun ia mengucapkan pilihannya, "Yaudah kalau gitu."
Andre yang mendapat respon positif dari Ana pun langsung mengembangkan senyumannya, ia pun berjalan kearah mobil dan membukakan pintu untuk mempersilahkan Ana masuk kedalam.
Ana yang melihat Andre membukakan pintu mobil untuknya pun masuk kedalm mobil milik cowok itu dan memposisikan dirinya di bagian samping kemudi.
Andre pun mengitari mobilnya dan masuk kedalam mobil tersebut. Setelah itu ia menghidupkan mesin mobil dan melajukannya kepada alamat rumah Ana yang di arahkan oleh perempuan itu.
__ADS_1
----------
Tbc