
Ana semalaman tidak bisa tidur melihat pria itu bersamanya. Ia menghela napas dan membiarkan Dika tidur bersamanya.
"Dika. Lo pulang gih, lo punya apartemen sendiri kok malah ke tempat gue," ujar Ana tidak terima karena pria itu malah menguasai rumahnya.
Dika seolah tak mendengar keluh kesah yang diucapkan oleh Ana. Pria itu malah bermain game dan tidak peduli dengan dumelan Ana.
Ana terus menghentakkan kakinya kesal. Diusir secara halus pun Dika tidak mempan. Lantas apakah ia harus mengusirnya secara kasar? Apakah yang harus memukuli pria itu dulu baru Dika akan pulang.
Terdengar kejam, tetapi kita tidak begitu Dika terus akan berada di rumahnya dan Ana tidur dengan tenang. Yang ada malah ia tak akan tidur. Sementara besok ia harus kuliah.
"Dika pulanglah, gue pengen tidur. Lo tahu kan cewek dan cowok itu nggak boleh sekamar."
"Ya gue tahu. Itu kalau misalnya di Indonesia, udah gue bilang kan kalau kita ada di Inggris jadi lo gak usah khawatir digerebek warga."
Bukan itu yang dimaksud oleh Ana. Tetapi jika pria itu ada maka ia akan menjadi parasit. Ana mengigit bibirnya mencari cara agar Ana bisa mengusir pria tersebut.
Ana kehabisan ide. Apa ia panggil saja Joe agar pria itu mengusir Dika. Tetapi pria itu pasti sudah tidur.
"Dial lo kok malah ke rumah gue malam-malam kaya gini, gabut banget kayanya hidup lo."
Dika menghembuskan napas kasar. Ia melempar ponselnya dan menatap wanita itu dengan tajam. Ia menganggukkan kepala.
"Lo dari tadi ngoceh mulu pusingin gue dengannya. Gue di sini karena gue mau."
"Tapi kenapa harus di apartemen gue juga?" heran Aurora yang merasa tidak terima.
"Balik lagi, KARENA GUE MAU!"
Ana menggeram kesal. Ia lebih dulu masuk ke dalam kamar dan ingin mengunci kamarnya, tetapi Dika malah ikut masuk ke dalam kamarnya.
"Dika apa yang lo lakuin hah? Ini kamar gue, lo mau ngapain njer!!"
"Serah gua lah, gue pengen tidur. Udah malam."
Ana mendorong tubuh Dika. Ia sangat terkejut mendengar ucapan pria itu. Sepertinya Dika memang sudah kehilangan akal. Bahkan pria itu bisa dengan enteng mengucapakan hal tersebut.
"Dika lo apa-apaan ini kamar gue. Gak-gak lo kalau mau tidur di luar aja jangan ke kamar gue," usir Ana kepada Dika.
Demi apapun Ana juga tidak pernah tidur dengan seorang pria. Dan kini Dika ingin tidur di kamarnya. Ana tidak akan membiarkan pria itu begitu saja.
"Santai aja kali, anggap aja lagi simulasi berumah tangga." Mulut anak terbuka mendengar ucapan pria itu.
Ana mengepalkan tangannya dan mendorong tubuh Dika. Dika sudah tidak terselamatkan.
"Lo kayaknya udah gila banget deh."
Tangan Ana yang mendorong tubuh Dika lantas oleh pria itu dicengkram dengan kuat hingga Ana tidak dapat melepaskan tangannya.
__ADS_1
Wanita itu pasrah dengan keadaan dan membiarkan Dika melakukan semaunya.
"Gue kaya gini juga karena lo Ana."
Ana terkejut mendengar ucapan pria itu. Apa yang baru saja Dika ucapkan? Karenanya? Lantas ada apa dengan dirinya? Kenapa Dika menyalahkannya?
"Kenapa karena gue segala dah."
Dika memperhatikan Ana dengan seksama. Pria itu menyentuh wajah Ana dan tiba-tiba air mata jatuh dari wajah pria itu yang mengejutkan Ana.
"Dika," ucap Ana tidak percaya.
"Lo udah puas kan? Udang ninggalin gue, dan sekarang lo sama pria lain. Selama tiga tahun Na gue nunggu lo dan cari-cari lo hingga akhirnya gue ketemu dengan lo. Orang yang gue chat kemarin itu lo, kan? Gue tau itu lo."
Ana menahan napasnya. Tiba-tiba dadanya sangat sakit. Ternyata Dika mengingat semuanya. Tapi kenapa Dika berpura-pur seolah tidak mengenal dirinya hari itu.
"Dika lo beneran masih ingat gue?" Dika mengangguk dan memeluk tubuh Ana.
Ana tersenyum bahagia. Jadi doa-doanya selama ini diijabah oleh Tuhan.
"Lo beneran ingat gue rupanya. Gue kira lo beneran lupa sama gue."
"Gimana mungkin gue ngelupain lo Na. Gue udah baca surat kemarin. Da gue hari ini mau mengatakan kalau gue juga suka sama lo."
Ana tak dapat menahan perasaannya. Wanita itu merasakan jika dadanya berdetak sangat hebat dan tak mau berkompromi dengannya.
"Apa sayang?" Pertanyaan Dika sama saja mengejutkan Ana. Ini adalah kali pertamanya Dika memanggilnya seperti itu.
"Dika," lirih Ana sambil menyembunyikan kepalanya di dada bidang pria itu.
"Kenapa sih? Kenapa lo jadi malu-malu gini? Santai aja kali, ntar lo juga bakal sering gue giniin."
Ana terkejut dan memukul dada pria itu. Dia mundur beberapa langkah dan menatap tajam Dika.
Dika terkekeh dan memeluk Ana. "Kenapa? Apa yang gue katakan itu benar bukan."
"Tapi...."
"Udah-udah dan sekarang kita jadian. Gue gak nyangka kalau lo suka sama gue."
"Dih," ujar Ana merasa jijik dengan pria ini.
"Lah jadi kita gak jadian."
"Pikir aja sendiri."
"Nolak gue?"
__ADS_1
"Bodoh," ucap Ana yang terlampau kesal kepada Dika.
"Fix sih mulai sekarang lo jadi pacar gue."
Dan keduanya pun tertawa bersama-sama. Akhirnya cobaan yang selama ini mereka dapatkan berakhir dengan kebahagiaan.
"Tapi kenapa lo waktu itu malah lupa sama gue? Lo tau nggak kalau gue rindu banget sama lo! Download malah ngelupain gue waktu itu."
Dika menarik napas. Ia mengingat kembali ketika Ana untuk pertama kalinya minatnya kembali.
"Karena gue nyangka lo sama si Joe itu pacaran."
"Dia temen gue."
"Tapi dia suka sama lo," ucap Dika.
"Hah?" tanya Ana yang merasa tidak percaya bahwa Joe menyukai dirinya.
"Lo serius Dika? Gak mungkin lah."
"Bodoh banget sih lo, masa gini aja lo gak tau. Kalau lo terus begini, yang ada lo bakal dibodoh-bodohin. Sadar Ana, Joe itu suka sama lo."
Anak pun berpikir sebentar. Jika benar bahwa Joe menyukai dirinya, sepertinya hubungan pertemanan tidak bisa berlanjut lama.
Namun Ana tetap saja tidak tega membiarkan Joe sendirian. Bagaimanapun juga Joe sudah banyak membantu dirinya.
"Kalau benar apa yang lo bilang, mulai besok kita katakan hubungan kita sebenarnya kepada Joe.".
"Hm." Ana memandang pria itu yang baru saja baru chat dingin.
"Kenapa?"
"Kita udah pacaran kenapa harus pake lo gue?"
"Jadi?"
"Aku kamu."
"Me and you."
"Boleh juga."
Keduanya lantas tertawa bersama. Ana yang semula menolak Dika tidur di kamarnya membiarkan pria itu tidur di sana. Lagipula banyak hal yang ingin diceritakan Ana kepada kekasihnya tersebut.
__________
Tbc
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA