Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Keluarga Kecil


__ADS_3

Alfian melihat sebuah pesan masuk, saat akan naik ke atas motor. Sebuah nomer asing, tak di kenalnya hanya gambar profil motor sport, yang Alfian kenal. Terlihat sebuah senyuman, saat membaca pesan yang di kirim dari Clarisa.


From: 0812345xxxx


Hati - hati di jalan


To : 0812345xxxxx


Ya


Pesan pun terkirim dan langsung di baca oleh Clarisa, tapi Alfian tidak langsung membalas lagi, karena harus segera berangkat.


Clarisa tersenyum, saat Alfian membalasnya walau hanya singkat. Saat itu Kemal masuk, dan Clarisa langsung menaruh ponselnya.


"Abang nongkrong di mana?" tanya Clarisa.


"Nongkrong di depan, di warung kopi." jawab Kemal langsung rebahan di samping Clarisa.


"Dek, Abang boleh tanya nggak?"


"Tanya apa Bang?"


"Kamu bisa dekat sama Tri, gimana ceritanya?"


"Kan Abang tahu sendiri, kalau Cla itu kenal karena sering di tilang."


"Dia suka ya sama kamu?"


"Mana gua tahu Bang, Cla sih anggap teman."


"Dia ganteng loh, Abang juga setuju sama dia. Abang tuh kenal sama dia, karena kakak nya dulu sama - sama waktu pendidikan. Dia itu sempat daftar Tentara, tapi tidak lulus. Terus dia itu coba masuk Polisi terus lulus."


"Pantas, Abang kenal."


"Sama anggota lain juga kenal, kamu kalau nikah sama Tri, orang tuanya baik. Tidak seperti mantan mertua Abang, kamu bakalan di manja."


"Sok tahu."


"Eh benar loh, Abang pernah main ke rumahnya. Orang tuanya baik banget, bahkan kakak ipar si Tri kata suaminya, benar - benar di ratu kan."


"Ya bagus dong, nanti siapa calon Bang Tri, pastinya sangat beruntung." ucap Clarisa.


Malam pun semakin larut, Kemal tidur disebelah adiknya. Kemal yang sudah pulas, sedangkan Clarisa tidak bisa tidur. Clarisa mencoba mengecek chat milik Alfian, dan ternyata masih online.


"Dia sedang chat an sama siapa ya? kok masih online." ucap Clarisa pelan.


Clarisa mencoba mengirim pesan pada Alfian, dan beberapa kali pesan tersebut di hapus.


To : Alfian


Malam - malam gini, lagi chat sama siapa?


Pesan pun terkirim, namun hanya di baca dan tidak di balasnya. Clarisa menunggu hampir 30 menit, dengan rasa kantuk yang di tahan nya.


"Dia hanya di baca, tidak balas." ucap Clarisa.


Tak lama suara dering ponsel Clarisa berbunyi, dan Alfian menelepon Clarisa lantas Clarisa reject panggilan telepon dari Alfian.

__ADS_1


To : Alfian


Harus ya telepon?


Tidak bisa chat saja, Bang Kemal sudah tidur .


Pesan terkirim dan langsung di baca oleh Alfian, namun tidak langsung di balas. Clarisa menunggu hingga dirinya menguap, sudah hampir 30 menit tak terasa mata tak kuat untuk terjaga dan akhirnya Clarisa memilih tidur, dengan menyingkirkan tangan Kemal terlebih dahulu yang menguasai tempat tidur.


***


Alfian yang saat itu sedang sibuk, karena ada laporan masuk kasus curanmor dan pelaku berhasil tertangkap. Sehingga lupa untuk membalas chat dari Clarisa. Saat melihat jam di ponselnya, sudah pukul 3 pagi, dan akan membalas pesan dari Clarisa namun di urungkan.


"Dia pasti sudah tidur." ucap Alfian.


Saat itu ponselnya berbunyi, sebuah nomer yang di kenalnya. Dan langsung Alfian angkat, telepon tersebut.


"Hallo."


"Bang, saya sedang di kereta. Pukul 6 pagi, kami sampai." ucap seorang wanita dari seberang.


"Kamu kenapa tidak bilang, kalau kamu mau kesini?"


"Moza mengamuk Bang, ingin ketemu sama kamu. Bahkan ingin, merayakan ulang tahun sama kamu."


"Iya, nanti Abang jemput."


"Ya Bang. "


Telepon pun terputus, Alfian lantas berjalan ke arah masjid, untuk melaksanakan shalat malam.


****


"Moza kangen sama Papah."


"Papah juga sayang, kan Papah bilang. Saat ulang tahun Moza minggu depan, Papah akan pulang." ucap Alfian dengan mengangkat tubuh Moza.


"Moza maunya sekarang." ucap Moza dengan memajukan bibirnya.


"Moza nangis Bang, dia marah. Kata Ibu, suruh di antarkan saja." ucap Kamela.


"Kalau kalian bilang, Abang kan pesan kan tiket." ucap Alfian.


"Nggak apa - apa kok Bang."


"Tempat Abang sempit, maaf ya kalau nanti tidak nyaman."


"Tidak apa - apa Bang."


****


Clarisa sudah menunggu di depan pintu, sambil pura - pura menyapu, karena ingin bertemu dengan Alfian. Saat itu Alfian datang, namun ada seorang anak kecil dan wanita, yang berboncengan dengannya.


"Nah ini tempat tinggal Papah." ucap Alfian.


"Papah." ucap Clarisa pelan.


Clarisa tersenyum ke arah Alfian, namun Alfian hanya meliriknya tidak dengan wanita yang di belakang Alfian yang tersenyum menyapa.

__ADS_1


Clarisa hanya berdiri mematung, saat tahu pria yang di sukainya sudah memiliki anak dan istri. Terlihat gadis kecil itu, selalu bergelayut manja dengan Alfian. Saat Alfian tahu, Clarisa menatapnya Alfian langsung menutup pintu kamarnya.


"Dia sudah memiliki anak dan istri! "


Clarisa langsung masuk kedalam kamar kostnya, dengan membanting pintu kamar. Sehingga membuat, Kemal tersentak kaget saat baru keluar dari kamar mandi dengan seragam lengkap.


"Kamu buat kaget saja, kalau Abang jantungan gimana?" tegur Kemal.


Clarisa diam dan memukul bantalnya, lantas melemparkan ke sembarangan arah. Dan hampir mengenai, Kemal yang berdiri di depannya.


"Kamu kenapa sih? pagi - pagi udah asem gitu wajahnya, sudah jelek tambah jelek."


"Diam Bang, jangan banyak bicara." bentak Clarisa.


"Kenapa sih nih bocah? salah makan kali ya." ucap Kemal sambil geleng - geleng kepala.


***


Hahahahaha


"Geli Papah, hahahah.. geli." ucap Moza saat Alfian terus menggelitik perut putrinya.


"Moza mau hadiah apa?" tanya Alfian.


"Moza ingin di belikan mainan yang banyak." jawab Moza.


"Kalau mainan yang banyak, nanti susah bawa pulangnya. Papah kan nggak bawa mobil, Papah kesini naik motor. Kalau bawa mobil, kan enak."


"Yaudah beli disana saja."


"Iya, nanti Papah kasih uangnya, sekarang kita rayakan sama - sama ulang tahunnya, Moza mau hadiah apa lagi?"


"Mau apa ya?" ucapnya sambil berpikir.


"Mau Mamah sama Papah." ucap polos Moza.


"Yang lain dong sayang, itu kan bukan hadiah." ucap Kamela.


"Ya mau sama Mamah Papah, jalan - jalan, makan terus itu mainan yang banyak."


"Beli satu dulu ya, sisanya nanti beli disana."


"Iya."


Alfian melihat Clarisa keluar dari kamarnya, menatap ke arah kamarnya. Lantas Clarisa kembali masuk, Alfian hanya diam dan mengalihkan pandangannya lagi.


****


"Hati gua sakit banget, lihat dia bahagia sama istri dan anaknya. Masa gua harus jadi pelakor, sudah anaknya lucu gitu. Masa gua tega, pisahkan emak bapaknya." ucap Clarisa sambil memakan keripik dari dalam toples.


Hiks.. hiks.. hiks..


"Kenapa yang ini nyesek banget, waktu putus sama Sandi nggak nangis tuh malah sekarang nangis, hiks.. hiks.. " ucap Clarisa terisak.


Lantas ponsel Clarisa berbunyi, dan terlihat nama Alfian mengirim sebuah pesan. Lantas Clarisa mengabaikannya.


"Ngapain lagi tuh orang, pake chat gua? bukannya hargai istri, hiks.. hiks.. dasar cowok brengsek."

__ADS_1


.


.


__ADS_2