Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Pendekatan


__ADS_3

Clarisa baru saja sampai di kelasnya, saat itu ada sebuah pesan masuk, Clarisa langsung membacanya, dan ternyata nomer telepon semalam.


"Ini siapa sih?" ucap Clarisa kesal.


From : 081567xx77


Lagi ngapain?


Clarisa tidak membalasnya, dan lebih memilih mematikan ponselnya. Lantas dosen pun masuk, dan Clarisa langsung menyerahkan tugasnya.


Sedangkan Marvel berusaha menghubungi Clarisa namun ponselnya tidak aktif. Marvel pun membuka galeri ponsel, melihat wajah Clarisa yang cantik alami.


"Ini cewek sombongnya kebangetan, tapi saya suka cewek seperti kamu. Tidak gampang tergoda, saya pasti dapatkan kamu." ucap Marvel.


"Woy, ngomong sendiri." tegur Wahyu dan langsung Marvel memasukan ponselnya kedalam saku jaketnya.


"Pulang penyamaran, tingkah kamu jadi aneh!" ucap Wahyu tertawa.


"Aneh kenapa? biasa saja."


"Kayaknya tadi sekilas, photo cewek deh. Siapa tuh?"


"Ada deh."


"Oh gitu ya, main rahasia segala."


"Ok saya ceritakan, saya itu naksir sama itu perempuan. Pokoknya, jatuh cinta pada pandangan pertama."


"Cantik nggak?"


"Cantik lah, masa nggak cantik. Dia itu apa ya, baru pertama ketemu, langsung ngangenin gitu."


"Cewek model tipe seperti apa sih?"


"Pokonya, kalau kamu tahu pasti kamu juga terpesona."


"Iya secara menurut mata kamu cantik, tapi tidak menurut pandangan saya. Kamu kenal di mana sama dia?"


"Saya itu kenal sama dia, dia sih biasa saja kali ya. Kenal di salah satu bengkel, waktu saya servis motor."


"Bengkel! dia juga sedang servis juga?"


"Dia mekaniknya."


Wahyu diam sejenak, pikirannya langsung tertuju pada satu nama, namun segera di tepisnya tapi rasa penasaran Wahyu begitu besar.


"Kalau boleh tahu, nama bengkelnya apa?" tanya Wahyu.


"Nama bengkelnya, Toha Bengkel." jawab Marvel.


"Toha Bengkel!"


"Iya, namanya itu cantik banget Clarisa!"


Saat itu Alfian tak sengaja mendengar ucapan Marvel, dan Wahyu melihat itu. Alfian lantas melanjutkan langkahnya, namun Marvel terus bercerita tentang kekagumannya pada Clarisa.


"Saya chat, di bacanya saja tidak di balas."


****


"Al." sapa Wahyu, saat Alfian sedang merapikan beberapa berkas.


"Hey, ini harus saya serahkan sama Komandan." ucap Alfian.


"Kamu dengar kan?" ucap Wahyu.


"Iya dengar." ucap Alfian tersenyum.


"Terus kamu gimana?"tanya Wahyu.

__ADS_1


"Ya nggak gimana - gimana." jawab Alfian tersenyum.


"Kalau misalnya Cla sama Marvel jadian gimana?"


"Jodohnya."


"Kamu kuat?"


"Masa saya harus halangi si Marvel, kalau saya asal Marvel terima Cla, kondisi dia adalah jandanya saya itu saja. Kalau misal Marvel serius, dia pasti menerima kok."


"Apa saya jelaskan saja sama Marvel!"


"Jangan, biar Marvel tahu sendiri. Biar tahu, kalau mantan nya disini ada dua."


"Benar kata kamu juga sih, tapi serius kamu tidak cemburu?"


"Kamu jangan memikirkan perasaan saya ya, dia bahagia saya akan bahagia. Dia disakiti, saya akan melindungi dia."


"Kamu kenapa tidak rujuk saja sih? kembali sama dia!"


"Saya tidak mau menyakiti hati dia, dia tahu saya masih sayang. Tapi kita tidak akan, pernah bisa bersatu."


****


Marvel datang kembali ke bengkel, namun Clarisa tidak ada. Dan Bang Toha, langsung menghampiri Marvel.


"Apa motornya masalah lagi?" tanya Bang Toha.


"Itu anu siapa itu, Clarisa!" jawab Marvel yang tiba - tiba lupa.


"Oh, dia hari ini ada jadwal kuliah, kayaknya tidak ke bengkel. Soalnya dia semester akhir, jadi sibuk buat skripsinya." ucap Bang Toha.


"Oh dia kuliah."


"Iya, jurusan Teknik Mesin."


"Sudah lebih dari lima tahun."


"Kalau rumahnya dimana?"


"Rumah!"ucap Bang Toha.


"Iya Bang, saya ingin ke rumahnya saja."


"Dia ikut sama Abangnya, di perumahan Astro Residen. Kesana saja, kamu tanya rumah Bang Kemal Tentara, nanti security akan memberikan petunjuk arah." ucap Bang Toha sambil tersenyum.


"Ok Makasih." ucap Marvel langsung pergi ke rumah Clarisa.


Bang Toha tersenyum, saat melihat Marvel menyukai Clarisa. Marvel meng klakson motornya tanda pamit.


"Semoga ini jodoh kamu." ucap Bang Toha.


***


Sesuai petunjuk arah dari security, Marvel sudah berada di depan rumah Kemal. Saat itu, sebuah motornya berhenti tepat di depan pintu gerbang, dengan seragam Tentara langsung menghampiri Marvel.


"Siapa kamu?" tanya Kemal tanpa basa basi.


Marvel turun dari motornya, dan langsung berjabat tangan pada Kemal. Sedangkan Kemal, memperhatikan pakaian pria yang berdiri di depannya, dengan telinga di tindik.


"Saya Marvel, temannya Clarisa." jawabnya.


"Oh, masuk." ucap Kemal.


Marvel pun masuk kedalam rumah Kemal, Marvel pun menunggu di ruang tamu sedangkan Kemal memanggil Clarisa.


"Cla, ada teman kamu." ucap Kemal.


"Siapa Bang?" tanya Clarisa.

__ADS_1


"Kagak tahu, teman kamu cowok rada bening." jawab Kemal.


"Siapa sih?" ucap Clarisa penasaran dan melihat dari lantai atas.


"Kok dia tahu rumah ini!" ucap Clarisa.


"Kamu kenal sama dia?" tanya Kemal.


"Kenal Bang." ucap Clarisa.


Clarisa lantas turun menuruni anak tangga, dan menghampiri Marvel yang sedang duduk di sofa.


"Lo kok tahu rumah gua?" ucap Clarisa.


"Tanya sama Bang Toha." ucap Marvel.


"Kurang asem tuh orang." ucap Clarisa pelan.


"Ada perlu apa ya?" tanya Clarisa.


"Saya hanya main saja." jawab Marvel.


"Main!" ucap Clarisa.


"Ehm.. ok, mungkin ini terlalu cepat. Saya itu suka sama kamu, ini perasaan saya loh, saya tidak bohong." ucap Marvel.


"Ini cowok pede banget sih, gua jadi ilfil." ucap Clarisa dalam hati.


"Kamu tidak usah jawab sekarang."ucap Marvel.


" Kalau jawab sekarang boleh?" ucap Clarisa.


"Oh itu bagus banget." ucap Marvel.


"Maaf!maaf gua tidak bisa."


"Tidak masalah, kita juga kan baru kenal."


"Nah itu paham."


"Jujur, dari awal di bengkel, saya langsung jatuh hati sama kamu. Melihat kamu itu, buat saya selalu kangen sama kamu."


Clarisa hanya tersenyum, sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Clarisa akui, pria yang di depannya begitu tampan, namun membuat Clarisa geli.


"Lo orang mana?" tanya Clarisa.


"Saya bukan orang asli sini, tapi lama disini. Saya orang kota W, kalau tidak percaya ada KTP nya." jawab Marvel langsung menunjukkan KTP nya.


Clarisa membaca data di KTP Marvel, dan mata Clarisa terbelalak kaget dengan pekerjaan Marvel.


"Lo Polisi?" ucap Clarisa.


"Iya gua Polisi."


Clarisa tidak percaya dengan penampilan Marvel, yang jauh beda dengan Alfian. Clarisa tersenyum, dengan menyerahkan KTP milik Marvel.


"Dinas dimana?" tanya Clarisa.


"Polres sini nih, dekat bengkel Bang Toha." jawab Marvel dan membuat Clarisa tersenyum terpaksa.


"Gua buatkan Lo minum ya." udah Clarisa.


Saat berada di dapur, Clarisa beberapa kali memukul kepalanya pelan, sambil mengintip Marvel dari dapur.


"Dia pasti kenal dong sama mantan, masa gua di deketin sama Polisi lagi. Satu kantor lagi, emang sih ganteng. Tapi dia itu terlalu pede, bikin ilfil." ucap Clarisa.


.


.

__ADS_1


__ADS_2