Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Kamu Kuat


__ADS_3

"Keluarga pasien, yang terluka di bagian leher dimana ya?" tanya seorang Suster keluar dari IGD.


"Kenapa Sus? saya yang bawa dia kesini." ucap Alfian.


"Maaf Pak, pasien butuh banyak darah dan harus segera di operasi, karena bagian luka leher yang sangat dalam." ucap Suster.


"Tapi dia masih hidup kan?" tanya Alfian.


"Masih Pak, satu centi lagi akan berakibat fatal." jawab Suster.


"Golongan darah dia apa?" tanya Alfian.


"Golongan darah dia B." jawab Suster.


"Golongan darah saya B, saya sudah hubungi keluarganya." ucap Tri, sebelum ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Wahyu dia memberitahu kan terlebih dahulu pada Kemal.


"Baik Pak, mari ikut saya."


Tri pun masuk kedalam ruang IGD, untuk mendonorkan darahnya. Alfian lantas kembali ke tempat duduknya, bersama Wahyu.


"Kamu kabari Tri?" ucap Alfian pada Wahyu.


"Dia kebetulan chat saya, langsung saya bilang kalau Clarisa di rumah sakit. Kan kamu tahu, dia suka sama Cla. Semoga dari sini, dia mulai dekati Clarisa. "ucap Wahyu.


Kemal datang dengan nafas yang naik turun, dan langsung menanyakan tentang kondisi Clarisa.


" Clarisa bagaimana?" tanya Kemal.


"Bang, Abang diminta untuk segera menyetujui operasi Clarisa." jawab Wahyu.


"Saya kesana dulu." ucap Kemal.


****


"Gita! "


Seorang pria memanggil putrinya, dan Gita segera keluar dari kamarnya.


"Ayah! " ucap Gita, keluar dari kamarnya.


"Kamu sudah dapat kabar?" tanya Pak Ibrahim.


"Kabar apa Yah?" tanya Gita kembali.


"Suami kamu mana?" tanya Pak Ibrahim.


"Sedang naik piket Yah, kenapa?"


"Ada tawuran, sekelompok gank motor melukai salah satu anggota musuhnya. Dan korbannya itu, adik ipar kamu."


"Astaga! anak itu kenapa selalu buat masalah sih Yah. Ayah tahu kabar ini dari siapa?"


"Ayah dapat kabar dari group, banyak gambar share an group tentang Clarisa, bahkan sosial media juga di share."


"Ayah jawab, itu adik menantu Ayah?"


"Tidak! Ayah tidak mau ikut terlibat, Ayah pasti akan di datangi banyak wartawan."


"Pasti Bang Kemal sedang di rumah sakit, saya akan hubungi Bang Kemal." ucap Gita, dengan segera menghubungi suaminya.


"Bang, kamu di rumah sakit?"


"Iya, Clarisa korban gank motor." ucap Kemal dari seberang.


"Bang, adik kamu itu sudah sampai ditelinga Ayah. Kalau sampai tahu, itu adik dari menantu Pak Ibrahim , bisa jelek nama keluarga saya Bang." ucap Gita.


"Sekarang, jangan masalahin ini dulu, adik saya antara hidup dan mati di meja operasi. Jadi please, jangan bahas ini dulu."

__ADS_1


Kemal mematikan telepon dari Gita, dengan kesal Gita kembali menatap Ayahnya yang sedang di landa stress.


"Saya tidak bisa berkata lagi Yah."


****


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar." ucap dokter setelah keluar dari ruang operasi.


"Alhamdulillah ya Allah." ucap Kemal, dan yang lainnya merasakan sangat lega.


"Apa sudah boleh lihat adik saya dok?" tanya Kemal.


"Adik anda masih belum sadar, tapi sudah di pindahkan ke ruang rawat. Dia kuat, dan untung saja tidak putus, Allah masih melindunginya." jawab dokter.


"Sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan adik saya. "


Ke empat pria itu melihat dari pintu, karena Clarisa belum di perbolehkan untuk bertemu dengan orang lain, kecuali keluarga sendiri Karena untuk masa pemulihan pasca operasi.


"Kamu pakaiannya penuh darah! " ucap Kemal yang baru sadar melihat Alfian.


"Saya yang ada di lokasi Bang, kita makan sama - sama." ucap Alfian.


"Kamu, jalan sama Clarisa?" tanya Tri.


"Nggak, kita tidak sengaja ketemu." jawab Alfian jujur.


"Bang, Tri yang mendonorkan darahnya." ucap Wahyu.


"Sekali lagi terima Kasih." ucap Kemal.


"Sama - sama."


****


"Bang." panggil Silvi.


Alfian sampai di kost an waktu Shubuh telat Adzan berkumandang, Silvi mendekati Alfian dan melihat pakaian Alfian penuh bercak darah.


"Sudah, dia di rumah sakit. Saya ada di tempat kejadian." jawab Alfian.


"Apa benar, dari rekaman video yang beredar gosipnya sampai putus dan tidak bernyawa!" ucap Silvi.


"Saya tadi bilang di rumah sakit, saya orang yang jelas melihatnya. Sekarang dia sudah di operasi, tingga menunggu siuman."


"Alhamdulillah, semoga Cla cepat melewati masa kritisnya. By the way dia di rumah sakit mana?"


"Dia di larikan ke rumah sakit besar, Bina Medica."


"Terima kasih informasinya."


"Sama - sama, maaf saya mau mandi dulu." ucap Alfian pamit.


****


Clarisa membuka kedua matanya, terlihat Kemal sedang bersandar di sofa, sambil memejamkan kedua matanya.


"Bang." panggil Clarisa.


Kemal terbangun,merasakan ada yang memanggilnya.Kemal melihat Clarisa sadar dari komanya.


"Dek, gimana masih sakit?" tanya Kemal.


"Maafkan Cla Bang, Cla repotin Abang lagi." jawab Clarisa dengan terisak.


"Ini tugas Abang."


"Pasti mba Gita marah ya, lagi - lagi Cla ganggu Abang."

__ADS_1


"Itu sudah biasa dek, yang penting kamu selamat."


"Cla juga tidak tahu, sedang makan tiba - tiba ada yang serang Cla dengan celurit. Cla juga tidak merasa punya musuh."


"Polisi sudah menangkap beberapa pelaku tawuran, dan pelaku yang melukai kamu sedang dalam proses pencarian."


"Bang Alfian dia bagaimana Bang?" tanya Clarisa yang baru ingat Alfian, yang ada di tempat kejadian.


"Dia baik - baik saja, dia yang bawa kamu kesini. Dan Tri, Polisi yang mendonorkan darah untuk kamu."


"Saya harus bilang terima kasih pada Bang Tri dan Bang Alfian."


"Kamu istirahat." ucap Kemal.


****


Buuughhh


Buuughhh


Iyos memukul Malvin, dan beberapa temannya ingin membalasnya tapi di cegah oleh Boy dan Toni.


"Gua tahu, Lo bilang kerok semuanya.Lo tinggal tunggu, Polisi tangkap Lo." ucap Iyos membentak.


"Buktinya apa! kamu yakin, Cla itu di lukai oleh orang suruhan gua? malah Lo yang gua jebloskan ke penjara. Karena Lo telah memfitnah gua." ucap Malvin, dengan kaos nya yang di cengkram oleh Iyos.


"Lo boleh tertawa sekarang, tapi besok Lo akan menangis minta bebas." ucap Iyos melepaskan cengkraman nya.


"Buat kalian, berani tutup mulut kalian juga akan masuk penjara." ancam Iyos.


****


Saat sedang menyuapi Clarisa, Gita datang bersama Ibu Yeyen, Ibu mertua Kemal adalah salah satu anggota DPRD dengan anggun berjalan masuk ke kamar Clarisa.


Ceklek


"Assalamu'alaikum." sapa Ibu Yeyen.


"Walaikumsalam." balas Kemal dan Clarisa.


"Bu." sapa Kemal, dengan mencium punggung tangan Ibu Mertuanya.


"Cla, gimana?" tanya Ibu Yeyen.


"Alhamdulillah sudah lebih baik." jawab Clarisa.


"Kalau sudah baikan berarti, Bang Kemal bisa pulang dong." ucap Gita, dan Clarisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Nggak bisa gitu Git, adik Abang masih sakit bekas operasi, dia masih butuh pertolongan." ucap Kemal.


"Kemal, kamu juga harus istirahat. Pulanglah, Ibu yakin Cla itu kuat, tapi Ibu minta sama kamu, jangan sering merepotkan orang lain. Abang kamu itu, sudah punya keluarga jangan sering kamu ganggu." ucap Ibu Yeyen.


"Bang, pulang ya. Cla bisa kok!" ucap Clarisa.


"Tapi Cla. " ucap Kemal.


"Please Bang, pulang." ucap Clarisa dengan mata berkaca - kaca.


"Cla, ini terakhir ya. Kami tidak mau lagi, dengar kamu kena masalah. Bukannya, makin hari makin sadar, malah makin hari kamu makin menjadi." ucap Gita.


"Cukup! kalian jangan terus menyalahkan adik saya. " ucap Kemal.


"Karena kamu manja kan dia, sehingga dia itu makin kurang ajar. " ucap Ibu Yeyen.


"Bang, tolong tinggalkan Clarisa sendiri. Cla sudah mengantuk, ingin istirahat." ucap Clarisa lantas memunggungi ketiganya, dan berpura-pura untuk tidur.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2