
"Jujur, Abang tidak tega melihat kamu tersiksa secara bathin. Kalau kamu ingin bahagia, Abang lepaskan kamu. Masalah ini, akan terus ada Yank." ucap Alfian.
Clarisa memeluk tubuh Alfian, tangan Alfian mengusap lengan yang melingkar di perutnya. Clarisa mencium punggung pipi Alfian, membelai pelan pipi suaminya.
"Cla, dari awal begitu sangat mencintai Abang. Cla naksir berat sama Abang, saat itu Cla tidak tahu, kalau Abang itu sudah punya anak. Cla sempat kecewa bahkan Cla menjadi pacar Bang Tri, walau hati ada sama Abang. Masalah ini, bukan dari masalah kita, tapi masalah luar yang berimbas pada rumah tangga kita. Cla sayang sama Abang, walau Abang tanpa sengaja menyakiti hati Cla." ucap Clarisa.
"Abang pusing Yank, Abang takut kamu terus tersakiti." ucap Alfian dengan mata berkaca - kaca.
"Abang sudah tidak punya apa - apa, sedangkan Abang punya banyak tanggungan." ucap Alfian.
"Lantas, Abang mau nya gimana?" tanya Clarisa.
"Maafkan Abang, kalau ini keputusan yang berat." jawab Alfian.
"Nggak Bang, Cla tidak mau berpisah sama Abang. Tolong Bang, jangan lakukan itu." ucap Clarisa dengan memeluk erat tubuh suaminya.
"Abang selalu buat kamu kecewa, Abang belum pernah membahagiakan kamu."
"Cla bahagia Bang!"
"Bohong kamu itu bohong, Abang tidak percaya. Kamu itu lebih pantas, mendapatkan pria seperti Tri."
Hiks.. hiks.. hiks..
"Tolong Bang, kita harus bertahan." ucap Clarisa terisak.
"Abang nggak kuat, Abang malu sama kamu. Sampai motor saja, Tri rela keluar banyak untuk kamu. Abang, Abang malu karena ulah keluarga Abang. Kamu cari pria, yang bisa bahagiakan kamu, mertua yang mau menerima kamu apa adanya. Abang tidak pantas, jadi suami kamu." ucap Alfian.
"Tidak Bang, saya ingin sama Abang." ucap Clarisa.
****
Alfian melihat gajinya hanya tinggal beberapa, setelah memberikan uang bulanan untuk Moza dan mengirim pada orang tuanya. Alfian menyerahkan sisa uang, pada Clarisa.
"Abang hanya sisa 1 juta, Kita sebentar lagi resmi secara negara. Kita akan tinggal di Asrama. Bulan ini, Abang tidak bisa bayar kost, Abang akan cari kerja sampingan."
"Kerja sampingan apa Bang?" tanya Clarisa.
"Abang jadi driver ojek online." jawab Alfian.
__ADS_1
"Cla akan kembali kerja di bengkel." ucap Clarisa.
"Kamu kerja, untuk biaya kuliah kamu saja, biar makan urusan Abang.Maafkan, uang Abang hanya segini tidak ada yang bisa di andalkan."
"Jadi gaji Abang minus segini?"
"Iya, kenapa?" tanya Alfian
"Tidak apa - apa Bang, memang kita perlu tambahan." jawab Clarisa.
"Kalau kamu tidak kuat, kamu boleh pergi tinggalkan Abang."
Clarisa hanya diam, langsung menyiapkan makanan untuk suaminya. Sedangkan Alfian langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Ya Allah, harus bagaimana ini." ucap Clarisa pelan.
****
"Aduh Bu, bapak sakit banget perutnya." ucap Pak Tejo.
"Kita sudah berobat ke dokter, sudah kasih obat masa seperti ini." ucap Ibu Mirah.
"Laras..! Laras.. " teriak Ibu Mirah.
"Ada apa Bu?" ucap Laras.
"Kamu lihat Ayah kamu, kita harus cari dokter yang bagus. Sama suami kamu, antar Ayah."
"Mas Anton, dia pergi dari pagi."
"Astaga Laras! suami kamu kemana? sekarang sudah jam berapa, belum juga pulang."
"Maaf Bu, suami Laras sedang cari hutang sana sini."
"Laras, sudah kamu lepas saja Cafenya. Dari pada kamu pusing - pusing, bilang sama suami kamu, suruh lepas."
"Tapi Bu, itu milik Bang Alfian."
"Alfian banyak duit dia nanti juga dapat lagi uangnya."
__ADS_1
"Saya tidak mau Bu karena sudah banyak Bang Alfian, mengeluarkan uang buat kita."
"Kamu itu, jangan suka percaya. Dia itu ngibulin kita. Sudah percaya sama Ibu, suru suami kamu pulang, katakan yang tadi ibu bilang. Besok, selesai kan sama si Rentenir itu. Sekarang kita harus, cepat bawa Ayah kamu."
"Baik Bu, tunggu saja."
****
"Abang sudah daftar, Abang mulai besok pulang dinas ngojek ya." ucap Alfian.
"Iya Bang, Cla juga balik kerja ke Bang Toha." ucap Clarisa.
"Abang mau fokus sama keluarga kecil kita, Abang tidak mau kamu kelaparan."
"Iya Bang." ucap Clarisa sambil tersenyum.
Clarisa menatap suaminya, penuh dengan tekanan, bahkan segudang masalah. Clarisa kembali memeluk Alfian, lantas memejamkan kedua matanya.
"Saat seperti ini, Cla tidak akan tinggalkan Abang."
"Terima kasih, terima kasih sayang." ucap Alfian mengecup kening Clarisa.
****
"Gua sih kagak keberatan Lo kerja sama gua, tapi gua heran sama Lo. Apa Lo kuat, rumah tangga sama Alfian, sedangkan keluarganya terus meras.Kalian kerja, banting tulang siang malam, kalau judulnya masih tergantung , sama laki Lo akan sia - sia. Dapat capeknya saja, Lo makan ati terus, kalau gua jadi Lo, sudah gua tinggalkan itu si Alfian." ucap Bang Toha.
"Dia juga mintanya begitu, tapi gua cinta sama dia Bang. Masa gua mencintai dia, saat belum tahu kondisi dia. Giliran sudah tahu, gua tinggalkan dia." ucap Clarisa.
"Bukan gitu Cla, tapi ini akan membuat sakit hati saja. Lo mending, cari laki lain, tinggalkan laki Lo. Bukannya, dia sudah memberikan kunci."
"Entahlah Bang, gua itu berat tinggalkan dia gua akan terus, ada sampingnya." ucap Clarisa.
Iya benar, itu semuanya kembali sama kamu." ucap Bang Toha.
"Iya Bang."ucap Clarisa.
.
.
__ADS_1
.