
"Tadi siapa?" tanya Kemal, setelah Marvel pulang.
"Dia Marvel Bang namanya, dia itu Polisi!" jawab Clarisa.
"Polisi! Intel dia?" ucap Kemal.
"Mungkin, soalnya beda penampilannya." ucap Clarisa.
"Kayak personil Boyband Band." ucap Kemal tersenyum.
"Dinas di mana?"
"Polres, bareng sama Mantan."
"Astaga! Cla, nggak salah tuh. Tapi kok Abang baru lihat ya." ucap Kemal.
"Jangan - jangan ngaku Polisi lagi, hati - hati Cla barang kali dia Polisi gadungan."
"Lagian Bang, gua lagi nggak mood sama cowok, katanya jangan asal jatuh cinta."
"Iya sih, kamu harus benar - benar lebih selektif, jangan sampai kamu dapat mertua kayak si onoh, laki bener malah mertua nggak benar. Tapi apa kamu mau Abang jodohkan saja sama Tri?"
"Ah, ogah. Mertua sayang tapi laki protektif." ucap Clarisa langsung kembali masuk kedalam kamarnya.
Tak berselang lama, Tri datang langsung di sambut oleh Kemal. Terlihat tampak sangat akrab saat datang, dan langsung mengobrol dengan Kemal.
"Tumben kamu kesini?" tanya Kemal.
"Clarisa mana Bang?" tanya Tri.
"Ada di atas, saya panggilkan ya." jawab Kemal langsung bangun dari duduknya.
"Bang, boleh saya bicara sama Abang?" ucap Tri.
"Mau bicara apa?" tanya Kemal.
"Bang, Cla kan janda. Boleh tidak, kalau saya dekati lagi?" jawab Tri, kembali bertanya.
"Boleh saja, tapi untuk masalah itu. Kamu tanya saja sama Cla, kalau Abang sih terserah yang menjalani nanti. Tapi asal jangan kejadian kemarin terulang lagi."
"Saya itu sayang sama Cla Bang."
"Bukannya, kamu juga sudah punya pacar?"
"Sudah putus Bang, saya tidak cocok sama dia."
"Gitu ya, jadi sekarang kamu mau ketemu sama Cla?"
"Boleh Bang."
"Yaudah, Abang panggilkan dulu ya."
"Makasih Bang." ucap Tri.
Kemal kembali memanggil Clarisa, dan Clarisa langsung melihat Tri sudah ada di rumah tamu. Kemal hanya tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya.
"Bang, dari mana nih?" ucap Clarisa menyapa.
"Sengaja dari rumah." ucap Tri.
"Ada perlu apa Bang?" tanya Clarisa.
"Menangnya nggak boleh ya? kalau Abang main." jawab Tri.
"Boleh Bang, masa nggak boleh." ucap Clarisa.
__ADS_1
"Cla, boleh Abang langsung ke pokok masalahnya?"
"Apa ya Bang?"
"Abang itu, ingin kita seperti dulu lagi."
"Gimana ya Bang, gua juga cerai belum ada satu bulan loh. Dan gua belum kepikiran ke arah sana, gua masih ingin menata hati."
"Nggak masalah, jangan dijawab sekarang. Kita jalani saja dulu, nggak usah buru - buru."
Clarisa hanya tersenyum terpaksa, lantas mengambilkan minum untuk Tri, Clarisa pun banyak diam, di bandingkan Tri yang banyak bicara.
****
"Cieeee janda hot sehari ada dua cowok yang datang." ledek Silvi.
"Gua juga heran, satu Marvel ini Bang Tri. Yang satu kagak tahu gue janda, satunya langsung nyosor." ucap Clarisa.
"Abang sih terserah kamu, mau yang mana. Tapi Abang akan cari tahu Marvel, Abang kok nggak percaya dia Polisi. Secara seperti anak Band, Polisi wajahnya terlalu gimana gitu, Abang nggak percaya."
"Kayak artis bukan Bang? kayak oppa - oppa gitu." ucap Clarisa.
"Nah betul kayak itu." ucap Kemal.
"Ih mau saja Cla, di taksir cowok ganteng tahu." ucap Silvi.
"Gua baru saja cerai, lagian cepat amat sudah dapat gantinya."
"Nggak apa - apa, peduli apa sama orang."ucap Silvi.
****
" Wahyu, saya itu sudah datang ke rumah Clarisa, saya tembak dia." ucap Marvel.
"Ya dia sih menolak." ucap Marvel, dan di dengar oleh Alfian.
"Kamu kok, jadi cowok nekat gitu?" ucap Alfian.
"Saya kan gentle." ucap Marvel dengan pedenya.
"Gentle sih, tapi yang ada cewek ilfil." ucap Alfian.
"Gimana dong, ajarin cara taklukan seorang perempuan?" tanya Marvel.
"Kamu dekati dia, pertama awali pertemanan yang baik, buat dia nyaman sama kamu. Beri perhatian, tapi jangan mencirikan. Kalau kamu langsung datang, dan langsung mengatakan suka yang ada cewek akan ilfil, apalagi cara kamu seperti itu."
"Tapi dia tahu saya Polisi, biasanya kan cewek akan suka kalau ada yang nembak, si cowoknya berseragam."
"Ceweknya gimana dulu? kalau ceweknya biasa saja ya dia mikir lagi walau berseragam, beda sama yang rada - rada asal punya pacar keren." ucap Wahyu.
"Benar juga kata kalian."
***
"Kamu nggak cemburu?" tanya Wahyu.
"Buat apa cemburu! dia bagian masa lalu saya." jawab Alfian.
"Tapi pria itu kamu tahu loh, dan kalau suatu saat nanti akan berjodoh, apa kamu tidak sakit hati, melihat dia sama pria lain."
"Ini sudah resiko saya, karena kisahnya sudah berbeda."
"Semoga saja, ucapan kamu dan realita akan sama. Karena banyak tidak sesuai realita, kamu juga belum tentu sesuai realita." ucap Wahyu.
Alfian hanya tersenyum sendu, ada sedikit rasa cemburu Namun Alfian terus mencoba untuk melupakan Clarisa.
__ADS_1
****
Alfian membersihkan kamarnya, saat sedang menyapu di bawah tempat tidur, Alfian menemukan sebuah ikat rambut milik Clarisa.
Alfian akan membuang ke tempat sampah, namun Alfian mengurungkan niatnya. Bahkan Alfian, menyimpan dalam laci meja rias.
Saat membersihkan, banyak barang - barang kecil milik Clarisa berserakan, mulai dari gelang bahkan jam tangan yang tertinggal.
"Kenapa barang sekecil ini, masih saya temukan saja. Seperti ini, tidak bisa untuk di lupakan. Mungkin ini, sebagai pengganti rindu saya sama kamu." ucap Alfian.
Sedangkan Clarisa mencari jam tangan dan ikat rambut kesayangannya, kurang satu. Clarisa mencari kemana - mana.
"Kemana ya? apa jangan - jangan ketinggalan disana?" ucap Clarisa.
Lantas Clarisa menelepon Alfian, namun dirinya lupa telah memblok nomer telepon Alfian, setelah membaca status Alfian kemarin.
"Lagian juga, ngapain gua hubungi mantan. Sudahlah, tinggal beli lagi saja."
****
"Bang Toha itu kasih tahu alamat ke Marvel ya?" tanya Clarisa.
"Iya, kenapa?" tanya kembali Bang Toha.
"Ih.. Abang, ngapain sih kasih tahu alamat gua! "
"Nggak apa - apa, dia naksir Lo."
"Justru karena naksir, dia nembak gua Bang."
"Lah gercep banget tuh bocah! gua kagak menyangka ya."
"Ih Ilfil gua sama tuh cowok, terus Bang Tri datang habis si Marvel."
"Ngapain lagi tuh bocah?"
"Minta balikan!"
"Hahahaha.. terus Lo mau?"
"Ya nggak lah Bang, jadi janda belum satu bulan sudah jalan sama cowok lain."
"Ya kagak apa - apa lagi, kalau Lo suka."
"Gua nggak suka semuanya."
"Jadi balikan sama Alfian?"
"Ogah juga."
"Ingat Loh, jangan kelamaan menjanda."
"Terus Bang, itu si Marvel Polisi. Malah dia itu dinas nya bareng mantan. "
"Waduh seru juga nih, terus dia tahu Lo janda? "
"Ya kagak tahu Bang, gua kan nggak mau cerita sama orang baru kenal."
"Ternyata si Marvel itu orangnya langsung to the point." ucap Bang Toha sambil tersenyum.
.
.
.
__ADS_1