
"Kamu itu sedang apa sih Cla? murah banget jadi cewek.Kamu ikut sama Abang saja, kamu itu seperti ini. Apalagi kamu masih tinggal disini, kamu pasti sering tidur sama Alfian. Nyebut Cla, nyebut Astagfirullah. Punya adik satu, nakalnya minta ampun." ucap Kemal terus mengomel, sambil melihat adiknya memakai jaket.
Lantas Clarisa menutup pintu kamar Alfian, dan menaruh kunci di bawah keset. Kemal mengikuti Clarisa sampai di parkiran motor, hingga naik dan meninggalkan kost an.
Clarisa mengebut, bahkan Kemal tidak bisa mengejarnya, Abang nya hanya bisa beristighfar dalam hati. Keduanya sampai di rumah, tepat pukul 1 dini hari. Clarisa lantas masuk kedalam rumah, dan masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu.
Kemal hanya menggelengkan kepalanya, dan berdirinya di depan pintu kamar. Ketukan pintu Kemal lakukan, tidak ada jawaban dari Clarisa.
"Kamu mau nikah sama Alfian? kalau kamu mau, Abang siap jadi wali hari ini, detik ini, jam ini. Tapi satu syarat, putuskan dulu Tri. Katakan jujur sama dia, kalau kamu itu memilih Alfian." ucap Kemal dari balik pintu.
Clarisa mendengarnya, namun lebih memilih memejamkan kedua matanya. Kemal lantas pergi dari depan kamar adiknya dan memilih masuk kedalam kamarnya.
***
Alfian baru saja pulang piket, dirinya langsung melepaskan seragamnya dan meletakkan ke dalam keranjang kotor. Saat akan merebahkan tubuhnya, merasakan punggungnya menindih sesuatu.
"Apaan ini." ucap Alfian merabanya, dan sebuah ponsel.
"Punya siapa! " ucap Alfian.
"Clarisa! tapi kemarin nggak ada. Atau jangan - jangan tadi malam dia kesini?" ucap Alfian dan membuka ponsel tersebut, terlihat Wallpaper photo Clarisa.
"Iya ini punya dia, saya kembalikan ke rumahnya saja kali ya, tapi dimana rumahnya?" ucap Alfian.
Clarisa mencari - cari ponselnya, namun tidak ada. Hingga mencari dalam tas, semua isinya di keluarkan tidak ada sama sekali.
"Ponsel gua kemana ya?" ucap Clarisa stress.
"Jangan - jangan di kost an Bang Alfian! aduh gimana mau ngambil, Bang Kemal di rumah lagi. Kalau keluar pasti deh, ngomel - ngomel nggak jelas." ucap Clarisa.
Clarisa menuruni anak tangga, saat itu Kemal sedang menonton siaran langsung sepakbola. Clarisa duduk di samping Abangnya, dan Clarisa menatap Kemal.
"Apa! " ucap Kemal melirik sekilas.
"Bang, ponsel gua ketinggalan di kost an Bang Alfian."
"Alasan."
"Sumpah Bang, tertinggal disana. Cla kesana ya, mau ambil ponsel." ucap Clarisa memohon.
"Kamu pikir, Abang percaya sama kamu? biar Abang yang ambil, kamu diam di rumah." ucap Kemal beranjak bangun.
"Bang, tapi jangan bicara macam - macam."
"Kesempatan Abang dong, bicara bebas sama Alfian." ucap Kemal.
"Bang, please jangan Bang."
****
Tok... tok...
Ceklek
"Bang Kemal." ucap Alfian.
"Maaf Al, saya hanya ingin mengambil ponsel milik Clarisa." ucap Kemal.
"Sebentar Bang, saya ambil dulu." ucap Alfian.
Kemal menunggu di luar, Alfian pun lantas menyerahkan ponsel milik Clarisa. Kemal lantas, memasukan ke dalam tas Selempang nya.
__ADS_1
"Alfian, maaf ya. Kalau tadi malam, Clarisa datang kesini." ucap Kemal.
"Ya Bang tidak apa - apa." ucap Alfian.
"Kalau boleh tahu, kalian berdua sudah ngapain saja?" tanya Kemal.
"Ah apa Bang?" tanya kembali Alfian.
"Nggak jadi, maaf ya mengganggu." jawab Kemal.
Kemal pun pamit, Alfian lantas kembali masuk kedalam kamarnya. Saat mau berbaring, suara ketukan pintu lagi, dan Alfian terpaksa harus membuka pintu yang sudah tertutup.
Ceklek
"Tri." ucap Alfian.
"Numpang istirahat dong, saya ngantuk banget." ucap Tri menyelonong masuk.
Tubuh Tri langsung berbaring di atas tempat tidur Alfian, namun Tri sedikit mencium wangi parfum milik seorang wanita pada selimut milik Alfian.
"Kok bau perempuan!" ucap Tri, lantas selimut tersebut di ambil paksa oleh Alfian untuk menyelimuti tubuhnya.
"Kok wanginya kayak milik Clarisa ya!" ucap Tri, namun Alfian tetap diam dan lebih memilih memejamkan kedua matanya.
Tri lantas langsung tidur, baru saja bicara beberapa menit sudah terdengar suara dengkuran halus.
***
"Saya video call Cla ah." ucap Tri di depan Alfian.
Panggilan Video call pun di mulai, Clarisa mengangkatnya. Saat itu tepat camera di arahkan pada Alfian yang sedang bertelanjang dada, dengan menggunakan celana pendek. Dari seberang Clarisa melihat semua, dan lantas camera di arahkan ke arah Tri.
"Sudah lihat cowok ganteng nya, yang ini lebih ganteng." ucap Tri.
"Iya, tadi habis nganter ibu sama Ayah ke luar kota, baru sampe rumah disuruh nganter ponakan les, mata berat banget."
"Sudah tidur?"
"Ini baru bangun, belum nanti malam jadwal piket."
"Yaudah istirahat lagi, biar seger buat dinas malam nya."
"I love you."
"I love you too."
Setelah selesai melakukan panggilan video call, Alfian mengirimkan pesan pada Clarisa, tanpa sepengetahuan Tri.
To : Clarisa
Semalam kenapa kesini?
Balasan pesan langsung masuk.
From : Clarisa
Kangen, eh tahu - tahunnya, Bang Kemal datang.
To : Clarisa.
Nanti malam kita keluar.
__ADS_1
From : Clarisa
Abang Kemal, sekarang seperti CCTV
To : Clarisa
Abang ke rumah, kirim alamatnya.
From : Clarisa
Jangan Bang, nanti kena teguran.
To : Clarisa.
Nggak, sini kirim!
From : Clarisa.
Jl. Anggrek no 6 Blok. 6
To : Clarisa
Tunggu Abang nanti malam, 🥰
From : Clarisa
🥰🥰🥰
Alfian tersenyum sambil melirik ke arah Tri, Alfian tersenyum kembali. Saat Clarisa mengirim photo dirinya.
"Kamu senyum - senyum sendiri, sedang chat an sama siapa?" tanya Tri.
"Kepo! " ucap Alfian langsung masuk kedalam kamar mandi.
****
"Bang! " panggil Clarisa.
"Apa! " ucap singkat Kemal.
"Nanti malam, Bang Alfian mau kesini."
"Cla! jujur Abang ini seorang pria. Abang sakit tahu, kalau Abang menjadi Tri. Kamu jalan sama Tri, tapi hati ada pada Alfian. Kamu pilih salah satu, jangan sakit hati Tri."
"Cla, pilih Bang Alfian. Dari awal Cla cinta sama Bang Alfian, Cla salah Bang."
"Apa Abang nikahkan kamu sama Alfian malam ini! agar kalian tidak zina terus."
"Siapa yang Zina? Cla nggak pernah Zina."
"Nggak pernah Zina? lantas kemarin malam itu apa! kalau belum pernah, kamu nggak akan berani masuk kamar pria. Dan ingat Cla, secara hukum negara dia itu masih suami orang. Abang minta kalian jauh, malah semakin dekat, jujur Cla kalau Abang masih sama Gita, Abang akan bertengkar hebat. Rumah tangga Abang itu, gara - gara kamu saja sering bertengkar. Abang minta, segera putuskan. Abang sudah tidak bisa mikir lagi, kalau kami pilih Alfian, putuskan Tri. Dan kamu harap sabar, untuk menunggu semuanya beres." ucap Kemal menasehati adiknya.
"Abang setuju sama Alfian, tapi kamu tidak menyesal kah? nanti menikah sama duda punya anak satu! Abang kembalikan lagi sama kamu, jatuh cinta boleh, pacaran boleh. Tapi tolong Cla, kamu itu perempuan. Harus bisa jaga kehormatan, jangan sampai menyesal." ucap Kemal kembali.
"Kamu dengar nggak Cla! abang dari tadi seperti radio butut yang keluar masuk telinga kanan kamu, dan keluar dari telinga kiri."ucap Kemal kembali.
" Dengar Bang, kata siapa tidak dengar. Cla juga nggak tuli, Abang ngomong dari A sampai Z. " ucap Clarisa.
.
.
__ADS_1
.