Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Pengeluaran Yang Besar


__ADS_3

Alfian mentransfer beberapa juta uang, untuk pembayaran pergantian mesin mobilnya. Ke rekening Bang Toha, sedangkan Clarisa sedang memasang mesin pada mobil milik suaminya.


"Lunas ya Bang." ucap Alfian.


"Jangan lupa, kasih upah buat istri Lo." ucap Bang Toha.


"Itu sih gampang Bang, beda lagi bayarannya." ucap Alfian.


"Bang, coba dulu gih. Udah selesai nih, kalau ada yang kagak enak bilang." ucap Clarisa.


Alfian pun mencoba mobilnya, mengendarai dengan jarak 1 kilometer dari bengkel Bang Toha. Clarisa menunggu di depan bengkel, hingga mobil pun kembali.


"Enak nggak?" tanya Clarisa.


"Udah mantap jalannya, tadi ngebut enak." jawab Alfian.


"Jelas enak lah, mesinnya baru ya kayak mobil baru keluar dari dealer." ucap Clarisa.


"Makasih sayang, jatahnya di rumah." ucap Alfian.


"Jatah apaan?" tanya Clarisa.


"Jatah itu tuh! " kedua mata Alfian menunjuk ke arah dada Clarisa.


"Masih puasa kali." ucap Clarisa sambil melemparkan lap kotor pada Alfian.


Saat sedang memeriksa mobil, Alfian membuka sebuah pesan, dirinya harus segera pulang. karena Ayah nya Pak Tejo, masuk rumah sakit dan membutuhkan biaya. Alfian melihat saldo miliknya sudah limit, hanya ada uang lebih di rekening yang ATM nya di pegang Clarisa.


"Bang pulang yuk capek!" ajak Clarisa.


"Yank, boleh Abang pinjam uangnya nggak?" tanya Alfian tiba - tiba.


"Pinjam, kayak sama orang lain saja." jawab Clarisa.


"Ini buat Ayah, masuk rumah sakit perlu biaya." ucap Alfian.


Clarisa hanya diam, lantas pergi meninggalkan suaminya, dan Alfian mengikuti langkah istrinya.


"Ini ATM nya." ucap Clarisa.


"Maaf ya, Abang mau transfer 20 juta." jawab Alfian.


"Iya, pakai saja. Itu punya Abang, mau di pake berapa." ucap Clarisa lantas langsung masuk kedalam mobil.


Keduanya meninggalkan bengkel Bang Toha, dan Alfian berhenti di salah satu ATM untuk mentransfer sejumlah uang.


Clarisa menunggu di dalam mobil, tak menunggu waktu lama Alfian keluar dari ATM dan langsung masuk kedalam mobil.


"Ayah sakit apa?" tanya Clarisa.

__ADS_1


"Lambungnya sudah kronis, harus operasi. Terus komplikasi juga." jawab Alfian.


"Maaf ya, kalau uang Abang harus bagi tiga setiap bulannya. Kamu, Moza sama orang tua Abang."


"Iya Bang, sudahlah. Cla juga paham, lagian Cla kan datangnya sekarang." ucap Clarisa sambil tersenyum paksa.


Mobil pun di jalankan lagi, mengarah pulang ke kost an. Bahkan dalam perjalanan, Clarisa dan Alfian hanya diam. Karena Clarisa memilih untuk tidur, dan Alfian berfikir Clarisa capek.


***


"Ya Allah Dek, itu cafe milik Abang. Kenapa sampai di sita rentenir? itu usaha buat kamu makan, sama tambahan Abang. Kamu kan tahu dek, gaji Abang sisa berapa buat hutang Bang, bagusin rumah kita di kampung, Ibu sama Ayah minta beli tanah yang sebelah, bangun rumah kamu. Itu duit Abang hutang di Bank, sisa berapa gaji Abang malah untuk Moza semua. Makan Abang sama Clarisa dari hasil cafe, ya Allah Laras." ucap Alfian.


"Maafkan kami Bang, soalnya suami saya main judi online. Hampir 500 juta, kalau bisa bayar baru Cafe akan di kembalikan."ucap Laras dari seberang.


" Kamu carilah uang itu, Abang tidak sanggup lagi." ucap Alfian menutup teleponnya.


Clarisa menatap ke arah Alfian, dan suaminya langsung menatap dirinya. Clarisa hanya diam, tidak ingin ikut masuk dalam masalah.


"Yank, sisa tabungan tadi sisa berapa?" tanya Alfian.


"Mana Cla tahu, Abang yang tadi transaksi terakhir. Lagian kenapa tidak jujur sama Cla, kalau ekonomi Abang itu seperti ini. Cla hanya dapat nggak enak nya saja, Cla nggak bisa bantu. Butuh buat kuliah, mungkin Cla juga akan kerja di bengkel lagi, dan balapan liar lagi." ucap Clarisa.


"Kamu jangan macam - macam Cla!" ucap Alfian.


"Bang, kalau Cla tidak kerja. Mengandalkan uang dari gaji Abang sisa berapa? yang Cla tahu masuk ke rekening Mba Kamela semua, lantas Cla hanya dapat gaji dari Cafe. Sekarang Cafe nya, di sita karena ulah adik ipar Abang. Hari ini kita mengeluarkan uang, lebih dari 20 juta Bang, coba bayangkan. Kita ini bukan orang kaya, Cla mau mengandalkan uang dari Abang, sisa berapa Bang yang harus di bagi 3.Mau tidak mau, Cla akan kembali ke jalanan. Abang tidak mau makan uang ini, ya sudah tidak apa - apa, ini buat hidup Cla. Tetap saja, mereka makan dari Abang." ucap Clarisa.


"Maafkan Abang." ucap Alfian.


Clarisa lantas segera berbaring dan menutup kedua matanya, Alfian mengambil struk penarikan terlihat sisa 10 juta.


Alfian lantas memilih keluar dari kamarnya, Clarisa membuka kedua matanya melihat struk penarikan ada di atas tempat tidur. Terlihat sisa 10 juta, Clarisa lantas bangun dari atas tempat tidur, dan membuka lemari pakaiannya.


Clarisa membuka buku tabungannya, terlihat ada yang sekitar 100 juta. Clarisa lantas, menghubungi temannya.


"Hallo." sapa Clarisa.


" Tumben Lo telepon?" ucap Boy dari seberang.


"Ada balapan nggak?"


"Lo mau balapan?"


"Gua butuh duit, ada kagak?"


"Ada, hadiahnya lumayan gede 200 juta, ini taruhan anak - anak orang kaya, termasuk Sandi ikut."


"Tolong masukin nama gua, mulai sekarang gua kembali balapan."


"Ok, besok Lo ke markas saja. Soalnya jadwal sekarang, yang pegang Toni. Gua kagak tahu, kapan nya."

__ADS_1


"Gua besok kesana." ucap Clarisa lantas menutup teleponnya.


****


"Gua hanya punya 10 juta, kalau sampai ratusan juta, Kamu gadai mobil saya tidak bisa." ucap Wahyu.


"Tolong lah, jual kan mobil sama motor, semua saya jual 200 juta." ucap Alfian.


"Gimana ya! iya deh, tapi maaf kalau lama."


"Kamu posting saja, yang penting laku."


"Buat apa sih?"


"Ada saja keperluan." ucap Alfian.


"Siapa yang mau jual mobil sama motor?" tanya Tri yang sama - sama, sedang piket.


"Ini Alfian." ucap Wahyu.


"Mau minta berapa?" tanya Tri.


"200 juta sama motor." jawab Alfian.


"Motornya saja minta berapa?"


"50 juta."


"Masa 50 juta, itu harga baru. Kalau mau 30 juta, bayar cash sekarang."


Alfian diam memikirkan motor kesayangannya, harus dirinya lepas. Namun bagaimana lagi dengan kondisi keuangannya.


"Tambah lah 5 juta lagi." ucap Alfian.


"Saya tambah 3 juta." ucap Tri.


"5 juta lagi ya."


"Itu harga tinggi loh, buat motor second begini. Kalau kamu memang butuh, ambillah soalnya belum tentu ada yang mau harga tinggi." ucap Tri.


"Ambil saja Bro, dari pada jual sana sini."


"Yaudah lah, ini kuncinya." ucap Alfian memberikan kunci motor pada Tri.


"Ok, saya transfer ya uangnya sekarang." ucap Tri langsung mentransfer, uang pada Alfian. Dan tidak menunggu lama, uang pun masuk ke rekening Alfian.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2