Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Antara Mantan Dan Sekarang


__ADS_3

"Lo penyakit tuh di cari ya!" tegur Silvi saat menengok Clarisa.


"Ya mana gua tahu, tiba - tiba Bang Tri ngejar. Tak kira bukan Bang Tri, eh ternyata dia. Terus sialannya, itu gerobak main nyelonong saja." ucap Clarisa.


"Ya untung Lo tidak nabrak tuh gerobak, kalau sampai nabrak Lo bisa kena ganti rugi."


"Eh Silvi, saat gua kecelakaan kok Bang Tri biasa saja ya? dia nggak ada rasa simpati gitu sama gua. Saat di TKP dia tidak bilang, Cla Lo nggak apa - apa kan? malah dia tanya mana surat berkendara kamu." ucap Clarisa.


"Hahahaha.. yaiyalah orang Lo siapa dia, hanya mantan, mantan terjahat." sindir Silvi.


"Gua kok jadi kangen Bang Tri ya." ucap Clarisa.


"Eh... Lo bilang apa tadi Cla? jangan bilang Lo mau balikan sama dia, Lo selingkuh sama dia. Dan Lo pikir Bang Tri, kagak punya harga diri apa."


"Jujur gua ini cerita sama Lo ya, perasaan pernikahan gua kayak gambar deh."


"Maksudnya?"


"Dari kesan mertua gua saja begitu, tahu masalahnya minta maaf kek atau gimana, malah kagak. Kayaknya, mereka lebih suka sama mantu yang dulu."


"Masalah mertua sudahlah, lagian Lo kan jauh sama mertua. Yang jalanin Lo sama suami Lo, sebentar lagi status Lo akan berubah. Lo bawa enjoy saja lah, jangan bilang pernikahan Lo hambar."


"Iya juga sih."


****


"Gimana punggungnya masih sakit?" tanya Alfian sambil memeluk tubuh Clarisa.


"Sudah baikan, kamar motor gimana Bang?" jawab Clarisa kembali bertanya.


"Belum jadi, kan rusak parah." ucap Alfian sambil menciumi leher Clarisa.


"Mas, ganti dulu seragam sama kaos. Ini bau keringat ah, sana ganti dulu."


"Ah kagak, malah wangi." ucap Alfian sambil mencium ketiaknya.


"Ya kan baru pulang langsung peluk, bawa kuman tahu."


"Iya ih bawel." ucap Alfian sambil mencubit pipi Clarisa.


"Yank, acara bude kan awal bulan. Minggu depan tangan 30 Abang mudik, kamu juga ijin ya, ikut sama Abang." ucap Alfian sambil memakai kaosnya.


"Bukannya, orang tua Abang melarang Cla ikut?"


"Jangan pernah di ambil hati perkataan mereka, kamu tinggal datang sama Abang, kalau sudah sampai sana mereka tidak akan berani macam - macam."ucap Alfian sambil tersenyum.


" Bang, kalau misal nanti Abang rujuk sama Mba Kamela gimana? apa Cla akan di ceraikan! " tanya Clarisa tiba - tiba.


"Kamu itu bicara apa sih? kalau ngomong ngaco. Abang mau makan, kamu siapkan dong." ucap Alfian mengalihkan pembicaraan.


***


Alfian makan bersama Clarisa satu piring berdua, hanya makan dengan sayur asem, tempat tahu dan sambel terasi. Bahkan sampai Alfian pun minta menambah, rasa nikmat dan lapar jadi satu.


"Masakan kamu enak ternyata Yank." puji Alfian.

__ADS_1


"Batu tahu ya Bang." ucap Clarisa.


"Iya ih, nikmat banget. Makan seperti ini saja, setiap hari nggak apa - apa loh."


"Tapi masa tempe tahu terus setiap hari."


"Nggak apa - apa, kan ini juga ada gizinya." ucap Alfian.


****


"Silvi, Bang Alfian minggu depan ngajak gua ikut." ucap Clarisa saat berada di dalam kamar Silvi.


"Lah terus?" tanya Silvi.


"Gua kok rada - rada malas gini ya, mau kagak ikut gimana gua alasannya." jawab Clarisa.


"Lo ikut saja, katanya rumah suami Lo dekat sama mantan. Dari pada suami Lo CLBK gimana? dia rujuk lagi!"


"Kan sudah maju, sedang proses."


"Bisa saja kali di batalkan."


"Tapi kata - kata Lo ada benarnya juga ya, mending gua ikut saja."


"Iya Lo ikut saja, dari pada Lo disini kepikiran laki."


"Terus nanti kalau sampai sana gimana? itu mertua tiba - tiba jadi killer!"


"Ya Lo lawan lah, kalau Lo emang kagak salah. Lagian ngapain nyali Lo ciut gitu sih? mertua Lo juga manusia bukan setan."


****


Alfian terus mencium leher Clarisa, setelah 10 menit pelepasan, Alfian meminta lagi. Bahkan kini lebih liar, Clarisa pun berusaha mengimbangi permainan suaminya.


Ahhhh....


Mmmm...


Tanpa menunggu lama, senjatanya pun di arahkan pada titik sasaran. Hentakan demi hentakan, kembali keduanya bergulat. Dan kini, Clarisa berada di posisi di atas.


Tubuhnya terus bergoyang, memompa di bawah sana. Hentakan maju mundur, sehingga mengeluarkan bunyi yang indah, antara kulit dengan kulit.


"Bang, mau keluar." teriak Clarisa saat dirinya merasakan di atas puncak.


Alfian pun memegang erat pinggang istrinya, saat sama - sama mencapai puncak. Clarisa pun ambruk di atas tubuh Alfian, keringat keduanya membasahi tubuh. Satu kecupan bibir mendarat, saat setelah selesai menikmati surga dunia.


"Nikmatnya." ucap Alfian sambil mengatur nafasnya.


Clarisa memeluk tubuh suaminya, jemari lentiknya bermain di atas dada. Bahkan kembali mengecup, dada yang sudah penuh cap buatkan nya.


"Abang mau lagi?" tawar Clarisa.


"Ah.. nyerah! kalau mau nanti lagi, istirahat dulu." ucap Alfian.


"Ah payah."

__ADS_1


"Istirahat dulu lah, segini nafas naik turun begini."ucap Alfian.


" Segitu saja nafasnya sudah kembang kempis, tenaga tua." ledek Clarisa.


"Enak saja tua, mau bukti nih Abang hajar lagi."


"Aaaaaa.. Abang..!! "


****


Alfian tertidur pulas, setelah beberapa ronde bertarung dengan Clarisa. Karena tantangan Clarisa, membuat Alfian tidak mau kalah.


"Capek ya sayang." ucap Clarisa pelan sambil mencium kening Alfian.


Tiba - tiba ponsel Alfian berdering, terlihat nama Mamah Moza menelepon. Ada rasa cemburu, saat mantan istri suaminya menelepon. Dengan ragu - ragu, Clarisa lantas mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo." ucap Clarisa.


"Bang Alfian mana?"tanya Kamela dari seberang.


" Bang Alfian sedang tidur, ada hal penting yang mau di bicarakan?"jawab Clarisa kembali bertanya.


"Sampaikan saja Moza masuk rumah sakit, dia kecelakaan tertabrak motor."


"Ya Allah, terus Moza nya gimana Mba?"


"Luka - luka, soalnya saat sedang naik sepeda ada motor mengebut, dia terpental sampai masuk parit."


"Iya Mba, nanti Cla sampaikan tapi nanti kalau sudah bangun ya, soalnya baru banget tidur."


"Terima kasih ya."


"Sama - sama Mba."


Clarisa menutup teleponnya, terlihat begitu sangat lelah suaminya, hingga Clarisa tidak berani membangunkan suaminya.


"Kalau di bangunkan, takutnya kaget. Lebih baik, nunggu bangun saja. Baru nanti di ceritakan, lagian Bang Alfian nggak akan mungkin kesana sekarang, pasti besok lagi." ucap Clarisa langsung merebahkan tubuhnya di samping Alfian lantas tertidur.


***


"Kapan?" tanya Alfian dengan nada tinggi saat menerima telepon.


"Kemarin, dan semalam saya sudah titip pesan sama Clarisa."jawab Kamela dari seberang.


" Abang baru tahu sekarang, yaudah nanti Abang pulang tapi tidak bisa pulang sekarang, mungkin hari rabu besok, karena Abang cuti mulai rabu."


"Ya Bang tidak apa - apa, lagian Moza hari ini sudah di perbolehkan pulang."


"Nanti kalau ada apa - apa sama Moza, setelah keluar dari rumah sakit kamu cepat bertindak, terus jangan lupa kasih kabar."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2