Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Kecelakaan Lagi


__ADS_3

"Moza lagi ngapain?" tanya Alfian sambil video call.


"Lagi makan Papah." jawab Moza dari seberang.


"Makan sama Apa sayang? Papah minta dong!"


"Ini." terlihat Moza memperlihatkan satu potong Ayam goreng, Clarisa yang melihatnya hanya tersenyum.


"Papah, kapan pulang?"


"Nanti sayang, kalau anak Nenek Narti nikah Papah pulang."


"Nanti bawa mainan ya."


"Iya sayang, nanti Papah bawakan mainan."


"Papah, kemarin Moza ada yang nakalin."


"Siapa yang nakalin?"


"Anak laki - laki, nakal banget Papah."


"Nakalnya gimana?"


"Masa boneka Barbie, punya Moza di sembunyikan."


"Terus ketemu tidak boneka nya?"


"Ketemu, sama Mamah di ambilin di atas pohon."


"Lah kok bisa sayang? teman kamu besar - besar ya?"


"Biasa Bang, kalau main kan Moza sama anak yang lebih besar. Dia yang paling kecil sendiri, malah temannya kebanyakan itu, kelas 1,2,3 bahkan kelas 6 juga ada." ucap Kamela dari seberang.


"Jangan lepas dari pengawasan saja, anak. seumuran Moza sedang banyak ingin tahu, bahkan sedang aktif - aktifnya."


"Nanti cuti lama kan?"


"Insya Allah, sekalian Abang ingin mengenalkan Clarisa."


"Oh iya, Ibu sama Ayah kemarin menanyakan masalah kita."


"Kemarin itu datang kesini, Abang sedang piket. Clarisa yang menemui mereka, dia malah di katakan pelakor."


"Saya juga putus sama Mas Agung."


"Kenapa?"


"Satu, ibu sama Ayah tidak merestui. Malah kita di minta rujuk, saat saya bilang sidak pengajuan cerai, orang tua Abang juga sama."


Clarisa mendengar semuanya, ada rasa sedih saat pernikahan dirinya dengan Alfian tidak mendapatkan restu, dari pihak keluarga suami.


Clarisa masuk, Alfian melirik ke arah istrinya


Dengan segera Alfian mengakhiri video call dengan mantan istrinya.

__ADS_1


"Mau kemana? ini hari minggu!" tanya Alfian melihat Clarisa sudah rapih.


"Lama tidak jalan pakai motor sport." jawab Clarisa.


"Mau jalan kemana?" tanya Alfian.


"Markas ya Bang." jawab Clarisa.


"Yaudah, nanti pulang jangan malam - malam."


"Iya." ucap Clarisa tersenyum, sebelum pamit Clarisa bersalaman dengan suaminya mencium punggung tangan Alfian.


***


Clarisa mengendarai motornya dengan sangat kencang, seperti biasa Clarisa menerobos rambu lalu lintas. Dan saat itu di ketahui oleh Polisi, Clarisa tersenyum aksi kejar - kejaran terjadi.


"Lama gua tidak kejar - kejaran sama Polisi." ucap Clarisa.


Motor terus melaju kencang, hingga Polisi memberikan sebuah peringatan. Clarisa menoleh ke arah belakang, dan menunjukkan jari tengahnya. Namun Clarisa kurang seimbang, saat ada gerobak sayur menyebrang, Motor Clarisa menabrak sebuah pohon.


Braaaskkk


Buugghhh


Clarisa terpental, hingga 5 meter. Semua orang berlari, Clarisa langsung bangun karena dirinya memakai helm, yang dapat melindungi kepalanya. Hanya punggung yang sakit, lantas Polisi tersebut langsung membantu Clarisa bangun.


"Rasakan karma itu." celetuk Tri, bahkan tidak tahu, yang berkendara itu adalah Clarisa.


Clarisa membuka helmnya, lantas tersenyum ke arah Tri sambil menahan sakit di punggungnya. Tri menggelengkan kepalanya, lantas meminta surat berkendara milik Clarisa. Terlihat bagian depan, motor Clarisa yang ringsek akibat benturan yang sangat keras.


"Iya Bang." ucap Clarisa.


"Kamu hubungi Alfian, atau saya yang hubungi?" tanya Tri.


"Saya saja Bang." jawab Clarisa sambil memegang punggungnya yang sakit.


Clarisa menghubungi suaminya, telepon pun langsung di angkat oleh Alfian. Suara gemetar Clarisa terdengar, membuat Alfian kaget.


"Kamu kenapa Yank?" tanya Alfian dari seberang.


" Bang, Cla kecelakaan!" jawab Clarisa.


****


Clarisa yang sudah di bawa ke rumah sakit, sedangkan Alfian melihat motor milik istrinya, yang rusak pada bagian depan. Kini Alfian berada di bengkel Bang Toha, hingga membuat Bang Toha geleng - geleng kepala.


"Untung tidak apa - apa, motornya yang parah." ucap Bang Toha.


"Bang, kalau ini motor di perbaiki lantas di jual, laku berapa?" tanya Alfian.


"Mau di jual!" jawab Bang Toha kaget.


"Lebih baik di jual, biar tidak kebut - kebutan lagi." ucap Alfian tegas.


"Masalahnya, gua tahu betul ini motor belinya gimana. Dia itu penuh perjuangan, untuk dapat motor seperti ini."

__ADS_1


"Saya tidak mau mendengar, ada kecelakaan lagi." ucap Alfian.


"Dia ingin motor ini, hasil murni menabung Al, dari pada di jual Lo mending simpan kuncinya. " ucap Bang Toha.


"Saya mau ke rumah sakit dulu." ucap Alfian pamit.


****


"Istri Bapak sudah di perbolehkan pulang, hanya memar kecil tidak ada yang patah." ucap dokter setelah memeriksa kondisi Clarisa.


"Terima kasih dok, kalau begitu kami pamit." ucap Alfian pamit.


Alfian meminjam mobil Kemal untuk mengantarkan Clarisa pulang, Clarisa duduk dengan miring karena punggung yang lebam.


"Kamu itu buru - buru apa sih Cla? sampai kejar - kejaran sama Tri! untung kamu tidak apa - apa, hanya motor kamu yang rusak." ucap Alfian.


"Lama Bang, nggak main kejar - kejaran sama Polisi." ucap Clarisa.


"Astagfirullah Yank, kamu itu bikin Abang naik darah tahu, mulai sekarang kamu tidak boleh, pakai itu motor. Abang mau jual itu motor, biar kamu tidak pakai lagi." ancam Alfian.


"Jangan Bang, jangan di jual." Clarisa memohon.


"Kalau tidak mau di jual, kamu jangan begitu lagi dong! pantas Bang Kemal marah - marah terus, gara kamu itu bandel."


"Bang Tri nya saja, suruh siapa kejar Cla."


"Dia hanya menjalankan tugas, kalau sampai tahu, istri Alfian di tangkap Polisi lagi, terus gimana? tetap saja Abang yang repot."


"Ya Maaf Bang, Cla juga tidak ingin seperti ini. Mungkin lagi apes saja kali."


"Bukan apes, tapi kamu sengaja." ucap Alfian.


****


"Awwww Bang sakit." ucap Clarisa saat Alfian memberikan salep, pada punggung Clarisa yang lebam.


"Kepala nggak apa - apa kan?" tanya Alfian khawatir.


"Nggak apa - apa Bang, punggung saja yang kena benturan aspal sangat kencang." jawab Clarisa.


"Tidur nya telungkup saja, jangan terlentang Besok jangan masuk dulu, pasti duduk juga nggak nyaman."


"Bang"


"Iya kenapa?"


"Jangan di jual ya motornya! itu banyak sekarang sejarahnya." ucap Clarisa memohon.


"Tapi janji, kamu tidak boleh seperti tadi kalau motor tidak boleh di jual."ucap Alfian.


" Makasih Abang sayang." ucap Clarisa dengan memeluk tubuh suaminya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2