Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Penyesalan Pasti Ada


__ADS_3

Clarisa berada di rumah Kemal, Silvi membantu Clarisa mengganti pakaiannya. Kemal menjemput Clarisa di jalan, saat meminta Abangnya untuk menjemput. Kondisi Clarisa yang kusut, dan terus menangis, membuat Kemal marah terhadap Alfian.


"Abang tidak terima, kamu di cerai seperti ini." ucap Kemal.


"Abang tidak akan pernah maafkan dia." ucap Kemal kembali.


"Sudah Bang, yang penting Clarisa baik - baik saja." ucap Silvi.


"Baik - baik saja gimana maksud kamu? fisik dia memang baik - baik saja, tapi bathin dia itu yang sakit."


"Tapi perceraian lebih baik Bang, dari pada Clarisa terus bertahan dengan kondisi yang seperti itu." ucap Silvi yang terus memenangkan kondisi suaminya.


"Abang tidak habis pikir, Abang jumput Clarisa di jalan bukan di rumah mertuanya. Sudah kondisi hujan, basah kuyup, menangis tengah malam. Untung tidak ada orang jahat, kalau ada bagaimana? apa dia akan tanggung jawab!"


Hiks... hiks.. hiks..


Clarisa semakin menangis, Silvi berusaha terus menenangkan adik iparnya. Kemal yang melihat adiknya terus menangis, merasa kesal pada Alfian.


"Sudah, buat apa kamu menangis! percuma kamu nangis, yang ada kamu itu tersiksa sendiri. Sebagai pelajaran saja, kamu memilih pria itu harus lebih selektif. Kalau kamu tidak terlalu intim saat, kamu itu selamat tidak akan seperti ini." ucap Kemal.


"Sudah Bang, jangan ungkit masa lalu. Kita saja Bang, punya kesalahan sampai saya hamil di luar nikah." ucap Silvi.


"Astagfirullah!" ucap Kemal.


"Kita menegur, tapi kita malah tidak lebih baik. Kejadian ini, sebagai pelajaran saja." ucap Silvi kembali.


"Sekarang, kamu jangan terus terlarut dalam kesedihan. Pria di depan mata masih banyak, kamu akan mendapatkan lebih dari ini." ucap Kemal.


"Bukan masalah itu Abang, gua itu lagi sayang - sayangnya, bahkan kita itu saling cinta. Bang Alfian malah cerain Cla, gara - gara si Mak Lampir itu." ucap Clarisa.


"Kalau dia nya mau begitu, yaudah nggak kamu nggak usah nangis terus. Air mata kamu itu mahal, buat kamu tangisi manusia seperti dia."


"Padahal kita bisa saja tega Bang, tapi mantan Cla, merasa berat. Gimana tidak berat, selalu di tekan terus. Bang Al sampai mengojek, Cla kerja lagi di Bang Toha demi biaya kuliah. Cla masih terima Bang, tapi tiba - tiba di kasih pilihan, atas dasar orang tua. Cla sedih Bang, saat dia memilih diantara pilihan orang tuanya. Malah memilih ceraikan Cla, entah kenapa si Mak Lampir itu benci banget sama Cla tidak dengan seperti mantan istrinya. Padahal Cla, sudah kasih 140 juta pada mertuanya." ucap Clarisa.


"Kamu kasih 140 juta!" ucap Silvi kaget.


"Itu uang kamu kan?" tanya Bang Kemal.

__ADS_1


"Yaiyalah Bang, gimana nggak tega lihat suami di tekan terus sama Ibu nya. Sekarang gua nggak punya, sepeser uang Bang. Demi suami, tapi apa malah di cerai." jawab Clarisa.


"Kamu minta lagi itu uang, enak saja sudah dapat uangnya kamu di depak." ucap Kemal semakin kesal.


"Gua ikhlaskan Bang, biar Allah yang balas." ucap Clarisa.


****


"Ya Allah, maafkan hambamu ini. Hamba banyak salah dan dosa, pada wanita yang hamba cintai. Wanita yang begitu setia, wanita yang begitu mencintai dan menyayangi hambamu ini." ucap Alfian saat berdoa, setelah shalat malam.


"Ya Allah, hamba memang masih sayang dan cinta sama dia, hamba salah telah melepaskan wanita seperti dia, melepaskan sebuah berlian yang mahal." ucap Alfian terisak.


Sedangkan Clarisa di dalam kamar, menatap beberapa photo dirinya dan Alfian. Clarisa langsung menghapus semua photo - photo dirinya dan Alfian. Bahkan saat akan menghapus nomer teleponnya, Clarisa mengurungkan.


"Abang juga masih sayang kan? Abang juga masih cinta kan! jodoh kita sampai disini, kamu jahat Bang." ucap Clarisa.


****


Clarisa melihat mobil milik Alfian sudah datang, motor miliknya pun masih ada. Clarisa mengetuk pintu kamar ,lantas Alfian membuka pintu kamarnya.


"Maaf Bang, gua mau ambil pakaian." ucap Clarisa.


"Terima kasih, dan ini kunci kamar." ucap Clarisa.


"Tepat hari ini, surat cerai resmi keluar." ucap Alfian, Clarisa diam sejenak lantas mengeluarkan koper nya.


"Makasih Bang, terima kasih untuk waktu yang indahnya, terima kasih sudah jadikan gua salah satu wanita, yang paling di cintai." ucap Clarisa dengan suara yang berat.


"Gua doakan, semoga Abang memiliki pendamping yang bisa menghadapi semuanya, dan idaman keluarga besar Abang." ucap Clarisa kembali.


"Abang tidak akan menikah lagi, Abang akan memilih menduda sampai akhir hayat." ucap Alfian.


"Kenapa Bang? sendiri itu tidak enak!"


"Kamu adalah cinta sejati Abang, cinta terakhir Abang."


"Kalau cinta sejati, kenapa harus di cerai?"

__ADS_1


"Karena Abang sayang sama kamu."


"Tapi gua tidak akan mau, kembali sama Abang."


"Abang tahu, Abang mengerti."


"Gua pamit Bang, gua bawa motornya."


"Cla!" panggil Alfian.


"Kenapa Bang?"


"Uang 140 juta, nanti Abang ganti tapi tidak sekarang."


"Gua ikhlas Bang, gua tidak mau membebani Abang dengan hutang. Abang yang kuat, yang sabar, jangan putus asa. Sekarang Abang sendirian, tidak ada yang mensuport Abang."


"Abang sudah biasa, insya Allah akan bisa melewati semuanya."


"Gua harap, perpisahan kita tidak menjadi musuh. Walau kita berpisah secara tidak baik, kita bisa jadi teman."ucap Clarisa.


" Kamu baik sekali Cla, semoga kamu mendapatkan pria yang sepadan."


"Amin Bang, gua pamit Bang." ucap Clarisa.


"Abang bantu, Abang bantu bawa dan tali di belakang ya." ucap Alfian.


"Iya Bang, makasih." ucap Clarisa.


*Cinta kita memang tidak seindah yang di harapkan, cinta kita hanya sebagai pelabuhan sementara. Ada hal, yang mungkin tidak akan di lupakan, bagaimana cara kita berpisah. Sakit, hati ini tidak bisa di tahan, namun luka sudah terjadi. Luka yang akan lama untuk sembuh, bahkan luka yang akan membekas, walau secuil. *


Terima kasih, untuk waktu yang saling berbagi. Saling menerima, dan saling berganti. Cukup sudah, cerita kita sampai disini, tidak akan ada kisah lagi, antara kita. Kisah yang sebenarnya sempurna, namun harus di akhiri. Kata maaf, sudah cukup, semua sudah terjadi, karena sebuah keputusan.


Alfian menatap Clarisa yang sudah pergi meninggalkan tempat kost nya, tempat yang penuh dengan sejuta kenangan. Alfian menatap tempat tidur, yang sudah tidak akan lagi ada dia. Alfian merabanya, rasa sakit di hati begitu menyayat.


"Semoga kamu bahagia Cla! doa Abang akan tetap selalu ada untuk kamu. Maafkan Abang, karena ulah Abang, dengan keputusan ini mungkin akan lebih baik. Abang pun, akan selalu menjadikan kamu ratu di hati. Mencintai dalam diam, walau kamu akan bahagia bersama yang lain. Doa Abang, akan selalu ada untuk kamu, bahagia mu dunia akhirat." ucap Alfian dengan sedikit menyeka air matanya.


"Gua tahu Bang, kamu pasti ada rasa penyesalan. Tapi gua tahu, karena kamu itu sayang sama gua." ucap Clarisa dalam hatinya, sembari mengemudikan motornya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2