Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Tiba - tiba Nikah


__ADS_3

Alfian datang, langsung di sambut oleh Clarisa. Satu kecupan di daratkan di keningnya, lantas Alfian masuk kedalam rumah yang besar milik Abang Clarisa.


"Rumah sebesar ini, hanya tinggal berdua?" tanya Alfian.


"Iya Bang, berdua saja. Paling nanti kalau anak Bang Kemal libur mungkin di bawa kesini." jawab Clarisa sambil mengambil dua toples cemilan, dan mengambil air mineral botol dari dalam lemari es.


"Maaf Bang, hanya ada ini saja."


"Nggak apa - apa, ehm.. Bang Kemal mana?"


"Nggak tahu Bang, dia kemana! mungkin main kali ke temannya, soalnya kalau pergi nggak pernah bilang."


"Oh, tapi enak juga ya."


"Kabar anak Abang gimana?"


"Oh si Moza! baik dia makin pintar saja."


"Cantik seperti Mamah nya." ucap Clarisa dan Alfian hanya tersenyum.


"Bang di minum dulu, ini ada cemilan. Enak loh."


"Ngerepotin."


"Nggak Bang, nggak ngerepotin."


Alfian membuka tutup botol minuman mineralnya, dan langsung menegak hingga sisa setengah. Lantas membuka toples berisi kacang mete, dengan rasa manis dan gurih.

__ADS_1


"Tri sering kesini?" tanya Alfian.


"Nggak juga sih Bang, kan disini juga gua belum lama." jawab Alfian.


"Oh Abang kira sering."


"Bang, kata Bang Kemal. Gua harus segera mutusin, mana yang nanti Cla pilih sebagai pendamping hidup."


"Terus, kamu pilih siapa?"


"Jujur, kalau hati pilih Abang. Dan jujur, gua sudah menyakiti hati Bang Tri. Gua jahat banget sama dia Bang, gua harus di mulai dari mana." ucap Clarisa.


"Tidak hanya kamu, tapi Abang juga. Tapi mau gimana lagi, kita kan harus saling jujur, terbuka kalau kita ini memang saling mencintai." ucap Alfian.


"Gua salah, karena menerima cinta dia, gua salah karena gara - gara kecewa sama Abang."


"Jujur Bang, saat itu hancur hati Cla, merasa di bohongi sama Abang." ucap Clarisa.


"Maaf ya."


Terdengar suara mobil, Kemal datang. Clarisa dan Alfian berdiri saat Kemal masuk, namun Kemal tidak sendiri, bahkan membawa Wahyu dan seorang yang tidak di kenal.


"Loh kok ada Bang Wahyu!" ucap Clarisa.


"Kok bisa ikut sama Bang Kemal?" ucap Alfian kaget.


"Saya yang bawa dia kesini, dan ini Pak Yusuf beliau ini seorang penghulu yang akan menikah kan kalian berdua." ucap Kemal.

__ADS_1


"Nikah! Abang ini maksudnya apa sih?" ucap Clarisa.


"Alfian, saya ingin kamu malam ini nikahin adik saya. Jujur, sebagai kakaknya saya tidak mau, Cla sama kamu melakukan Zina terus. Pak saya ingin mereka menikah, sekarang juga." ucap Kemal.


"Ta - tapi Bang, kenapa harus sekarang? saya belum siap." ucap Alfian.


"Betul Bang, Cla juga belum siap." ucap Clarisa.


"Abang disini sebagai orang tua, berhak tegas." ucap Kemal.


"Tapi Bang, kalau emang mau menikah kan kami berdua, dari jauh - jauh hari Bang, gua juga harus dandan dan tidak sembarangan langsung nikahkan kita." ucap Clarisa.


"Hari ini kalian nikah! bukannya, ini lebih baik dan kalian juga senang kan? sekarang kamu siap - siap, dandan yang cantik." ucap Kemal.


"Gimana kamu siap?" tanya Kemal.


"Kenapa harus sekarang Bang, saya belum siap." jawab Alfian.


"Kalau kamu belum siap, tinggalkan Clarisa." ucap Kemal mengancam.


Alfian diam, Wahyu pun hanya mendengar tidak banyak bicara. Karena takut salah bicara, termasuk urusan keluarga.


"Wahyu saksi dari pihak kamu, dan nanti di saksikan juga dari tetangga ada sebanyak 6 orang, dari 3 keluarga." ucap Kemal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2