Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Ikhlas Memaafkan


__ADS_3

Clarisa pagi - pagi datang ke kost an Alfian, dirinya mengetuk pintu kamar. Alfian membuka pintu, terlihat sudah berseragam rapih. Clarisa saat malam memutuskan, untuk pergi ke rumah mantan Mertuanya.


"Gua akan menemui Ibu." ucap Clarisa.


"Tapi Abang mau dinas."


"Tidak apa - apa, gua akan kesana sendiri." ucap Clarisa.


"Tunggu Abang, sampai pulang."


"Ok, gua akan tunggu Abang." ucap Clarisa langsung pergi kembali.


"Cla!" panggil Alfian.


"kenapa Bang?" tanya Clarisa.


"Makasih ya!" jawab Alfian.


"Iya Bang, sama - sama." ucap Clarisa.


Ponsel Clarisa berdering, Marvel menghubunginya. Clarisa mereject panggilan Marvel, lantas naik ke atas motornya dan pergi.


Sedangkan Kemal, pagi - pagi marah - marah pada Silvi, karena tahu Clarisa pergi dengan tujuannya.


"Kamu itu jadi istri tidak nurut sih? bukannya bela suami malah ijinkan, Clarisa itu tidak pantas kesana." bentak Kemal.


"Abang kok jadi bentak Silvi sih!" ucap Silvi sambil memegang perutnya.


"Bu - bukan begitu, Abang tidak ada niat seperti itu." ucap Kemal.


"Lagian tujuan dia itu bukan CLBK Bang, tapi memaafkan orang yang telah menyakitinya." ucap Silvi.


"Abang hanya sakit hati Yank, Abang sakit hati melihat adik Abang di sakiti."


"Bang, kita maafkan ya. Mereka memang salah, tapi kita tidak pantas terus memendam dendam. Mereka pun sudah menyadari, Abang juga harus bisa maafkan." ucap Silvi.


"Iya, Abang maafkan."


"Ikhlas ya Bang, Abang harus ikhlas." ucap Silvi.


Clarisa menunggu di bengkel Bang Toha, Bang Toha yang masih belum ada pelanggan datang, duduk santai bersama Clarisa.


"Wajar kalau Abang Lo marah, bagaimana tidak seorang kakak melihat adiknya di sakiti. Sekarang, dia datang minta maaf atas nama ibu nya, kalau boleh di bilang sedang kena teguran." ucap Bang Toha.


"Benar Bang, tapi masalah duit juga gua sudah lupa Bang."


"Terus sama si Marvel gimana?" tanya Bang Toha mengalihkan pembicaraan.


"Ya gitu, maju terus dia. Gua sudah ketemu sama Ayahnya, baik banget."jawab Clarisa.


"Lah, kenapa Lo tidak coba. bakal mertua asik tuh, tapi sama anaknya Lo kagak mau."


"Bukan kagak mau Bang, gua masih ragu. Jalan satu bulan ini gua janda, gua masih ragu antara hitam dan putih." udah Clarisa.


"Coba dulu Cla."

__ADS_1


"Nggak tahu kenapa ya, orang pada dukung." ucap Clarisa dengan menggelengkan kepalanya .


****


"Ini cewek kemana sih?kok kagak balas - balas." ucap Marvel sambil melihat chat yang dikirim ke Clarisa.


Marvel mencoba menghubungi lagi, tapi tidak ada jawaban. Bahkan terus mencoba, tetap tidak di respon.


"Kemana sih tu orang." ucap Marvel.


Alfian datang mendekati Marvel, dengan tatapan polos, Marvel menatap Alfian. Dan langsung saja, Alfian menarik tangan Marvel berjalan ke arah mobilnya.


"Mau bawa saya kemana?" tanya Marvel.


"Kamu ikut saya, sudah kan mau pulang?" jawab Alfian kembali bertanya.


"Ikut kemana?" tanya Marvel.


"Ayo ikut." jawab Alfian memaksa.


Marvel pun menurut, dan tidak banyak tanya saat Alfian membawanya pergi. Namun Marvel terkejut, saat dirinya di bawa ke bengkel Bang Toha.


"Ngapain kesini?" tanya Marvel.


"diam saja kamu." jawab Alfian.


Alfian lantas masuk kedalam bengkel, langsung menghampiri Clarisa. Dan Clarisa langsung bersiap - siapa dan mereka pamit pada Bang Toha.


"Kami pamit Bang." ucap Alfian.


"Hati - hati jangan nyebut." ucap Bang Toha pada Alfian.


Saat membuka pintu depan, Clarisa terkejut ada Marvel di dalam, dan lantas menutup kembali pintu mobilnya.


"Kok ada Bang Marvel?" tanya Clarisa.


"Abang yang mengajak, kamu masuk kita langsung pergi." jawab Alfian.


Clarisa pun masuk, dan duduk di kursi penumpang belakang. Marvel menatap Alfian dan Clarisa secara bergantian, Clarisa hanya diam tidak mau banyak berkomentar.


"Kamu ini maksudnya apa?" tanya Marvel memberanikan diri bertanya.


"Marvel, saya kan mau pergi sama Clarisa, kagak enak juga kan kalau kita pergi berdua. Sedangkan Clarisa itu sedang dekat sama kamu, makannya saya ajak kamu." jawab Alfian.


"Memangnya mau kemana kita?" tanya Marvel.


"Pokoknya ada, kamu diam tinggal duduk." jawab Alfian sambil tersenyum.


"Apa Lo kuat Bang, melihat gua sama Marvel! bukannya Lo itu masih sayang sama gua, dan mencintai dalam diam itu sakit, gua nggak tega lihat Lo Bang. Cintamu terlalu tulus, namun menyakitkan."ucap Clarisa dalam hatinya.


****


Clarisa dan Marvel tiba di rumah Alfian, Kamela menyambut ketiganya dan langsung membawa ke kamar ibu Mirah.


Clarisa melihat ibu Mirah terbujur kamu seperti kayu, namun kedua matanya berkedip. Clarisa lantas mendekat bersama dengan Alfian. Dan tidak lupa, Marvel pun di ajak masuk kedalam kamar.

__ADS_1


" Bu, apa kabar?" sapa Clarisa.


Ibu Mirah menangis, air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.


Alfian lantas mengusap air mata ibu Mirah, dengan ibu jarinya. Clarisa memegang tangan Unu Mirah, terlihat pacaran sedih dan menyesal.


"Cla tidak ada dendam sama ibu, Clarisa maafkan kesalahan ibu. Lupakan yang kemarin ya, Cla juga tidak ingat lagi."


Ibu Mirah hanya merespon dengan mengedipkan kedua matanya, dengan air mata yang terus keluar.


"Apapun yang ibu katakan di dalam hati, Cla maafkan semuanya. Cla juta minta maaf, kalau cla banyak salah." ucap Clarisa sambil mencium punggung tangan Ibu Mirah.


"Bu, coba lihat pria yang di depan Ibu. Dia itu calon pendamping Clarisa, sekarang Clarisa sudah bahagia. Cla bahagia, saya pun bahagia." ucap Ibu Alfian.


"Alfian sudah ikhlas ya Bu, semuanya sudah ikhlas kalau Ibu harus pergi sekarang. Alfian bahagia dengan cara Alfian sendiri, Clarisa juga sudah bahagia dengan pilihannya." ucap Alfian yang terlihat tegar.


Tak lama, Ibu Mirah terlihat mengangkat kepalanya, Alfian lantas membisikkan di telinga Ibu Mirah.


"Laa Ilaha Illallah.." ucap Alfian.


Lantas Ibu Mirah menghembuskan nafasnya, Alfian membantu menutup kedua mata Ibu Mirah yang melotot.


"Inalilahi wainnailaihi rojiun." ucap Marvel. dan Clarisa.


Alfian terisak sambil memeluk tubuh Ibu Mirah, Clarisa pun tidak kuasa menangis. Lantas Clarisa bangun dari duduknya, dan dengan refleks Marvel memeluk tubuh Clarisa.


"Bang, kuat ya." ucap Kamela.


"Terima kasih Cla, ternyata Ibu itu menunggu kamu." ucap Alfian.


"Semoga Ibu di ampuni segala dosa - dosanya Bang, dan di lapangkan kuburnya." ucap Clarisa.


"Amin." ucap Alfian.


****


"Jadi kalian cerai itu karena Ibu Mertua!" ucap Marvel.


"Iya, dan Bang Al lebih memilih melepaskan gua." ucap Clarisa.


"Kamu tidak mau rujuk?" tanya Marvel.


"Apa kamu menyerah?" tanya Clarisa.


"Tidak, saya tidak menyerah." Jawab Alfian.


"Kalau tidak menyerah, kenapa bilang begitu."


"Maafkan saya."


"Maaf, hanya bilang maaf. Gua bosan mendengar kata maaf Bang, gua bosan." ucap Clarisa sambil terisak.


Marvel merangkul pundak Clarisa, sedangkan Clarisa mengusap air matanya nya dengan sebuah tissue.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2