Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Terlalu Dekat


__ADS_3

Clarisa bersama Alfian berada di dalam kamar, mereka berdua sedang menonton film action. Aksi dalam film begitu tegang, sehingga membuat keduanya terlihat begitu serius.


"Mampus kamu." ucap Alfian hingga membuat kaget Clarisa.


"Ih.. orang nonton film kayak gitu banget." ucap Clarisa.


Hahahaha....


"Kesel tuh, dari tadi musuhnya nggak tewas." ucap Alfian.


Clarisa lantas memeluk tubuh Alfian, yang duduk bersandar di dinding kamar, sedangkan Clarisa dengan posisi tiduran.


"Yank, sudah jam 5 sore. Kamu pulang, nanti malam bukannya jadwal sama Tri?"


"Malas ah, mau sama Abang saja." ucap Clarisa mengeratkan pelukannya.


"Pulang sana, nanti Bang Kemal nyariin." ucap Alfian mencoba melepaskan pelukan Clarisa.


"Nanti Bang, mau disini dulu."


"Nggak boleh sana pulang."


"Bang ih.. aaaaaa! "


Clarisa langsung di banting tubuhnya ke samping, dengan posisi tubuh Alfian ada di atas tubuh Clarisa.


"Pulang nggak?"


"Nggak mau."


"Pulang."


"Nggak! "


Aaaaaaa


"Abang...!! " teriak Clarisa saat Alfian menciumi leher Clarisa.


Mmmmpphhh


Alfian mencium bibir Clarisa, hingga nafas Clarisa begitu sesak. Dan langsung mendorong pelan tubuh Alfian.


"Iya pulang, kalau disini nanti gua habis di makan sama Abang." ucap Clarisa mendorong pelan tubuh Clarisa.


Alfian mendorong kembali tubuh Clarisa, kembali mencium bibir Clarisa. Merasa terdorong gairah, Clarisa membalas apa yang di lakukan Alfian.


Rintihan kecil tak terasa keluar dari mulut Clarisa, saat jemari nakal bermain di dada milik Clarisa. Tak terasa T- shirt yang di pakai Clarisa, telah terangkat ke atas dengan memperlihatkan dua buah pepaya yang masih terbungkus.


Tok.. tok...


"Alfian!"


Keduanya terhenti, saat mendengar suara ketukan pintu. Ketukan pintu kembali, Alfian langsung merapikan pakaiannya begitu juga dengan Clarisa.


"Bang, siapa?" tanya Clarisa panik.


"Wahyu." jawab Alfian.

__ADS_1


"Gimana Bang?" tanya Clarisa panik.


"Tenang ya." jawab Alfian lantas membuka pintu kamarnya.


"Al, mendadak pinjam motornya dong." ucap Wahyu dengan menatap ke arah Clarisa kaget.


"Ini kuncinya. " ucap Alfian menyerahkan kunci motornya.


"Al, kamu jelaskan!" ucap Wahyu.


"Yang kamu lihat, sudah jelas kan!" ucap Alfian.


"Dia pacar Tri Al, dan kamu itu sudah berkeluarga."


"Dalam proses cerai." ucap Alfian.


"Bagaimana kalau Tri tahu, dia pasti marah dan sakit hati."


"Saya siap hadapi."


Clarisa bangun lantas memakai jaketnya, Clarisa menatap ke arah Wahyu. Alfian menarik tangan Clarisa dengan menggenggam erat.


"Biar Tri tahu sendiri, jangan kamu yang memberi tahu pada dia." ucap Alfian.


"Iya, saya tidak akan katakan itu." ucap Wahyu.


"Bang gua pamit." ucap Clarisa.


"Hati - hati." ucap Alfian.


***


"Ada apa Bang?" tanya Clarisa turun dari motornya.


"Cla, maaf ini ya. Kamu tuh, kenapa harus pacaran juga sama Alfian?" tanya Wahyu.


"Karena dari awal juga cinta sama Bang Alfian, bukan sama Bang Tri." jawab Clarisa.


"Terus, kalau tidak suka sama Tri, kenapa kamu jadian sama dia! kenapa kamu mau saja, saat dia menembak kamu! seharusnya kamu tolak." ucap Wahyu.


"Karena saat itu, lebih baik di cintai dari pada mencintai."


"Biar ini jadi urusan gua dan Bang Alfian."


****


Malam minggu, Clarisa berboncengan motor bersama Tri mengelilingi kota M. Clarisa memeluk tubuh Tri dari belakang, dengan pelan Tri mengendarai motornya.


"Bang kita mau kemana?" tanya Clarisa.


"Kita cari tempat yang enak Cla, semua tempat penuh semua. Abang tidak suka kalau ramai-ramai begitu." jawab Tri.


"Bang, di depan ada razia. Itu siapa yang bagian Tilang?" ucap Clarisa.


"Itu razia gabungan sama Polres, razia knalpot, helm sama surat - surat." ucap Tri.


Motor berhenti saat seorang Polisi menghentikan, Tri langsung geleng - geleng kepala saat Alfian yang menghentikan.

__ADS_1


Clarisa diam dengan posisi kedua tangannya, di kedua paha Tri. Sedangkan Tri memberikan surat - surat kelengkapan berkendara.


"Saya kira, kamu nggak ikut malam ini." ucap Tri.


"Termasuk saya dan Wahyu." ucap Alfian sambil menyerahkan kembali surat berkendara milik Tri.


"Saya lanjut ya, selamat bertugas." ucap Alfian dengan melirik ke arah Clarisa.


Alfian menatap motor yang membawa kekasihnya pergi, Wahyu mendekat dengan menepuk punggung Alfian.


****


"Gua jarang Bang nongkrong sini Bang, ternyata enak juga nongkrong outdoor kayak gini." ucap Clarisa sambil makan stik kentang goreng.


"Abang dulu sama mantan sering kesini." ucap Tri langsung mendapatkan tatapan mata dari Clarisa.


"Maaf yank." ucap Tri sambil mencubit dagu Clarisa.


"Yank, kita tunangan yuk!" ajak Tri.


"Nanti Bang, gua masih belum siap." ucap Clarisa.


"Ok lah kalau begitu, Abang tunggu kamu siap."


Clarisa tersenyum, namun hatinya ke Alfian. Clarisa merasa lebih mencintai Alfian, di bandingkan Tri.


****


Clarisa turun dari motornya, setelah Tri pergi Clarisa berjalan ke arah garasi dan langsung mendorong motor sport nya. Saat itu Kemal melihat dari lantai atas, melihat adiknya keluar kembali.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, Kemal pun langsung bergegas turun dari lantai atas, mengejar adiknya, yang sudah tahu titik dimana Clarisa akan mendatangi tempatnya.


Clarisa dengan kecepatan tinggi mengarahkan motornya ke arah kost an Alfian. Jalanan yang sepi, membuat Clarisa dengan kencang mengendarai motornya.


Clarisa sampai di kost an Alfian, dirinya segera mencari kunci kamar Alfian. Clarisa meraba keset, dan mengambil kunci kamar yang di sembunyikan di bawah keset.


Clarisa masuk dan langsung mengunci kamar Alfian, Clarisa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Alfian, memeluk bantal yang wangi harum.


"Gua tunggu Lo Bang, saat Lo pulang Abang bilang gini, Cla kamu ada disini? dan gua jawab gua kangen sama Abang." ucap Clarisa sambil tertawa sendiri.


Saat sedang akan memejamkan kedua matanya, terdengar suara ketukan pintu. Clarisa bangun dan berpikir siapa yang mengetuk pintu kamar Alfian.


Clarisa langsung mengintip dari balik gorden, Clarisa terkejut saat melihat Kemal yang mengetuk pintu kamar Alfian.


"Bang Kemal! apa dia tahu gua kemari."


Suara ketukan semakin keras, Clarisa langsung membuka pintu kamar menghindari keributan.


Ceklek.


"Abang! "


"Pulang! "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2