Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Tawuran


__ADS_3

Alfian masih terus menatap ke arah mobil yang sedang di perbaiki oleh Clarisa, hampir 2 jam mobil belum juga selesai di perbaiki. Hingga akhirnya, Alfian mendekati Clarisa kembali.


"Bisa nggak sih? dari tadi belum ketemu penyakitnya!" ucap Alfian.


"Sayang, tadi kan sudah saya bilang. Tunggu sampai 3 hari paling lambat, kalau asal jalan juga bisa sekarang di bawa pulang. Tapi kan, nanti di tengah jalan mogok. Kalau mau yang seperti itu silahkan, gua sih nggak masalah." ucap Clarisa.


"Gitu ya, tapi saya ingin tahu ini mobil penyakitnya apa?"tanya Alfian


"Ada beberapa yang harus di betulkan, kabel rem, Alternator dan kabel aki nya kendor." jawab Clarisa.


"Ok, besok bisa jadikan?" tanya kembali Alfian.


"Bang Toha, besok bisa jadi nggak?" teriak Clarisa.


"Tergantung juga sih, kita tenaga cuman berdua Pak, ini juga masih banyak sesuai antrian dan kita nggak bisa buru - buru dan buat kecewa pelanggan." ucap Bang Toha.


"Yasudah kalau begitu." ucap Alfian lantas menghubungi temannya.


Clarisa menatap Alfian dengan tersenyum, pria tampan yang ada di depannya kini menjadi penghuni hatinya.


***


Tak lama, Tri menjemput Alfian. Clarisa keluar dari bengkelnya, dan Tri langsung turun dari motor saat Alfian akan naik ke atas motornya.


"Hi.. Clarisa, kamu kerja di bengkel ini?" sapa Tri.


"Iya Pak, disini gua kerja. Mulai jam pulang kuliah sampai selesai." ucap Clarisa.


"Nggak menyangka ya, cewek kayak kamu kerja di bengkel."


"Yang penting halal, nggak nyolong."


"Masih lama nggak ngobrolnya?" ucap Alfian.


"Iya nih bentar." ucap Tri.


"Saya cabut dulu ya, nanti kabari saja kalau sudah jadi. Ehm.. boleh minta nomer ponselnya?" ucap Tri meminta.


"Boleh, sini ponsel Abang. Gua panggil Bang saja ya, nggak apa - apa kan?" ucap Clarisa.


"Nggak apa - apa." ucap Tri sambil menyerahkan ponselnya.


"Nih, nanti coba saja miscall."


"Thanks ya."


***


"Alfian, saya tuh suka aslinya sama si Clarisa. Dia itu cantik, dan cewek mandiri." ucap Tri sambil mengemudikan sepeda motornya.


"Mandiri apa! cewek kayak gitu di bilang mandiri." celetuk Alfian.


"Saya jatuh cinta sama dia."

__ADS_1


Alfian hanya diam tidak menanggapi temannya, yang sedang membicarakan Clarisa.


****


Clarisa sampai di kost an nya, terdengar suara petikan gitar. Clarisa melihat pintu kamar Alfian terbuka lebar, dengan mengintip sebentar terlihat Alfian sedang bernyanyi sambil memetik gitar.


Cinta, memang terbuat ku tergila - gila.


Cinta, hanya kamu yang ku suka.


Pada dirimu, aku jadi jatuh cinta.


"Oh cinta, bagai ku mabuk cinta. Karena dirimu, aku jadi tergila - gila." balas lagu dari Clarisa, dan membuat Alfian berhenti memainkan gitar nya, lantas menutup pintu kamarnya.


"Marah nih yeee." ucap Clarisa, langsung membuka pintu kamarnya.


Alfian mengintip dari dalam, terlihat Clarisa masuk kedalam kamar kost nya. Lantas, Alfian lanjut menyanyi sambil memetik gitar.


Saat sudah berada di dalam kamar kost nya, Clarisa membuka kulkas yang hanya tinggal berisi air mineral botol, dirinya lupa membeli makanan.


"Ah... kesel banget sih, sudah tahu capek terus sudah malam. Bikin kerjaan saja, bisa - bisa nya lupa gini." ucap Clarisa kesal.


Dengan segera ambil kunci, Clarisa keluar dari dalam kamarnya untuk membeli makanan. Saat keluar, Clarisa dan Alfian sama - sama keluar dari kamar.


Clarisa tersenyum, tidak dengan Alfian yang hanya cuek lantas naik ke atas motornya dan pergi.


"Itu cowok judes banget sih, kagak ada ramah - ramahnya." celetuk Clarisa.


****


"Mas nasi gorengnya." ucap penjual pada saat mengantarkan pesanannya.


"Pak satu ya, minta yang pedas." ucap Clarisa.


"Baik mba, tunggu ya."ucap penjual.


" Makan dulu punya saya." ucap suara seorang pria, yang berasal dari belakang Clarisa.


"Lo! "ucap Clarisa saat melihat Alfian ada di penjual nasi goreng.


"Makasih ya, nanti saja nunggu. Lo kalau mau makan, makan saja." ucap Clarisa.


"Makan, itu masih ada 7 orang lagi. Saya bisa menunggu kok."ucap Alfian.


" Benar nih, Lo nggak nyesel gua makan?"


"Iya makan saja, lagian belum gua makan kok."


"Thanks ya, gua memang lapar."ucap Clarisa langsung makan milik Alfian.


Saat sedang asik makan, tiba - tiba segerombolan anak muda datang langsung mengacungkan celurit. Semua berteriak, hingga semua lari. Clarisa yang sedang makan, tiba - tiba di ayunkan sebuah sebilah celurit pada lehernya, oleh seorang pemuda yang begitu cepat melakukannya, dan langsung pergi.


Aaaaaaaa

__ADS_1


Teriakan terjadi, saat celurit mengenai leher Clarisa. Clarisa yang tidak sempat lari atau melawan, langsung terkapar. Alfian yang melihat, langsung mengejar pelaku namun mereka langsung kabur dengan sepeda motor mereka.


Alfian berhasil mendapatkan nomer plat motor salah satu teman yang melukai Clarisa, dan langsung menghubungi kantor Polisi.


" Hallo datang ke lokasi kejadian jalan pembaharuan depan Apotek Farmasi 24 jam, ada korban terluka akibat serangan tiba - tiba dari salah satu gank motor." ucap Alfian langsung mematikan ponselnya.


Alfian berlari saat melihat Clarisa sudah di kerumuni warga, Alfian langsung mendekat Clarisa.


"Cla, bangun Cla." ucap Alfian, yang mencoba membuat Clarisa tetap sadar.


Clarisa mendengar suara Alfian, namun pandangannya sudah buram. Alfian dengan segera mengangkat tubuh Clarisa, untuk di bawa ke rumah sakit.


Tepat Alfian sedang mengangkat tubuh Clarisa, mobil polisi datang. Dan langsung membantu, mengangkat tubuh Clarisa.


Sedangkan di tempat lain, sekawanan gank motor, melakukan aksi penyerangan. Terlihat senjata tajam, panas hingga pistol mereka kerahkan pada lawan.


Serang...


Dor...


Dor..


Beberapa anggota gank motor, terluka bahkan ada yang kabur saat Polisi datang. Dan di bantu Tentara yang ikut memisahkan perang antar gank motor tersebut.


Dor


Dor


Suara tembakan terus di keluarkan, dan beberapa dari mereka tertangkap, bahkan beberapa di tembak di tempat pada kakinya, karena berusaha untuk kabur.


"Yang lari kejar! " teriak Komandan Polisi memerintah.


***


"Cla, kamu harus tetap bangun. Kamu harus tetap sadar, kamu kuat Cla." ucap Alfian.


Clarisa tetap diam, tubuhnya lemas karena darah yang keluar banyak. Alfian terus mencoba mengajak Clarisa untuk tetap sadar.


Sedangkan Kemal membantu menangkap para gank motor, yang melakukan aksi tawuran. Beberapa senjata tajam berhasil di amankan.


"Terima buat anggota lainnya, sudah membantu kami. Ini adalah aksi penyerangan terbesar, sepanjang sejarah. Masa yang di perkiraan lebih dari 100 orang." ucap Pak Kapolres yang ikut turun langsung.


"Sama - sama, kami juga akan membantu mengejar pelaku tersebut." ucap Kemal.


Alfian sampai di rumah sakit, saat itu Wahyu yang membawa Mobil Patroli. Clarisa pun dengan segera di berikan tindakan.


"Semoga Clarisa selamat."ucap Wahyu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2