Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Saling Jatuh Cinta


__ADS_3

"Awas jatuh Cla...!! " teriak Alfian saat melihat Clarisa akan jatuh, dan dengan sigap langsung menangkap tubuh Clarisa.


Aaaaaa


Hap


Tubuh Clarisa berhasil di tangkap Alfian, rasa dag dig dug sangat cepat dan kencang. Alfian pun membantu menurunkan tubuh Clarisa.


"Hati - hati Cla, kalau nggak ada Abang kamu jatuh." ucap Alfian.


"Terima kasih Bang." ucap Clarisa sambil memegang dadanya.


"Biar Abang yang pasang." ucap Alfian lantas mengambil lampu yang ada di tangan Clarisa.


Alfian pun naik ke atas meja, dan memasang lampu tersebut. Tak memakan waktu lama, lampu terpasang dan menyala.


"Terima kasih Bang, aaaaaaa... "


Buuuuuggghh


Cup


Tak sengaja kaki Clarisa menginjak bekas minuman kaleng, lantas mendorong tubuh Alfian hingga terdorong terjatuh di atas karpet, bahkan bibir mereka saling menyentuh.


Kedua mata mereka sama - sama saling bertatap mata, Clarisa mencoba bangun namun Alfian menahan tubuh Clarisa, lantas mencium bibir Clarisa. Seakan tidak menolak, Clarisa membalas ciuman bibir tersebut.


Ciuman bibir mereka begitu menuntut, tangan kanan Alfian menutup pintu kamar Clarisa. Kini tubuh Clarisa di bawah tubuh Alfian, tangan Clarisa mencengkeram rambut Alfian, saat Alfian mencium leher Clarisa yang tidak ada luka.


"Abang sayang kamu Cla!" ucap Alfian berbisik di telinga Clarisa setelah meninggalkan jejak kemerahan di leher Clarisa.


"Gua juga sayang sama Abang." ucap Clarisa, Alfian kembali mencium bibir Clarisa dengan saling memainkan lidah.


***


Keduanya duduk bersandar di tembok, saling genggaman tangan dengan kepala Clarisa bersandar di kepala Alfian.


"Abang mau jadi pacar gelap kamu Cla, Abang siap mundur kalau kamu menikah dengan Tri."


"Apa Abang akan rujuk sama istri Abang?" tanya Clarisa sambil menoleh ke arah Alfian.


"Tidak! kami hanya memutuskan untuk jadi Sahabat dan tetap dekat demi Moza." jawab Alfian.


"Bagaimana Cla mengatakan sama Bang Tri, kalau hati ini sebenarnya untuk Abang! Cla bingung, harus mencintai dua pria."


"Abang rela mundur kok, karena Tri yang pertama."

__ADS_1


"Maafkan Cla, yang tidak paham sama hati Abang, waktu itu hanya berpikir lebih baik di cintai dari pada mencintai." ucap Clarisa.


****


"Kamu yakin ingin menikah dengan adik Abang?" tanya Kemal.


"Iya Bang, kalau begini terus. Saya takut Bang, apalagi Cla itu banyak teman cowoknya." jawab Tri.


"Abang sih, sama siapa saja dia menikah. Asal jangan menyakiti hati dia, Clarisa itu satu - satu nya harta milik Abang. Masalah menikah terserah pilihan Clarisa, Abang sih sama siapa saja."


"Makasih Bang, makasih untuk dukungannya."


"Sama - sama."


***


"Makan dulu nih." Alfian menyuapi Clarisa dengan nasi pecel.


"Jangan Cla terus Bang yang makan, gantian Abang juga." ucap Clarisa sambil mengunyah.


"Ini Abang makan, enak nggak?"ucap Alfian.


"Enak Bang." ucap Clarisa.


"Cla! " tiba - tiba Kemal datang melihat adiknya sedang makan, satu piring berdua.


Alfian tersenyum pada Kemal, begitu juga Kemal tersenyum pada Alfian. Clarisa langsung bangun dari duduknya, dan Kemal meminta adiknya untuk duduk kembali.


"Cla bisa jelaskan sama Abang." ucap Clarisa.


Alfian tertunduk, dengan piring yang sudah di letakkannya. Kemal memijat kepalanya, yang tiba - tiba sakit.


"Kamu tahu kan statusnya?" tanya Kemal.


"Status saya dan istri sudah cerai secara agama, tapi secara negara belum. Kami tidak ada yang mau mengajukan ke pengadilan, karena anak. Tapi sekarang saya akan maju, kalau Clarisa bisa jadi milik saya." ucap Alfian.


"Saya akan ijinkan kalian menikah dan berhubungan, saat kamu sudah benar - benar resmi cerai secara negara." ucap Kemal.


"Bang!" ucap Clarisa.


"Otak kamu dimana? kamu pacaran sama Tri, sekarang kamu malah pacaran sama dia. Cla, ingat ya dia bisa saja rujuk sama istrinya. Kamu itu harus pikir kesana, saya minta sama kamu, selesaikan masalah kamu dulu. Sekarang kamu pulang, jangan dekati adik saya lagi." ucap Kemal.


"Maafkan saya Bang!"


***

__ADS_1


"Abang ini kenapa sih? menghalangi kebahagiaan Cla! adik abang cinta Bang Alfian, tidak dengan Bang Tri."


"Kalau kamu tidak mencintai Tri, kenapa kamu jadian sama Tri? sekarang kamu terjebak di antara dua lelaki. Tri menemui Abang, kalau dia ingin menikah sama kamu. Abang kira, kamu tidak ada hubungan dengan dia, ingat status Cla, dia belum resmi bisa saja rujuk."


"Dia bilang nggak akan rujuk Bang."


"Alah, percaya apa! kamu itu jangan terlalu percaya sama lelaki seperti dia, dan Abang minta kamu jauhi dia."


Setelah keluar dari kamar kost adiknya, Kemal tidak langsung pergi. Dia memilih duduk di warung seberang jalan, menunggu Alfian keluar.


Saat itu keberuntungan bagi Kemal, melihat Alfian keluar dari kamar kost an nya, dan berjalan ke arah warung. Alfian tahu, ada Abangnya Clarisa langsung berjalan ke arahnya menghampiri.


"Duduk sini." ucap Kemal bergeser.


Alfian duduk di samping Kemal, saat itu suasana warung tampak sepi. Sehingga bebas untuk bicara serius, Kemal pun memesankan segelas kopi hitam untuk Alfian.


"Saya itu, Abangnya Clarisa. Wajib seperti ini, karena hanya saya yang Clarisa punya. Kamu mencintai adik saya, bukan pelarian kan?" ucap Kemal.


"Bukan Bang, saya tulus mencintai dia."ucap Alfian.


" Clarisa sudah jadi pacar Tri."


"Saya tahu, saya siap mundur. Kalau memang Clarisa harus menikah dengan Tri."


"Saya tidak akan memilih siapa yang akan menjadi suaminya, karena yang menjalani itu adalah Clarisa. Tapi satu hal, selesaikan masalah kamu, baru saya ijinkan kami dekati adik saya. Untuk sementara, jauhi dia. Saya tidak mau Clarisa menangis karena cinta. Kamu juga punya anak, anak itu butuh orang tua lengkap, walau memang saya juga gagal menjadi orang tua yang baik buat anak saya. Tapi kami sudah proses pengadilan, sedangkan kamu cerai agama saja sudah lama, dan belum maju. Tidak ada yang mau maju, satu alasan anak. Dari situ, seorang kakak bisa membaca, peluang rujuk itu besar. Saran saya, sebaiknya perbaiki hubungan kamu dengan istri kamu. Jangan karena nafsu, selesaikan masalah kamu, kalau kamu memang tidak bisa segera ajukan ke pengadilan agama." ucap Kemal panjang lebar.


"Iya Bang, saya akan sementara jauhi Clarisa." ucap Alfian.


"Siapa nanti yang akan menjadi suami Clarisa, semoga dia tidak salah memilih dan sebagai Abangnya hanya bisa mendoakan yang terbaik. "


***


"Bang!" sapa Clarisa.


Alfian hanya tersenyum tipis lantas membuka pintu kamarnya, saat Clarisa ingin ikut masuk Alfian langsung mendorong pelan Clarisa, untuk tidak ikut masuk. Dan lantas menutup pintunya dengan di kunci dari dalam.


"Bang, kok di tutup? gua ingin masuk." ucap Clarisa mengetuk pintu kamar.


"Bang!" panggil kembali Clarisa.


Tidak ada jawaban, dan Clarisa memilih masuk kedalam kamar kostnya. Clarisa lantas mengintip dari dalam kamar nya, melalui celah gorden pintu masih tertutup rapat.


"Bang Kemal bicara apa ya? sama Bang Alfian, dia jadi berubah gitu. Setelah Bang Kemal bicara seperti itu, jangan - jangan Bang Kemal ancam Bang Alfian."


.

__ADS_1


.


__ADS_2