Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Jaga Jarak


__ADS_3

"Bang, Abang bilang apa sama Bang Alfian? dia sekarang diam kan Cla." ucap Clarisa saat mendatangi rumah Abangnya.


"Abang hanya minta, dia jauhi kamu." ucap Kemal.


"Bang! kenapa Abang seperti itu? Abang seharusnya tidak bicara seperti itu Bang! lagian kita juga hanya pacaran biasa saja, kita juga nggak buru - buru nikah."


"Clarisa! sekarang kamu bicara biasa. Apa rasa cinta itu, tidak ada hal yang ingin lebih? Abang itu lebih paham dari kamu, ini juga baik buat kamu, paham!"


"Bang, biar Cla sama dia mengalir apa adanya."


"Cla sadar kamu! dia punya anak, proses cerai yang sengaja dia tidak ajukan. Apa kamu masih ingin tetap sama dia? masih mau berhubungan walau, dia nanti akan rujuk?" ucap Kemal.


Clarisa diam, dia pun lantas tidak berkata lagi membantah Abangnya. Kemal pun duduk bergeser, lebih dekat dengan Clarisa.


"Kamu pindah kesini ya! dari pada kamu mengontrak. Lagian Abang juga sendirian disini, rumah besar." ucap Kemal.


"Cla lebih nyaman disana."


"Tolong, turuti apa kata Abang." ucap Kemal.


"Nggak bisa Bang!"


"Cla!"


"Iya."


****


Alfian melihat semua barang - barang Clarisa, di bawa keluar dari kamar kost, dan di alihkan kedalam mini truk. Lantas Clarisa menarik kopernya keluar, Alfian pun mendekat.


"Kamu pindah ke mana?" tanya Alfian.


"Gua pindah ke rumah Bang Kemal." jawab Clarisa.


Alfian memegang tangan Clarisa, menatap sedih ke arah kekasihnya. Tri datang, Alfian lantas sedikit menjauhkan tubuhnya dari Clarisa.


"Loh kok semua mau di bawa kemana?" tanya Tri.


"Itu Bang, Gua harus pindah ke rumah Abang gua." jawab Clarisa.


"Pindah! jadi kamu tinggal sama Bang Kemal?" ucap Tri.


"Iya." ucap Clarisa.


"Lebih baik begitu, kan Abang bisa tenang kalo kamu sama Bang Kemal." ucap Tri.


"Yaudah sini Abang bawakan." Kemal mengambil koper yang ada di tangan Kekasihnya.


Alfian menatap ke arah Clarisa, lantas Clarisa pergi bersama Tri. Alfian menatap kamar yang kini kosong, bahkan tidak akan pernah lihat lagi wanita yang selalu di perhatikan nya.


****


"Kamu kenapa Cla? wajahnya murung terus!" tanya Tri saat dengan tubuhnya bersandar di daun pintu.


"Nggak apa - apa." jawab Clarisa.


"Jujur saja kenapa? kamu pasti kesel ya, harus pindah dari kost an yang sudah lama kamu tempati." ucap Tri.


"Gimana nggak kesel Bang, disana gua bebas mau ngapain juga. Disana gua mandiri, lah disini semua serba di batasi." ucap Clarisa.


"Kan disini kamu bisa terpantau, Abang juga tenang. kamu tidak akan berani bawa pria asing kesini, jadi Abang juga nggak akan was - was."


"Abang ini kenapa sih? jadi pacar seolah mengekang! apa Abang takut, kalau gua akan selingkuh." ucap Clarisa kesal.


"Bukan begitu Cla, Abang tidak maksud gimana - gimana. Abang hanya takut saja, kalau kamu tinggalkan Abang."


"Jelas yang begini, yang akan di tinggalkan."

__ADS_1


****


"Abang akan ajukan sekarang, Abang akan urus semuanya." ucap Alfian.


"Apa sekarang Abang sudah yakin?" ucap Kamela dari seberang.


"Iya, Moza tetap dalam perawatan kita. Sama - sama kita, asuh seperti kita masih terikat dalam pernikahan."


"Kalau boleh jujur, apa Abang karena wanita yang di depan kamar itu?"


Alfian terdiam, sambil memijat keningnya yang terasa sangat pusing. Alfian menarik nafasnya, dengan menyarankan kepala di dinding kantornya.


"Iya, Abang mencintai dia."


"Cepat sekali Bang, kamu sudah bisa berpaling dari saya. Sebegitu niatnya, kamu memang ingin berpisah."


"Bukannya kamu juga, apa Abang tidak tahu kalau kamu juga disana, sudah pergi berdua dengan mantan kamu."


"Jadi! "


"Kita ajukan sekarang, hak asuh Moza sama kamu. Tapi bila ada waktu libur, Abang akan jemput Moza."


"Ya Bang."


"Anaknya sedang apa?"


"Ada Bang, dia sedang main sama temannya."


****


Clarisa sudah bisa mengendarai motor Sportnya kembali, dirinya sudah kembali kuliah. Saat turun dari motor banyak teman - temannya yang menyapa, Clarisa lantas berlari ke arah teman satu kelasnya, yang sedang berkumpul di bawah pohon beringin.


"Hi...!! " sapa Clarisa.


"Cla...!! " ucap salah satu Mahasiswa bernama Ibram.


"Gimana Cla kondisi Lo?sudah nggak sakit lagi di lehernya! "tanya Agung.


"Sudahlah, makannya gua masuk." jawab Clarisa.


"Cla, untuk lomba nama Lo di ganti sama yang lain." ucap Ahmad.


"Yaudah nggak apa - apa, kan gua juga kondisinya sedang tidak baik. Eh tugas yang kemarin gimana?"


"Wah Cla, kelompok kita dapat nilai 100." ucap Agung.


"Syukurlah, maaf ya gua nggak banyak bantu."


"Santai saja Cla, dosen juga semuanya sudah pada tahu."ucap Ibram.


Tak lama ponsel Clarisa berdering, pacarnya Tri meneleponnya. Clarisa lantas menjauh dari mereka, untuk mengangkat panggilan telepon dari Tri.


" Hallo.. Bang."


Panggilan pun mati, beralih panggilan video call. Clarisa melihat Tri yang sedang menghubunginya, berada di dalam mobil sedang berpatroli bersama Alfian.


Clarisa tersenyum, bisa melihat Alfian. Tidak dengan Alfian, yang hanya fokus dengan setir mobil dengan pandangan fokus ke depan.


"Abang lewat kampus kamu tadi." ucap Tri.


"Patroli keliling ya Bang."


"Iya, sekalian patroli hati kamu."


"Hahaha.. nggak lucu ah."


"Nanti malam, kita jalan yuk! "

__ADS_1


"Kemana Bang?"


"Kemana saja, nanti Abang jemput kamu."


"Boleh Bang, gua tunggu jam 7 malam."


"Ok, Abang lanjut kerja."


"Bye..! " ucap Clarisa mematikan panggilan Video call nya.


***


Clarisa mengendarai motornya dengan pelan, motornya langsung berbelok ke arah tempat kost yang dulu. Untuk menyerahkan kunci pada Ibu kost.


"Ibu kira kamu tidak kesini." ucap Ibu pemilik kost an.


"Nggak lah Bu, kan sudah janji." ucap Clarisa dengan mencopot helmnya.


"Kenapa pindah? padahal sudah lama disini."


"Abang bu, minta Cla ikut." ucap Clarisa dengan memberikan kunci kamar.


"Kalau kamu mau kesini lagi, kabari saja."


"Iya Bu." ucap Clarisa melihat motor Alfian, sudah terparkir.


"Yaudah Ibu mau keliling menagih uang sewa."


"Ya Bu, makasih ya Bu."


Clarisa berjalan ke arah kamar Alfian, tangannya ingin mengetuk pintu. Namun di urungkannya, Clarisa mencoba memberanikan diri mengetuk kamar Alfian.


Tok... tok..


Pintu tidak segera di buka, Clarisa mengetuk pintu kembali. Namun tidak di buka, Clarisa pun memutuskan untuk pulang. Saat memutar tubuhnya, Alfian sudah berdiri di belakangnya.


"Dari tadi?" tanya Alfian.


"Baru, tadi habis mengembalikan kunci kamar." jawab Clarisa.


Alfian membuka pintu kamarnya, pertama kali Clarisa masuk kedalam kamar Alfian, kamar yang begitu harum dan wangi.


"Sudah makan?" tanya Alfian sambil membuka bungkus nasi.


"Belum Bang." jawab Clarisa.


Alfian tersenyum, lantas mengarahkan sendok berisi nasi dan lauknya ke arah mulut Clarisa.


"Makan, Abang suapi."


"Nggak ah makasih, Abang saja lapar."


"Sudah makan, nih buruan makan."


Clarisa menerima suapan dari Alfian, kekasihnya tersenyum saat Clarisa makan. Jari Alfian membersihkan bibir Clarisa, yang terkena bumbu lauk yang menempel.


"Abang kangen Cla, tapi kita harus jaga jarak dulu ya." ucap Alfian.


"Gara - gara Bang Kemal." ucap Clarisa.


"Abang kamu itu baik maksudnya, Abang juga sudah mulai mengajukan proses cerai ke pengadilan agama. Kamela juga sudah punya lagi, tinggal menyelesaikan ini semua, kita akan hidup dengan jalan kita masing - masing." ucap Alfian.


"Bang Tri bagaimana?Cla sudah menyakiti hati dia! " ucap Clarisa menatap Alfian serius.


.


.

__ADS_1


__ADS_2