
Ada yang suka terjaga ditengah malam
Sekedar untuk mengingat kenangan dan merapal doa tentang pertemuan dari segala rindu yang sudah saling berdesakan dikepala.
Bukan hal yang mudah merawat itu semua sendiri dengan bayang-bayang luka yang menghantui
Lamunan panjang yang membuat debar semakin terasa dan sesak yang mulai menghimpit dada.
Apakah kau tahu? Setelah bebagai rasa itu datang,tak sedikitpun rinduku beranjak pergi dari dirimu
Aku pulang pada senja yang hujan
Senja yang menuntunku menuju rumah setelah terang yang lelah.Dan pada hujan yang basah,aku diingatkan kenangan tentangmu
Ketika kau membuka pintu dan tanganmu melambai merayuku jatuh ke pelukanmu
Kita harus berdamai dengan waktu,katamu
Waktu yang mana?waktu yang merenggut senyummu dari pandangku?waktu yang membuat hujan jatuh dipipimu?atau waktu yang membuatku harus berkenalan lagi denganmu?
Terdiam,
Dan nyatanya kita perlu menyempatkan waktu duduk berdua sebangku
Berbincang apa saja
Waktu tak akan terulang lagi
Detik,menit dan jam begitu berarti
Biarkan angin menyapu wajahmu
Biarkan hangat membelai tubuhmu
Biarkan bibir kita bercumbu
Biarkan kita menjadi satu
Biarkan saja .
Clarisa keluar dari ruang sidang, sidang skripsi nya telah berhasil dan mendapatkan nilai A. Clarisa langsung memeluk tubuh Marvel.
"Alhamdulillah Bang, gua lulus Bang sidang skripsinya." ucap Clarisa sambil menangis bahagia.
"Alhamdulillah sayang, Abang ikut senang."ucap Marvel.
" Nggak sia - sia ya Bang, usaha gua. Ini yang buat terharu, perjuangan yang panjang."ucap Clarisa terisak.
"Alhamdulillah, sekarang kita pulang." ucap Marvel.
Sedangkan di rumah Kemal sedang bersiap - siap untuk mengantar Silvi ke rumah sakit. Silvi merasakan mulas di perutnya, bahkan ketuban nya pun sudah pecah.
"Cepat Abang!" bentak Silvi.
"Iya sabar Yank, sabar ya." ucap Kemal.
Clarisa dan Marvel datang, melihat Kemal yang panik, langsung saja menghampiri.
"Ada apa Bang?"tanya Marvel.
__ADS_1
" Jangan banyak tanya, cepat bawa saya ke rumah sakit."ucap Silvi.
"Mba mau melahirkan?" tanya Clarisa.
"Kamu jangan tanya terus, cepat bawa. Bang.. kamu lama banget sih, ambil perlengkapan bayi sama mamahnya." ucap Silvi.
"Ini sudah selesai, yuk antar kami. Marvel, kamu menyetir mobil." ucap Kemal.
"Iya Bang, saya ke mobil duluan." ucap Marvel segera berjalan ke arah mobil.
"Dek, kamu tolong bawa ini." ucap Kemal menyuruh Clarisa, untuk membawa tas pakaian Silvi dan calon bayinya.
"Iya Bang." ucap Clarisa.
*****
Kemal terlihat panik, setelah mendapatkan kabar, kalau Silvi harus cesar. Clarisa dan Marvel, ikut menjadi tegang.
"Bang, gua jadi ingat waktu keguguran dulu." ucap Clarisa sambil memegang perutnya, lantas Marvel mengusap perut Clarisa.
"Dia sudah jadi penghuni surga, insya Allah kamu akan merasakan nikmatnya hamil lagi."
"Amin ya Allah, semoga setelah kita menikah, akan segera di berikan momongan, dan Allah masih memberikan kepercayaan sama Cla."
"Amin ya Allah."
Pintu kamar operasi terbuka, dokter langsung memberikan selamat pada Kemal, bayinya telah lahir dengan selamat.
"Selamat Pak, bayinya perempuan keduanya sehat dan selamat." ucap dokter.
"Alhamdulillah." ucap Kemal, Clarisa dan Marvel.
Silvi pun sudah berada di kamar rawat, tubuhnya masih belum pulih. Kemal menggendong putrinya, bahkan Gibran terus menciumi adiknya dengan gemas.
Silvi tersenyum sambil membelai pipi putrinya, yang masih memerah kulitnya.
*****
Ini cerita perpisahan,berita kehilangan
Tentang mereka yang tak mampu mencegah kepergian
Diyakini di dalamnya,jiwa-jiwa itu juga merintih kesakitan
Membiarkan waktu mengambil bagian dan meninggalkan kenangan serta kesedihan
Jiwa-jiwa itu tenggelam dalam pertanyaan
Tentang siapa yang patut disalahkan dan hal apa yang sebenarnya masih dapat dipertahankan
Diam menyelimuti keduanya
Berharap di yakinkan daripada meyakinkan,yang akhirnya berujung pada penantian.
Dibagian lain,waktu sedang memperhatikan mereka
Menertawakan jiwa yang terlalu keras kepala dan ego yang berkeliaran sampai akhirnya hati mereka mati perlahan
Penantian itu berganti menjadi suara yang tak tersampaikan
__ADS_1
Dan luka,yang tak akan terlupakan
Alfian kembali menulis di buku diary nya, tubuhnya semakin kurus tak terawat, bahkan hari - harinya selalu mendengar suara Moza, putri kecilnya.
"Papah akan bertahan demi kamu, Papah janji tidak akan terus dalam kerapuhan."ucap Alfian.
Uhuk.. uhuk..
Alfian lantas meminum obatnya, setelah beberapa hari jatuh sakit. Alfian merebahkan tubuhnya, merasakan sangat lemas.
" Ya Allah, hamba harus kuat, demi Moza. Bantu hamba ya Allah untuk tidak tersiksa seperti ini."
****
"Clarisa Baskoro, ST. Dengan nilai IPK 4.6 ." ucap MC saat membacakannya.
Clarisa berjalan naik ke atas panggung, dengan mengenakan pakaian toga. Kemal terharu melihat, adiknya berhasil sampai lulus wisuda.
Marvel pun datang, dengan mengenakan pakaian batik lengan panjang dan celana hitam. Clarisa lantas langsung duduk kembali ke kursinya.
"Ada sepatah kata, dari perwakilan mahasiswa, kami persilahkan Saudari Clarisa Baskoro, ST untuk naik ke atas podium." ucap MC.
Clarisa pun naik keatas podium, untuk memberikan sebuah pidato di depan para mahasiswa, dosen dan wali mahasiswa.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang untuk semuanya. Alhamdulillah, hari ini adalah hari spesial untuk angkatan wisuda ke 76 , dengan semuanya lulus dan dengan nilai yang sangat luar biasa. Saya juga ucapkan terima kasih, pada Rektor, para dosen, dan dosen pembimbing untuk membantu dan membimbing kami hingga sampai di titik akhir ini. Semoga ilmu yang kita dapat, bisa bermanfaat buat masyarakat. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih, dan untuk semuanya selamat menjalankan hidup yang baru penuh tantangan, tetap semangat dan jangan pesimis. Terima kasih, WA salamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Clarisa, dan langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
****
"Selamat dek."peluk Kemal pada Clarisa.
" Terima kasih Abang, terima kasih untuk doa Abang buat Cla, makasih banyak Bang."ucap Clarisa.
"Sama - sama sayang, Abang bangga sama kamu."ucap Kemal kembali.
Marvel memeluk tubuh Clarisa, dan memberikan sebuah buket bunga dengan boneka.
" Selamat ya." ucap Marvel.
"Makasih Bang." ucap Clarisa memeluk kembali Marvel.
"Kita langsung pulang saja, Silvi sudah siapkan makan - makan untuk kita, merayakan keberhasilan Clarisa." ucap Kemal.
"Abang makasih ya." ucap Clarisa.
"Sama - sama sayang." ucap Kemal.
****
"Pak, temannya harus di rawat. Dia terkena tipes, ini sudah lama ya sepertinya, dan baru di tindak sekarang." ucap dokter yang menangani Alfian.
"Iya dok, soalnya tidak di rasa dan makan sekarang memang tidak teratur." ucap Wahyu.
"Baik kalau begitu, Pak Alfian di rawat ya." ucap dokter.
"Iya dok." ucap Alfian dengan suara lemah.
"Jaga kesehatan Al, kamu itu kurang istirahat. Jangan kamu porsir lah, jangan pertaruhkan kesehatan." ucap Wahyu.
.
__ADS_1
.
.