Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Stop Kerja


__ADS_3

"Bang, maaf ya kalau saya telat." ucap Tri, saat keduanya janjian untuk bertemu.


"Ini minum dulu, saya pesankan kamu kopi hitam." ucap Kemal.


"Makasih Bang." ucap Tri langsung meminum kopi yang di pesankan oleh Kemal.


"Tri, maafkan saya." ucap Kemal.


"Kenapa Abang minta maaf?" tanya Tri.


"Masalah kemarin." jawab Kemal.


"Masalah yang mana Bang? saya tidak merasa ada masalah sama Abang!"


"Masalah adik saya menikah dengan Alfian."


"Oh yang itu." ucap Tri langsung berubah.


"Saya yang menyuruh mereka menikah, kenapa saya lakukan itu! karena dari awal sebelum, kamu mengatakan cinta sama Clarisa, dia sudah suka dulu sama Alfian, begitu juga dengan Alfian. Hanya saja Alfian orangnya tipe, memendam kan tahu sendiri dia masih belum resmi cerai." ucap Kemal menjelaskan.


"Saya tahu Bang." ucap Tri.


"Saya tidak mau, mereka terus melakukan zina. Demi menghindari itu, saya nikahkan saja mereka. Sebagai seorang kakak, sekaligus pengganti orang tua, sangat berat memegang tanggung jawab menjaga adik perempuan satu - satunya. Saat itu saya suruh dia memilih. Kamu pilih Tri atau Alfian, dan ternyata dia pilih Alfian. Tapi dia sadar, ini akan menyakiti hati kamu. Adik saya juga salah, mau menerima tapi hati pada orang lain."


"Mungkin dengan saya tersakiti sekarang, ini lebih baik dari pada nanti. Saya berusaha tegar, walau hati ini sakit." ucap Tri.


"Sekali lagi atas nama Clarisa saya minta maaf, mungkin kamu berpikir kenapa tidak dia yang minta maaf sendiri. Karena saya juga terlibat, adanya pernikahan mendadak itu karena saya."


"Mungkin sekarang, saya masih sakit hati Bang, dan akan sulit untuk menata kembali."


"Saya paham, sakit sekali. Saya minta, ke depannya, jangan ada dendam."


Tri hanya bisa diam, hatinya begitu sangat rapuh. Wanita yang di cintainya, telah mengkhianati.


"Saya do'akan, kamu mendapatkan yang lebih dari Clarisa, yang bisa membalas cinta kamu seratus persen." ucap Kemal.


"Iya Bang, tapi untuk saat ini saya belum bisa membuka hati. Luka yang di buat masih basah, dan untuk kering akan sangat lama. Karena luka nya begitu sangat dalam, bahkan tidak hanya menusuk di hati tapi ke jantung juga."


"Saya tahu, hati saya juga seperti kamu. Walau saya beda kisah sama kamu, melepaskan wanita yang dulu ratu di hati, sekarang rela melepaskan demi harga diri keluarga. Sakit pasti, tapi lebih sakit hati yang di buatnya, namun sekarang saya berusaha untuk sembuh dari luka, karena tidak pantas merasakan sakit seperti itu. Begitu juga kamu, tidak pantas terus menangis karena cinta, karena dunia ini tidak sempit."


"Mungkin ini karma juga Bang, dulu saya yang sering meninggalkan wanita yang begitu sangat mencintai saya. Demi wanita lain, rela berkhianat. Mungkin kalau mereka tahu, akan mengatakan rasakan kamu Tri, apa yang kamu perbuat sekarang kamu rasakan." ucap Tri mengingat masa lalunya.


"Kamu sadar juga ternyata, ada hikmah di balik kejadian." ucap Kemal.


****


"Bang, ini seragam sudah di setrika di taruh di keranjang?" tanya Clarisa.


"Sudah itu, soalnya gantungan baju habis jadi Abang lipat. " jawab Alfian.


"Yank, kamu masih kerja di Bang Toha?"

__ADS_1


"Masih Bang, itu kan saya hobby utak atik mesin."


"Jangan kerja lagi, nanti tidak ada waktu buat Abang."


Clarisa diam dengan menatap suaminya, Alfian dengan tersenyum sambil membelai rambut istrinya.


"Abang masih kuat buat bayar kuliah kamu, makan kita berdua bahkan bulanan untuk Moza." ucap Alfian.


"Abang yakin? kita saja masih ngontrak."


"Yakin, kalau tinggal di asrama polisi itu tidak akan mungkin, karena status kita belum resmi. Kalau mau ambil KPR ktp data Abang istri nya masih lamela, kecuali kita beli cash."


"Sama mba Kamela, Abang sudah punya rumah?"


"Sudah punya, kita bangun sama - sama dekat dengan orang tua, karena rumah Kamela sama Abang hanya lima langkah."


"Jadi kenal dari jaman bayi."


"Iya makannya orang tua pasti kaget."


"Lantas, bagaimana mereka akan menerima Cla?"tanya Clarisa.


" Pelan - pelan , tapi Abang akan kenalkan kamu. " jawab Alfian.


****


"Eh Cla, kamu baru nongol lagi. Di kira ini bengkel Bapak Lo, masuk se enaknya saja." ucap Bang Toha.


"Hahahaha.. eh Lo sama Polisi itu?" ucap Bang Toha.


"Bang Alfian sini." panggil Clarisa lantas Alfian mendekat.


"Bang gua udah nikah sama dia." ucap Clarisa.


"Hah.. jangan bohong Lo! kalau nikah pasti Lo ngundang gua." ucap Bang Toha.


"Sumpah Bang demi Allah, tapi kita nikahnya baru secara agama, pokoknya panjang ceritanya." ucap Clarisa.


"Benar Bang, kami sudah menikah. Ada bukti photo nya, tunjukan Yank!" ucap Alfian.


Clarisa lantas membuka ponselnya, dan lanjut memperlihatkan photo pernikahan dirinya dan Alfian.


"Kayak mimpi, tapi Abang ucapkan selamat. Semoga kalian jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah." ucap Bang Toha.


"Amin Bang, makasih." ucap Clarisa.


"Bang, kedatangan kita kemari ini. Mau bilang, kalau gua nggak bisa kerja disini lagi. Ya Abang pasti paham lah, maksud kedatangan kesini ya ini mau bilang resign dari bengkel."ucap Clarisa kembali.


"Gua sih nggak masalah, dan memang gua nggak bisa melarang. Gua ijinkan kok, tapi kalau Lo ingin kembali kesini, atau ingin memperbaiki kendaraan disini gua sangat senang. Karena Lo udah gua anggap sebagai adik gua sendiri, dan buat Lo Alfian. Jaga tuh Clarisa, jangan Lo sakiti dia." ucap Bang Toha.


"Siapa Bang, saya akan bahagiakan dia." ucap Alfian.

__ADS_1


"Ingat, jangan ngomong doang, tapi bukti." ucap Bang Toha.


"Terbukti Bang, dia ini suami yang sayang." ucap Clarisa.


"Iya gua paham, masih pengantin baru."


***


Clarisa menyiapkan seragam milik Alfian, yang sudah di siapkan di atas ranjang. Bahkan nasi goreng dan telur ceplok sudah ada di atas meja TV.


Alfian keluar dari dalam kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Yank, dalaman Abang mana?" Alfian mencari di atas tempat tidur.


"Oh iya Bang, Cla lupa masih di dalam lemari." ucap Clarisa langsung mengambilnya.


"Ini Bang."


"Makasih sayang."


"Sama - sama Abang sayang, nanti sarapan dulu."


"Hari ini ada jadwal kuliah?" tanya Alfian.


"Ada Bang, pulang jam 1 siang nanti." Jawab Clarisa.


"Oh iya ini, uang buat jajan. ATM kamu pegang saja, kalau ATM gaji masih ada sama Kamela, soalnya buat kebutuhan Moza, nanti Abang akan urus semuanya untuk ganti nomer rekening agar nanti di rekening yang baru. Tapi itu di dalamnya lumayan buat jajan, kalau kurang tinggal bilang." ucap Alfian.


"Terima kasih Bang, kalau boleh tahu ini yang apa ya Bang?" tanya Clarisa.


"Abang di kampung punya usaha cafe, yang mengelola adik Abang sama suaminya. Kasihan habis di phk, Abang kasih modal buat dia tapi bagi usaha gitu. Lumayan saja hasilnya, walau tidak seberapa." jawab Alfian menjelaskan.


"Yaudah Bang, makan dulu. Mumpung masih enak, kalau udah dingin nggak enak Bang."ucap Clarisa.


" Katanya Abang nikah sama kamu, satu bulan berat badan nambah loh." ucap Alfian.


"Masa!"


"Iya benar, pagi - pagi sudah di kasih sarapan."


"Nanti siang mau di masakin apa?"


"Apa ya? kalau ada sih buat tumis kangkung enak loh."


"Ok, nanti beli di pasar pulang kuliah."


"Yang enak ya, awas loh kalau nggak enak."


"Enak lah Bang, masa tidak enak."


.

__ADS_1


.


__ADS_2