Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Balapan


__ADS_3

Pagi hari Clarisa mencari motor milik suaminya, namun tidak ada. Clarisa melihat Alfian masih ada, sedang bersiap - siap untuk berangkat dinas. Lantas Clarisa segera masuk kedalam kamar, memberitahukan kalau motor tidak ada.


"Bang, kok motor tidak ada?" tanya Clarisa.


"Motor Abang jual sama Tri." jawab Alfian, yang membuat Clarisa kaget.


"Mobil juga sedang, Abang tawarkan." ucap Alfian lagi.


"Bang, kenapa sih kita yang susah? kabar mereka apa kabar! yang hutang siapa, yang pakai juga siapa, malah Abang yang kena getahnya." ucap Clarisa.


"Nggak apa - apa, kalau bukan Abang siapa lagi, hanya Abang yang bisa melunasi."


"Dengan cara menjual yang Abang punya! terus Abang sehari - hari mau naik apa? masa jalan kaki."


"Nggak apa - apa ya, kamu sudah Siapkan sarapan?"


"Sudah, nanti Cla bawa kesini." ucap Clarisa.


Alfian sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh istrinya, sedangkan Clarisa menyiapkan sepatu, dan menyempatkan diri untuk menyemir sepatu suaminya.


"Cla!" panggil Silvi.


"Ada apa say?" tanya Clarisa sambil menyemir sepatu.


"Disini, catering enak dimana ya?" tanya Silvi.


"Kata Bang Kemal dimana?" tanya kembali Clarisa.


"Dia malah suruh gua cari." jawab Silvi.


"Yang rumah makan, samping gedung olahraga Lo tahu kan?"


"Iya tahu, disana ya?" ucap Silvi.


"Nah iya, disana itu enak loh. Gua pernah pesen, waktu acara anniversary anak motor. Harga mulai 20 ribuan."


"Gua mau kasih buat penghuni kost, kita kan nikah nggak meriah Cla. Kita nikah, disana juga orang tua hanya mengundang tetangga sama saudara."


"Kalian kapan sih nikah? sumpah Lo sama Abang gua, nikah diam - diam saja." ucap Clarisa.


"Sorry Cla, ini tuh karena Abang Lo takut kena omel kamu."


"Omel apaan sih? dasar saja, dia ngerasa sok nasehati tapi sendirinya kayak gitu."


Silvi tersenyum, lantas kembali ke kamarnya saat Alfian berjalan keluar kamar. Dan Clarisa pun memakaikan sepatu ke kaki suaminya.

__ADS_1


"Makasih sayang." ucap Alfian dengan mengecup bibir istrinya.


"Sama - sama." ucap Clarisa.


"Abang berangkat dulu ya!"


"Iya Bang, hati - hati.'


****


" Eh Lo kagak kuliah?" tanya Boy.


"Kan gua bilang, mau ikut balapan."jawab Clarisa.


" Kan Lo kagak boleh sama laki Lo, gimana sih?"ucap Boy.


"Gua lagi butuh duit."ucap Clarisa.


" Lo jangan cari penyakit, kalau ada apa - apa kita yang di salahkan." ucap Toni.


"Kagak, percaya sama gua."


"Jangan cari penyakit, kalau Lo butuh duit biar gua yang balapan." ucap Iyos.


" Ok, nanti malam di jalan Harapan. Pukul 12 malam, Lo harus stand bay di sana, dan kalau suami Lo marah, kita kagak ikut campur." ucap Iyos.


"Ok siap!" ucap Clarisa sambil gerakan hormat.


*****


Seorang pria sedang melihat mobil Alfian, mereka bertemu di depan alun - alun. Ditemani oleh Wahyu, bahkan pria tersebut mencoba mobil tersebut.


"80 juta ya, ini sudah pernah turun mesin." ucapnya.


"Jangan 80 Pak, 150 juta saya jual." ucap Alfian.


"Aduh, kalau harga segitu. Saya tidak berani, apalagi kondisi mobil pernah turun mesin. Body saja yang bagus, tapi dalamnya sudah pernah ganti."


"Yaudah, tengah - tengah saja. 100 juta saya lepas, soalnya saya butuh banget."


"Maaf, 100 juta juga tidak bisa. 80 juta, langsung saya bayar detik ini juga."


"Janganlah segitu sih."


"Ok nggak apa - apa maaf ya." ucapnya lantas berpamitan.

__ADS_1


"Susah Al, apalagi kamu detail banget sudah pernah ganti mesin. Kalau kamu tidak cerita, kamu bisa jual 150 juta." ucap Wahyu.


"Saya tidak bisa bohong, apalagi ini kan benda bergerak." ucap Alfian.


"Kamu masih kurang berapa?"


"Banyak Wahyu, 500 juta baru ada 30 juta."


"Sabar ya, semoga ada jalan lagi. Nanti juga laku, yuk ah kita pulang." ucap Wahyu.


****


"Abang piket malam ini." ucap Alfian.


"Iya, ini Cla bawakan bekal ya." ucap. Clarisa sambil menyerahkan box makanan.


"Isinya apa ini?"tanya Alfian.


" Isinya, sosis telur gulung sama nuget." jawab Clarisa.


"Hahaha.. ini sih kayak Moza."


"Ya nggak apa - apa, sama seperti Moza juga."


"Yaudah Abang berangkat dulu, Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


Setelah memastikan Alfian pergi, Clarisa lantas segera bergegas berdandan. Dengan stelan celana jeans dan jaket, Rambut kuncir ekor kuda. Clarisa siap berangkat, untuk mengikuti balapan liar.


Motor pun di hidupkan, lantas Clarisa pergi, dengan kecepatan penuh, Clarisa membelah jalanan malam.


Perjalanan hanya 10 menit, Clarisa sampai di lokasi. Boy, Toni dan Iyos, langsung mendatangi nya.


"Lo siap Cla?" tanya Iyos.


"Siaplah, gua harus menang malam ini." jawab Clarisa.


Balapan pun di mulai, Clarisa siap untuk menancapkan gasnya. Bendera pun telah di jatuhkan, lima pembalap akhirnya menancap kan gas. Clarisa berusaha untuk di depan, saling salip terjadi, namun Clarisa tidak mau kalah hingga sampai di sebuah belokan, Clarisa lebih unggul dan lawan tertinggal jauh.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2