
Clarisa bangun dari tidurnya, tubuhnya yang kamu dan capek, dengan selimut yang di lilit ke tubuhnya, berjalan ke dalam kamar mandi, yang ada di dalam kamar. Namun saat akan masuk ke dalam kamar mandi, Clarisa baru ingat kalau dirinya sudah menikah.
Clarisa mencari Alfian, saat hendak ingin keluar kamar, tubuhnya hanya di tutupi oleh selimut.
"Bang Alfian mana ya?" ucap Clarisa.
Lantas dirinya memutuskan masuk kedalam kamar mandi, saat sudah berada di bawah guyuran air, Clarisa membasuh bagian inti bawah miliknya, namun yang di rasakan sangat perih.
"Awwww, sakit banget sih." ucap Clarisa langsung pelan - pelan membasuh nya.
"Orang di perawanin seperti ini ya ternyata." ucap Clarisa.
"Enak saja saat main di atas ranjang, eh tahu - tahu sudahnya begini." gerutu Clarisa.
Clarisa segera keluar dari kamar mandi, yang hanya menggunakan handuk di lilit ke tubuhnya, saat masuk kedalam kamar sudah ada Alfian yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
"Abang dari mana tadi?" tanya Clarisa.
"Habis keluar cari angin, Abang kamu sudah berangkat ya?" jawab Alfian kembali bertanya.
"Sudah, Abang tidak berangkat?"
"Abang ijin hari ini, gimana mau berangkat baru nikah masa harus berangkat."
"Ijin nya gimana?" bisik Clarisa sambil mendekatkan wajahnya, dengan posisi condong ke depan, sehingga terlihat menyembul buah dada yang terlihat.
"Abang bilang sakit, masa ijin habis nikah. Abang ini sekarang statusnya, punya istri dua kamu itu istri muda."
"Terus, sudah di urus belum?"
"Abang akan melaporkan diri untuk proses perceraian, berkas sudah siap semua tinggal maju."
"Kalau kalian rujuk, gimana status gua Bang?"
Alfian menoleh ke arah Clarisa, sambil tersenyum dengan mengusap punggung tangan istrinya.
"Kita sudah tidak cocok, nanti kalau sudah siap semuanya Abang ajak kamu menemui orang tua Abang." ucap Alfian sambil meremas buah pepaya milik Clarisa.
"Abang..!! " ucap Clarisa memelototkan kedua matanya.
"Yuk lagi mumpung, Bang Kemal pergi, atau lanjut di kost an?" ucap Alfian sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Nggak Mau, perih tahu." ucap Clarisa langsung menjauh dan membuka lemari pakaiannya.
"Perih gimana? segitu enaknya kamu malah ah... Bang, terus Bang ah... lagi." sindir Alfian.
"Ih.... Abang...!! " ucap Clarisa langsung masuk kembali kedalam kamar mandi.
"Yank, buruan Abang mau pakai itu kamar mandi." ucap Alfian bercanda.
****
"Bang, Cla pamit ke kost an ya balik lagi kesana." ucap Clarisa melalui sambungan teleponnya.
"Iya, kamu memang harus ikut suami. Abang tidak salah kan, menikahkan kalian berdua? kalian juga untung." ucap Kemal dari seberang.
"Iya Bang, makasih banyak. Yaudah ya, Cla pamit. Cla pakai mobil Abang ya, buat angkut barang punya Cla, biar Bang Alfian yang naik motor."
__ADS_1
"Pakai saja, awas jangan lupa isi bensin."
"Iya Abang sayang, Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam."
Alfian menarik koper milik Clarisa, ada dua koper yang harus di bawa kembali. Bahkan barang - barang miliknya seperti kulkas ukuran kecil, di masukan ke dalam mobil.
"Bang Dispenser masuk juga kan?" tanya Clarisa.
"Abang juga ada Yank, kulkas kecil nggak usah lagi aja atau gimana? Abang juga ada kulkas!" jawab Alfian.
"Yaudah keluarin lagi, biar nanti urusan Bang Kemal, mau taruh dimana."
"Iya bawa pakaian saja."
"Bang, kamar bekas Cla, di kontrak lagi ya, khusus jadikan dapur sama tempat makan."
"Iya terserah kamu saja Yank, yaudah kita berangkat nanti kita sama - sama bilang sama Ibu kost, kita sudah nikah."
"Yaudah, Abang duluan saya kan bawa mobil."
Mereka berdua pun sampai, sebelum ke kost an mereka terlebih dahulu, ke rumah Ibu Kost untuk menyewa kembali kamar tersebut, dan memberitahu kalau keduanya sudah menikah.
"Say, Lo balik lagi!" sapa Silvi.
"Gua ikut laki." ucap Clarisa.
"Laki Lo! siapa laki Lo? jangan mengada - ngada ah, Lo aja nikah kagak ngundang gua." ucap Silvi.
"Itu laki gua, yang sedang tarik koper masuk." ucap Clarisa pelan.
"Tadi malam, kita ini di nikah paksa sama Abang gua."
"Lah terus Bang Tri?"
"Tanpa di duga, dia datang kagak sengaja ke rumah. Saat itu, dia kaget lihat kita nikah di depan penghulu." ucap Clarisa menjelaskan.
"Aduh Bang Tri, kasihan banget."ucap Silvi.
" Yaudah, gua masuk dulu ya. Kasihan laki gua nunggu , barang kali minta mimik susu."
"Hahahaha.. dasar Lo, mentang - mentang udah punya laki."
****
"Bang ini cucian ya?" tanya Clarisa melihat banyak pakaian menumpuk di keranjang laundry.
"Iya, nanti biar Abang cuci sendiri."jawab Alfian.
"Laundry saja ya."
"Besok beli mesin cuci, kamu biasa Laundry ya..? "
"Iya Bang, malas."
"Harus di biasakan kalau sudah jadi istri, Kamela dulu begitu, walau dia kerja."
__ADS_1
Clarisa tersenyum sedih, saat dirinya di bandingkan dengan mantan istri Alfian. Lantas Clarisa memilih untuk menonton televisi.
Dering ponsel Alfian berbunyi, Clarisa melihat nama Kamela yang menelepon, dengan tulisan nama kontak Mamah Moza.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam Papah." balas dari seberang.
"Sayang, kangen sama Papah ya?" tanya Alfian, saat mendapatkan telepon dari anaknya.
"Iya Papah, Moza kangen sama Papah."
"Sama sayang, Papah juga kangen. Moza makan belum?"
"Sudah Papah sama ayam goreng."
"Mamah sedang apa?" tanya Alfian, dan membuat Clarisa menoleh ke arah Alfian.
"Mamah sedang buat kue."
"Papah jadi kangen kue buatan Mamah."
"Mamah... Papah kangen kue buatan Mamah." terdengar Moza berteriak.
Clarisa lantas keluar dari kamar Alfian, dan memilih untuk masuk ke kamar sebelah dan memilih tiduran di atas karpet tebal.
"Nyebelin banget, nggak ngertiin perasaan istri. Bisa nggak sih, nggak harus seperti itu." ucap Clarisa kesal.
***
"Yank, lapar. Makan yuk keluar!" ajak Alfian.
"Malas ah, pergi saja sendiri. Belikan mie ayam saja, yang pedes." ucap Clarisa.
"Nggak enak loh, ada istri masa makan sendiri."
"Biasanya juga makan sendiri kan! pergi sendiri, jangan manja gitu." ucap Clarisa bangun langsung masuk kedalam kamar di depannya.
"Kamu kenapa Yank?" tanya Alfian.
"Mikir saja sendiri." jawab ketus Clarisa.
"Jangan gitu dong, cerita sama Abang."
Clarisa lantas menatap ke arah suaminya, dengan malas menjelaskan, Clarisa terpaksa menceritakan kejadian yang membuatnya kesal.
"Abang itu, bisa nggak sih, di depan Cla tidak mengatakan kangen sama mantan istri, terus cara gaya bicaranya itu jangan di buat - buat." ucap Clarisa.
"Di buat - buat gimana? kan Abang tadi di bicara sama Moza bukan Kamela. Tuh kan cemburu, gimana nanti Abang sering ketemu Kamela demi Moza." ucap Alfian menjelaskan.
"Ya tapi kan jaga perasaan dong Bang." ucap Clarisa.
"Maafkan Abang ya, maaf kalau Abang nyakitin hati kamu." ucap Alfian sambil mencium kening istrinya.
"Yuk makan, sambil kita jalan."ajak Alfian kembali.
.
__ADS_1
.
.