Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Mengejar Cintamu


__ADS_3

"Hallo!" sapa Marvel dengan penampilan berbeda, memakai seragam Polisi.


"Lo kok tahu kampus gua sih?' ucap Clarisa.


" Kenapa? kaget ya!" ucap Marvel.


"Yaiyalah jelas kaget, Lo ngapain kesini?"


"Saya sengaja, mau jemput kamu."


Terlihat beberapa Mahasiswi menatap kagum, ke arah Marvel yang tampan. Dan Clarisa langsung menatap mereka, sedangkan Marvel terlihat cuek.


"Gua bukan anak kecil, dan gua bawa kendaraan sendiri." ucap Clarisa sambil menaiki motornya.


"Keren banget motor kamu." ucap Marvel.


"Kenapa? mau Lo balapan sama gua!" tantang Clarisa.


"Ok, boleh juga." ucap Marvel langsung memakai jaket nya untuk menutupi seragamnya.


Clarisa dan Marvel mulai balapan, mereka pun langsung tancap gas, saling kejar - kejaran. Marvel berhasil mendahului Clarisa, dan Clarisa pun berhasil menyalip Marvel. Dari balik helmnya, Marvel tersenyum melihat Clarisa melesat jauh, dan dengan sengaja Marvel memelankan motornya hingga tertinggal jauh.


"Kemana tuh orang?" ucap Clarisa saat menoleh, melihat Marvel tertinggal jauh.


Clarisa lantas menepikan motornya melihat Marvel tertinggal jauh, hampir 6 menit Clarisa menunggu dan baru terlihat dengan motor berjalan pelan.


"Ya cemen Lo." ucap Clarisa.


"Motornya ngadat nih." ucap Marvel.


"Ngadat gimana? masa sih motor keren ngadat." ucap Clarisa.


"Kamu cek dong, ehm.. belok kesana saja, itu rumah saya." ucap Marvel langsung menyebrang jalan, di ikuti oleh Clarisa dari belakang.


Clarisa sampai di sebuah perumahan bersubsidi, terlihat halaman yang rapih, rumah minimalis yang sudah di rubah dari aslinya.


"Saya ambil alatnya dulu." ucap Marvel.


Clarisa menoleh ke kanan dan kiri melihat keadaan rumah Marvel, dan Clarisa melihat ada photo Marvel yang mengenakan seragam Polisi, bahkan terlihat photo keluarga, sang Ayah Polisi berpangkat tinggi, bahkan dua orang pria mengenakan seragam Polisi, begitu juga ibu nya.


"Lo keluarga Polisi?" tanya Clarisa.


"Iya, Ayah baru saja pensiun tahun sekarang. Itu Ibu menjabat sebagai Kapolres di kabupaten W." jawab Marvel.


"Tinggal disini sendiri?"


"Iyalah sendiri, saya kan masih singel." ucap Marvel.


"Tolong dong itu motor, Kamu kerjakan di garasi saja." ucap Marvel.


"Rumahnya dapat hook y?" ucap Clarisa.


"Iya, makannya buat garasi. Biar bisa masuk mobil sama motor, dan semua perabotan sudah ada. Kalau kamu jadi istri saya, kamu tinggal masuk." ucap Marvel.


"Iya tinggal masuk, kalau bertengkar diusir tinggal lempar koper." ucap Clarisa dan Marvel tersenyum.


"Kamu betulin tuh motornya, mau minum apa?" ucap Marvel.


"Apa saja." ucap Clarisa langsung mengecek motor Marvel.

__ADS_1


Clarisa lantas menyalakan mesin motornya, dan saat di jalankan ada sedikit tidak enak dirasakan. Clarisa mencoba mengecek kabelnya, ternyata ada sebuah kabel yang putus.


"Kok, rem kanan bisa putus gini. Terlihat seperti, putus pakai api." ucap Clarisa.


"Ehm.. Bang, kok kabel rem kanan putus malah seperti kena api?" tanya Clarisa.


"Emang, kamu bisa kan pasang lagi." ucap Marvel.


"Berarti sudah tahu dong?"


"Iya, kamu bisa betulkan?" ucap Marvel.


"Kurang asem nih orang, ternyata sengaja." ucap Clarisa dalam hatinya.


"Pasang sendiri." ucap Clarisa langsung pergi, nanum tangan Clarisa langsung di tarik oleh Marvel.


"Kok pergi?" ucap Marvel.


"Iyalah, Lo sengaja kan? rem tidak rusak malah di rusak." ucap Clarisa kesal.


"Iya, saya minta maaf ya." ucap Marvel menyesal.


"Lo ngapain sih? pakai rusakin segala! kalau Lo celaka gimana? Lo boleh mengerjai tapi bukan begini juga kali." ucap Clarisa.


"Saya hanya ingin dekat sama kamu, saya itu jatuh cinta sama kamu." ucap Marvel.


"Gua tahu Lo suka sama gua, tapi Lo belum tahu gua. Dan Lo pikir, gua tidak memiliki masa lalu!"


"Masa lalu kamu, saya tidak peduli. Saya hanya ingin, mengajak pasangan saya itu ke depan, bukan untuk mengingat masa lalu." ucap Marvel dengan wajah serius.


"Gua betulin kabel rem nya." ucap Clarisa kembali mengambil alat untuk memperbaiki motor milik Marvel.


Marvel merasa tidak enak pada Clarisa, wanita yang di kerjainya tengah memperbaiki motor miliknya.


"Iya, gua minta maaf." ucap Marvel.


Clarisa mengusap keningnya, tak sengaja tangan kotornya mengenai kening hingga ada noda hitam.


Marvel refleks membersihkan kening Clarisa, kini keduanya saling bertatapan mata. Marvel membelai wajahnya Clarisa, dan Clarisa memejamkan kedua matanya.


Marvel tersenyum lantas menjauhkan tubuhnya, Clarisa membuka kedua matanya melihat Marvel sudah menjauh dari tubuhnya. Clarisa merasa kikuk, dan langsung mengambil tasnya.


"Gua pulang ya." ucap Clarisa.


"Saya antar sampai rumah." ucap Marvel langsung memakai jaketnya.


****


Clarisa mengendarai motornya menuju pulang, sedangkan Marvel mengikuti dari belakang. Clarisa pun sampai di rumahnya, Marvel pun tidak turun dari motornya.


"Makasih ya, Lo mampir dulu." ucap Clarisa.


"Nggak usah, makasih. Dalam saja buat Bang Kemal."ucap Marvel.


" Iya Bang."


"Maaf ya, maaf sekali lagi."


"Sudah Bang, nggak usah di bahas. Gua sudah lupa."

__ADS_1


"Yaudah saya pamit, assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam." ucap Clarisa.


Clarisa lantas masuk, Silvi langsung menyambut adik iparnya. Dengan tersenyum, Silvi mengikuti langkah Clarisa.


"Apa sih?" ucap Clarisa.


"Ada kemajuan nih!" sindir Silvi.


"Kemajuan apa?"tanya Clarisa.


" Nah tadi itu sama si Marvel!" jawab Silvi.


"Dia mengantar gua balik saja."


"Ya kan ada kemajuan."


"Kagak kali, dia hanya mengantarkan pulang saja."


"Kalau saya sih mau lah, secara dia ganteng."


"Auh ah." ucap Clarisa langsung masuk kedalam kamarnya.


***


"Jadi sudah ada kemajuan?" tanya Wahyu.


"Iya, kemarin dia tak bawa ke rumah terus gua antar dia pulang." jawab Marvel.


"Syukurlah kalau ada kemajuan." ucap Wahyu.


"Saya itu, kalau sudah suka sama satu orang ya satu orang."


"Kamu lagi suka sama siapa?" tanya Tri.


"Saya lagi suka sama anak buah Bang Toha." jawab Marvel, dan Tri langsung menyemburkan air minum yang sedang di minumnya.


"Anak buah Bang Toha!" ucap Tri kaget.


"Iya, gua suka sama dia, cinta pada pandangan pertama." ucap Marvel.


****


"Benar kamu di sukai Marvel?" tanya Tri saat berada di bengkel Bang Toha.


"Iya, kenapa?" tanya Clarisa.


"Kamu terima dia?" tanya kembali Tri.


"Belum gua jawab, di jawab tidak dia tetap mengejar gua." jawab Clarisa.


"Abang suka sama kamu Cla!"


"Tapi gua tidak suka sama Abang, gua tidak mau kembali."


"Apa kamu, akan rujuk sama Alfian?"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2