Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Bertemu Lagi


__ADS_3

"Sandi..!! " panggil Clarisa, saat berada di sebuah rumah mewah.


"Sandi! keluar Lo.. " panggil Clarisa kembali.


"Hi.. Cla kok kamu teriak - teriak." ucap Ibu Maria.


"Sandi mana Tan?" tanya Clarisa dengan mencium punggung tangan Mamahnya Sandi.


"Sandi ada tuh sedang berenang, kamu kesana saja."


"Thanks Tante, maaf saya kesana dulu."


"Iya Clarisa, anggap saja rumah sendiri." ucap Ibu Maria.


Clarisa berjalan ke arah kolam renang, terlihat Sandi sedang berenang. Clarisa berdiri tepat di tepi kolam, Sandi belum menyadari kalau Clarisa ada di atas.


"Cla! kamu dari tadi?" tanya Sandi.


"Belum lama." ucap Clarisa.


Sandi pun keluar dari kolam renang, dengan berjalan ke arah kursi untuk mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya.


"Tumben Lo kesini? kangen ya sama gua!"

__ADS_1


"Gua kesini mau bilang sama Lo, kenapa Lo capek - capek jadi sponsor pasang taruhan mahal, tapi fakta Malvin menang Lo gagalkan."ucap Clarisa.


" Malvin pasti menyuruh Lo, buat datang ke gua! ya kan benar kan?"


"Malvin tidak menyuruh gua, untuk bilang ini sama Lo. Tapi gua di datangi Malvin, hanya bilang kecewa. Dan dia tahu, Lo itu memang dekat sama gua. Yang jadi pertanyaan, kenapa Lo gagalkan hadiah untuk dia?" ucap Clarisa.


"Dia menang itu karena ada saat Polisi datang, Lo saja langsung memelankan motor Lo, dia menang karena dia nekat menerobos, nggak adil dong menang gitu saja. Permainan yang benar itu, real tanpa ada huruf hara."ucap Sandi.


" Bagi dia, ini tidak adil. Polisi ya Polisi, tapi dia berhak atau kemenangan itu.'


"Gua yang bertaruh banyak, rugi kalau begini. Gimana kalau kita balapan ulang, biar adil gitu."


"Hah.. balapan ulang, yang ada Lo langsung di gebukin masal.Lo tahu, ini juga makan kericuhan, siap - siap saja genk Lo di datangi Malvin."


"Terserah, dia berani bermain dengan gua. Berarti dia sudah mau mendekati, sakaratul maut."


****


"Bang Toha, itu ada mobil Polisi?" tanya Clarisa saat baru sampai.


"Iya, kamu bongkar. Sepertinya ada masalah, Abang masih sibuk bongkar mesin motor ini." jawab Bang Toha.


Clarisa yang telah berganti pakaian, langsung membuka kap mobil Patroli tersebut. Mencoba mencari sumber penyakitnya, dengan sangat teliti Clarisa mulai mengerjakan.

__ADS_1


"Yang rusak apa?" tanya Alfian, dan membuat kedua saling tatap mata, saat Alfian datang mendekat.


"Jadi kamu montirnya? kalau sampai hancur itu mesin, kamu akan berurusan lagi dengan Polisi.


" Lo kalau tidak percaya sama gua, mending ini mobil Lo bawa ini mobil ke bengkel lain." ucap Clarisa.


"Gua percayakan sama Lo, saya tunggu sampai selesai." ucap Alfian, lantas duduk di salah satu kursi.


"Sepertinya tidak bisa di bawa pulang sekarang, karena ini penyakitnya di mesin."


"Yaudah nggak apa - apa, ganti juga tidak masalah. Akan saya tunggu, sampai selesai."


"Bukan gitu maksudnya, ini akan ada 2 sampai 3 hari." ucap Clarisa menjelaskan.


"Tapi onderdilnya ada disini kan?" tanya Alfian.


"Ya tergantung, soalnya kan gua belum cek seluruh nya." jawab Clarisa.


"Ok kalau memang begitu, kalau sudah selesai kamu telepon ke nomer saya." ucap Alfian.


"Nomernya?" tanya Clarisa.


"Jangan berpura - pura, kamu kan pasti menyimpannya, tidak mungkin karena kejadian kemarin, kamu buang semua nya." jawab Alfian.

__ADS_1


.


.


__ADS_2