
"Abang berangkat dulu ya, kalau mau berangkat kuliah nanti. Kalau kamu sudah benar - benar sembuh, banyak mata kuliah yang tertinggal kan?" tanya Alfian.
"Iya Bang, tapi teman kirimi materi apa saja yang Cla tidak ikut, oh iya Bang nanti mau di masakin apa?" tanya Clarisa.
"Nggak usah, nanti Abang pesankan saja. Kamu mau makan apa?" jawab Alfian kembali bertanya.
"Makan apa ya Bang?" tanya Clarisa bingung.
"Apa! Abang terserah kamu saja Yank." jawab Alfian.
"Makan di luar yuk, kangen kita kan nggak pernah ngedate."
"Ok, pulang dinas ya. Tapi sekarang mau makan apa?"
"Makan Ayam betutu saja."
"Abang pesankan." ucap Alfian langsung memesan lewat Aplikasi.
"Sudah Abang pesan, sekarang Abang mau berangkat dulu." ucap Alfian mencium kening dan bibir Clarisa.
"Bang!" panggil Clarisa.
Lantas Clarisa memeluk tubuh Alfian, tangan Alfian mengusap punggung istrinya. Lalu keduanya, saling berciuman.
"Sudah ah, nanti Abang solo main sendiri."
"Ih... apaan sih!" ucap Clarisa sambil tersenyum.
"Sudah ah, Abang mau berangkat."
Clarisa mencium punggung tangan Alfian, dan mengantar hingga sampai naik ke atas motor.
"Hati - hati sayang."
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam."
Clarisa kembali masuk ke dalam kamar kost nya, untuk membersihkan kamarnya. Masih dengan memegang perut, lantas duduk kembali.
"Kamar kalau tidak di bersihkan begini." ucap Clarisa.
"Assalamu'alaikum."
Clarisa menoleh ke arah pintu, saat melihat Gita mantan kakak ipar nya sedang mengetuk pintu kamarnya. Clarisa lantas keluar, dari dalam kamar yang di tempati.
"Mba Gita!" panggil Clarisa.
"Cla." ucap Gita lantas mendekati Mantan adik iparnya.
"Ada apa?" tanya Clarisa.
"Kamu bukan di kamar ini?" tunjuk Gita.
"Cla sudah menikah Mba." ucap Clarisa.
"Oh sudah menikah, tak kira belum. Berarti mantan suami saya, sudah tidak mengurusi kamu lagi. Dari dulu, kamu nikah mungkin pernikahan kami masih awet."
"Mba Gita mau apa? datang kesini mau menyudutkan Cla, atau mau keperluan lain. Kalau mau menyudutkan Cla, silahkan pergi. Karena Cla juga tidak pernah, mengumbar aib mba Gita."
"Saya mau minta tolong sama kamu, suruh teman kamu jauhi Bang Kemal, saya tidak sudah Gibran punya calon ibu sambung seperti dia. Karena calon ibu sambung Gibran, harus sesuai kriteria dari saya."
__ADS_1
"Mba, gua saja tidak tahu. Siapa calon istri Bang Kemal! di kenalin saja tidak, terus juga ngapain mba ikut campur. Makannya, kalau masih cinta itu, jangan sok - sok an. Suami gimana nggak kesel, punya istri seperti Mba, giliran sekarang sudah punya kebakaran jenggot. Bang Kemal saja, sudah tidak peduli sama Mba Gita."
"Masalahnya, teman kamu itu cewek panggilan di aplikasi . Dia itu sudah banyak di pakai sama orang lain, atau mungkin setelah cerai Abang kamu suka pesan wanita begitu ya, karena kesepian?"
"Sumpah mba, gua nggak tahu. Kalau tahu, Abang gua begitu gua tegur mba."
"Alah sudahlah, kamu juga sama dulu itu."
"Hanya suami gua mba yang tahu, dia rasakan seperti apa. Kalau mba tidak percaya, datangi Polres cari Alfian."
Gita membuka tas nya, lantas mengambil ponsel milik dia dan memperlihatkan dengan jelas Kemal dan temannya yang begitu dia kenal.
"Silvi! " ucap Clarisa.
"Iya, dia disini kan? mana orangnya!"
"Kalau memang dia, hak apa mba nya?"
"Kalau mau cari wanita lain, jangan cewek murahan."
"Dia tidak ada, sedang kuliah." ucap Clarisa.
"Kamu jangan suka menutupi."
"Gua tidak menutupi, nanti gua akan bilang."
"Ok, sampaikan sama mereka."
Clarisa lantas melanjutkan pekerjaan rumahnya, setelah Gita pergi. Namun pekerjaan rumah Clarisa, tertunda lagi karena Clarisa masih tidak percaya kalau Abangnya, pacaran dengan temannya.
***
"Lo kenapa tidak jujur sama gua? kalau Lo ada hubungan sama Bang Kemal!"
"Lo ketemu Abang gua, di aplikasi begituan?" tanya Clarisa.
"Kagak! Abang Lo kagak pernah pesen gituan."
"Lantas?"
"Ketemu nggak sengaja saja di Bus."
"Tak kira, Abang gua langganan Lo."
"Abang Lo orang baik, tidak seperti gua."
"Mantan istrinya, tadi labrak gua. Katanya tidak terima kalau Lo jadi ibu sambung Gibran."
"Lah, gua sudah hamil anak Bang Kemal. Ini mau nikah, lagi urus - urus surat."
"Hah..! yakin ini anak Abang gua?"
"Gua itu sudah insaf Cla, Lo kagak tahu ya. Gua itu udah satu tahun, kagak jadi begituan."
"Gua nggak percaya."
"Demi Allah Cla, kalau memang ada yang bilang begitu, mungkin pernah pakai gua."
"Astaga, kenapa juga Abang gua malah jodoh sama Lo."
"Cla, gua minta maaf ya. Tapi sumpah, ini anak Abang Lo, kalau Lo nggak percaya saat lahir boleh tes DNA."
__ADS_1
"Gua percaya! karena gua kenal Lo bukan kemarin tapi sebelum jaman purba. Dan gua Minta sama Lo, kalau Lo serius sama Abang gua, please terima kami apa adanya. Abang gua bukan sayang duit, seperti Lo kejar Om - Om di luar sana."
"Gua tahu Cla, gua tahu. Tapi gua bangga, bisa menikah dengan pria sebaik Abang Lo. Gua kira, tidak ada yang mau menerima gua, ternyata ada yang mau menerima gua yang sudah menjadi barang second."
"Mungkin ini jalan kamu, Abang gua yang mengangkat derajat Lo."
****
Clarisa dan Alfian sedang berada di sebuah restoran, dengan view pemandangan alam kota yang di lihat dari atas. Clarisa dan Alfian, begitu romantis, keduanya saling suap - suapan.
"Abang baru tahu, soalnya Abang kan belum lama disini." ucap Alfian.
"Favorit banget Bang, kalau makannya sama pacar sih enak, kalau nggak sama pacar nggak enak." ucap Clarisa.
"Kok pacar yank! suami." protes Alfian.
"Eh.. iya suami." Clarisa nyengir.
"Bang! ternyata Bang Kemal mau nikah." ucap Clarisa.
"Kapan?"
"Kagak tahu, malah sudah mau maju."
"Sama orang mana?"
"Abang pasti tidak akan percaya, ternyata sama Silvi."
"Silvi, tetangga kamar!"
"Iya, Cla kira ketemu di aplikasi begituan ternyata tidak."
"Begituan gimana? "
"Itu loh Bang, aplikasi pesan cewek gituan."
"Silvi cewek begitu dia?"
"Iya, tapi kata dia sudah insaf satu tahunan, malah sekarang lagi hamil anak Bang Kemal."
"Astaga Bang Kemal, malah sudah tanam bibit duluan."
"Yang harus Abang tahu, mantan istrinya datang. Bilang sama Cla, kalau suaminya jangan nikah sama Silvi, nggak pantas jadi ibu sambung Gibran. Cla bilang dong, ngapain urus masalah orang, Bang kemal saja sudah tidak peduli sama dia."
"Mungkin mantan istrinya masih cinta kali, sama Abang kamu."
"Kagak tahu juga sih."
"Kamu sendiri mau, punya kakak ipar Silvi?"
"Jujur Bang, Cla hanya ingin Bang Kemal bahagia. Entah itu sama siapa, asal bahagia. Dan Bang Kemal bisa menuntun ke jalan yang lebih baik, yang utama mau menerima kami hanya keluarga kecil yang tidak punya siapa - siapa."
"Yank, Abang juga tidak peduli. Mereka ingin memisahkan kita, tapi Abang yakin dengan kuat nya cinta kita. Selamanya, akan terus bersatu. Yang berusaha memisahkan kita, akan luluh dengan sendirinya."
"Cla hanya ingin, disaat penghujung usia nanti. Hanya satu nama dan satu orang, hanya Abang sampai nafas ini berakhir, hanya Abang satu. Berharap kita akan selalu bersama, hingga di kehidupan kedua nanti." ucap Clarisa dengan kedua matanya yang berkaca - kaca.
"Amin! amin ya Allah, insya Allah kita akan bersama selamanya." ucap Alfian.
.
.
__ADS_1
.