Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Mulai Mencoba


__ADS_3

Setelah menghadiri acara pemakaman, Clarisa dan Marvel kembali ke rumah Alfian. Namun dalam perjalanan, Alfian menghentikan mobilnya.


"Kok berhenti Bang?" tanya Clarisa.


"Cla, Abang terima kasih sama kamu. Abang janji, setelah ini tidak akan lagi mengganggu kamu. Abang doakan kalian bersatu, Marvel kamu jaga Clarisa ya jangan sakiti dia seperti saya." ucap Alfian.


"Abang ini ngomong apa sih? gua sama Bang Marvel tidak ada hubungan apa - apa." ucap Clarisa.


"Cla, di depan Alfian saya katakan lagi, kalau saya itu sayang sama kamu. Cinta sama kamu, saya ini tulus." ucap Marvel.


"Cla, Abang setuju kamu sama Marvel. Dia pria yang baik, kamu tidak lihat bagaimana perjuangan mendapatkan kamu." ucap Alfian.


"Atau kamu akan kembali dengan Bang Alfian?" ucap Marvel.


"Nggak akan Marvel, kita tidak akan bersatu." ucap Alfian.


"Tapi kalau kalian masih saling sayang, kalian kenapa tidak kembali saja. Bukannya tidak ada penghalang!" ucap Marvel.


"Kalian itu apaan sih! kalian kira, gua barang apa, di oper sana oper sini. Lama - lama, gua enek lihat kalian berdua." ucap Clarisa.


"Cla, bukan Abang maksud begitu. Abang sudah ikhlas, Abang setuju kamu sama. Marvel." ucap Alfian.


"Tapi tidak usah di umbar seperti ini kali, nggak usah di omong gitu."


"Maafkan Abang ya." ucap Alfian lantas menghidupkan kembali mesin mobilnya.


****


Clarisa dan Marvel kini pulang dengan membawa mobil Alfian, Clarisa diam dan menatap pemandangan dari dalam jendela mobil.


"Cla, Bang Alfian itu serius!" ucap Marvel.


"Dia itu masih sayang sama Gua." ucap Marvel.


"Berarti saya salah ya, sudah menjadi pemisah." ucap Marvel.


"Tidak Bang, Lo datang bukan menjadi pemisah. Lo datang disaat yang tepat, Lo datang sebagai obat sakit hati gua."


Marvel menghentikan mobilnya, dan memiringkan tubuhnya ke arah Clarisa. Wajahnya Clarisa kini dekat dengan wajah Marvel.


"Saya serius, saya berniat ingin membawa kamu ke jenjang lebih dari ini. Saya akan tunggu sampai masa iddah kamu habis."


Clarisa diam dan hanya menatap ke arah Marvel, hatinya masih ragu tentang perasaan yang di miliki Clarisa.


"Gua takut Bang." ucap Clarisa.


"Gua takut gagal." ucap Clarisa kembali.


"Saya tahu, rasa trauma memang itu ada. Saya janji, akan menghilangkan raa trauma itu."


"Kalau memang Abang sayang sama gua, jangan pernah mengalah di depan Bang Alfian kalau seperti itu Abang tidak sungguh - sungguh."


"Iya, Abang janji. Abang minta maaf hanya saja Abang itu tidak mau mementingkan ego sendiri, tidak mementingkan ego orang lain." ucap Marvel.


"Gua akan coba Bang, gua mau." ucap Clarisa.


"Kamu yakin Cla?" tanya Marvel penasaran.


"Iya, gua serius." jawab Clarisa.


****


"Inalilahi wainnailaihi rojiun." ucap Kemal dan Silvi.

__ADS_1


"Memang dia menunggu Cla, setelah Cla mengatakan sesuatu Ibu Mirah langsung pergi untuk selamanya." ucap Clarisa.


"Jadi sekarang sudah selesai tidak ada rasa dendam dan rasa benci lagi." ucap Kemal.


"Iya, dan Bang Alfian pun tidak akan menggangu gua lagi."


"Terus kamu gimana?"


"Gua coba jalan sama Marvel, gua lihat perjuangannya."ucap Clarisa.


" Apakah ini yang dinamakan jodoh tertunda Bang?" ucap Silvi.


"Mungkin, tapi kita tidak tahu." ucap Kemal.


****


"Ayank." panggil Marvel saat menjemput Clarisa.


"Kok ada disini pagi - pagi." ucap Clarisa.


"Mau jemput kamu dong." ucap Kemal.


"Gua kan Bang, bawa motor."


"Mulai sekarang, kamu antar jemput sama Abang."


"Ah jangan, gua pakai motor sendiri."


"Yank, kita kan pacaran sekarang."


"Kapan? nggak ngerasa."


"Bukanya tadi malam, kamu bilang kita pacaran!" ucap Marvel mengingatkan.


"Abang sudah nembak kamu beberapa kali sayang, tapi sayang peluru itu nembus hati kamu, tapi kamu tidak sadar."


"Ah boksis."


"Nggak lah, udah yuk berangkat." ucap Marvel sambil memakaikan helm ke kepala Clarisa.


Clarisa lantas naik ke atas motor Marvel, kedua tangan Marvel menarik tangan Clarisa hingga memeluk tubuhnya dari belakang. Clarisa menarik kedua tangannya, namun di tarik kembali oleh Marvel.


"Pegangan." ucap Marvel.


"Nggak mau." ucap Clarisa


"Pegangan, kalau tidak mau Abang cium nih." ancam Marvel.


Clarisa lantas menurut, dan memeluk tubuh Marvel dari belakang. Motor pun melaju dengan sedang menuju kampus Clarisa.


****


"selamat Skripsi kamu lolos, dan kamu bisa maju sidang tahun ini." ucap Dosen pembimbing Clarisa.


"Alhamdulillah terima kasih Pak." ucap Clarisa bahagia.


"Siapkan untuk sindang tahun ini, semoga sukses."


"Terima kasih banyak pak."


Keluar dari ruangan dosen, Clarisa sangat bahagia. Tugas Skripsi nya telah di Acc dan akan maju sidang tahun sekarang.


"Alhamdulillah ya Allah, perjuangan gua selama ini tidak sia - sia." ucap Clarisa pelan, lantas melanjutkan lagi langkahnya.

__ADS_1


***


"Bang, tahun sekarang gua Sidang." ucap Clarisa bahagia.


"Alhamdulillah, selamat ya Semoga lancar." ucap Marvel.


"Alhamdulillah Bang, gua senang banget tahu."


"Buat merayakannya, gimana Abang masakin kamu sesuatu yang spesial di rumah. Tapi Kamu tunggu di rumah Abang ya, tunggu sampai pulang dinas. Abang mau belanja dulu, kamu duduk cantik di rumah." ucap Marvel.


"Nggak ah Bang kagak enak." ucap Clarisa.


"Santai saja kali, kamu kan calon istri Abang."


"Ih lagi - lagi ya." ucap Clarisa.


"Kamu kenapa sih? tinggal iya saja sulit banget."


"Iya." ucap Clarisa.


***


Setelah Marvel kembali, Clarisa duduk di depan TV ukuran 42 inc, Clarisa mencoba menonton televisi, sambil menunggu Marvel. Saat menghilangkan kegabutannya. Clarisa membuka - buka album photo milik Marvel.


Clarisa tersenyum saat melihat banyak photo - photo Marvel saat masih kecil, bahkan Clarisa sampai tertawa.


"Lo lucu banget Bang, gua nggak menyangka waktu masih kecil, persis seperti bule. Jelas keluarganya, Ibunya cantik, Ayahnya ganteng, bahkan kedua kakaknya juga sama.


" Kalau gua sama dia, gua bisa memperbaiki keturunan." ucap Clarisa tertawa kecil.


"Ih gua sedang apa sih? ngaco nih pikiran sampai kesana."


***


"Memang mau masak apa?" tanya Clarisa saat melihat Marvel sedang memotong sayuran, dan daging.


"Kamu duduk saja, biar Abang yang masak." jawab Marvel.


"Awas ya kalau nggak enak."


"Tenang saja, pasti enak."


Clarisa lantas kembali ke ruang keluarga, melanjutkan menonton televisi. Bau harum masakan dari arah dapur, membuat Clarisa ingin segera makan Karena perut sudah keroncongan.


Setelah menunggu selama 1 jam, akhirnya matang juga, dan Marvel menata di atas meja makan. Clarisa yang melihatnya, langsung tergiur.


"Gua sudah lapar banget." ucap Clarisa.


"Sekarang cicipi masakan Abang, pasti lezat." ucap Marvel.


Clarisa lantas mencicipi dan rasanya begitu sedap, hingga Clarisa langsung mencoba dengan nasi hangat. Marvel tersenyum, melihat Clarisa menyukai masakannya.


"Jadi dari nilai 100 kamu kasih nilai berapa?tanya Marvel.


" Kasih nilai 80 dari 100." ucap Clarisa.


"Kok 80 kenapa tidak 100 saja sekalian." ucap Marvel protes.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2