
"Kamu kenapa sih, tidak mau sama Abang lagi? apa karena rasa kamu itu tidak ada!" ucap Tri.
"Bukan begitu Bang, gua tidak mau tersakiti lagi. Apalagi rumah tangga itu, untuk seumur hidup. Kita bersatu saja, tidak akan bisa. Ego kita tidak akan, bisa mengalah." ucap Clarisa.
"Tapi Abang itu sayang sama kamu."
"Rasa sayang saja tidak cukup Bang, kalau nanti bathin tidak bisa menerima. Bang, masih banyak wanita yang terbaik buat Bang Tri, wanita yang mau menerima Bang Tri di sisinya."
Tri memegang tangan Clarisa, menatap lekat kedua mata wanita yang masih ada rasa di hatinya. Clarisa tersenyum, sambil memegang pipi Tri.
"Maaf gua Bang, maaf ya." ucap Clarisa.
****
"Jadi kamu tolak Tri?" ucap Bang Kemal.
"Iya Bang, gua tolak dia. Gua tidak mau makan hati terus, cukup sama Bang Alfian. Gua juga belum ketemu sama dia lagi, gimana kabarnya!"
"Kamu tidak mencoba chat?" ucap Kemal.
"Tidak Bang, gua blokir nomer dia. Ini lebih baik, dari pada Baper."
"Abang paham, Abang hanya doakan kamu itu mendapatkan yang terbaik."
"Amin Bang, amin..! "
****
Clarisa membuka pintu rumahnya, melihat Marvel sudah ada di depan pintu gerbang. Clarisa menarik napas nya dalam - dalam, lantas berjalan menemui Marvel, dengan membuka pintu gerbang terlebih dahulu.
"Ngapain Lo pagi - pagi kesini?" tanya Clarisa.
"Saya jemput kamu, yuk saya antar ke kampus." jawab Marvel mengajak.
"Gua bawa motor sendiri."
"Ayolah please!" ucap Marvel memohon.
"Maksa sih!" ucap Clarisa.
"Ayolah!"
"Tapi gua mau bawa motor sendiri loh, gua nggak mau di antar sama Lo."
"Ok, saya ikuti kamu dari belakang gimana? nanti pulang juga saya begitu lagi." ucap Marvel.
"Ini orang nyebelin ya." ucap Clarisa.
"Ayolah!"
Clarisa akhirnya terpaksa, berboncengan motor dengan Marvel. Motor yang Clarisa impikan, akhirnya bisa di naiki walau dengan cara terpaksa.
"Lo beli motor ini, waktu limited edition kan?" tanya Clarisa.
"Iya, di negara kita hanya keluar 5 motor begini. Tahu nggak? saya itu nabung dari sd sampai sudah jadi Polisi dengan cita - cita ingin beli sesuatu yang paling ingin di sukai. Kamu kan tahu, harga motor ini berapa?" ucap Marvel.
"Tahu, kalau di pikir dengan gaji kamu nggak akan cukup!"
"Ya, itulah tapi ini bukan yang korupsi, walau orang tua saya itu siapa, tapi kamu harus tahu gaji saya itu, tidak buat happy fun doang, saya itu berdasarkan hobby buka showroom motor beginian walau second."
__ADS_1
"Serius! dimana?" tanya Clarisa mulai tertarik.
"Jalan Palma." jawab Marvel.
"Oh showroom itu! jadi itu milik Lo?"
"Iya milik saya, bahkan jual onderdil nya juga dari segala merk."
"Alhamdulillah lah, kalau punya usaha sampingan."
"Ya walau setengahnya, di kasih modal sama Ayah." ucap Marvel jujur.
"Tapi kan hari tua sudah terjamin, ada usaha. Dan orang tua, tidak ikut campur urusan keuangan anak, tidak seperti dia."
"Hah.. siapa itu?" ucap Marvel.
"Nggak, lupakan saja."
Saat di lampu merah, tidak sengaja Tri sedang berjaga di pos. Tri melihat Clarisa berboncengan motor dengan Marvel.
"Al, si Marvel hari ini tidak dinas?" tanya Tri.
"Lepas dia, tadi malam habis ikut operasi penggrebekan curanmor." ucap Alfian.
"Lihat, mantan kita." tunjuk Tri, dan Alfian melihatnya.
Alfian hanya diam, langsung mengalihkan pandangannya, dan lampu merah berganti menjadi hijau. Tri masih memperhatikan, Clarisa yang berboncengan motor dengan Marvel.
"Jadi pilihan dia itu, orang seperti Marvel! yang masih satu server." ucap Tri.
****
"Thanks ya, nanti Lo tidak usah jemput lagi." ucap Clarisa.
"Siang, jam 1." ucap Clarisa.
"Ok, saya jemput ya." usai Marvel langsung menghidupkan lagi motornya, dan pergi meninggalkan kampus Clarisa.
"Dia itu niat usaha banget dapatkan hati gua, tapi kalau dia tahu gua janda gimana? janda temannya lagi." ucap Clarisa bicara sendiri, lantas melanjutkan langkahnya lagi, masuk kedalam kelasnya.
Marvel sampai di rumahnya, melihat ada mobil terparkir. Marvel langsung masuk, dan menyambut Ayahnya.
"Ayah." sambut Marvel, sambil memeluk tubuh Pak Kamil.
"Kamu dari mana?" tanya Pak Kamil.
"Habis mengantar seseorang." jawab Marvel.
"Ibu tahu Ayah kesini?" tanya Marvel.
"Tahu, Ibu kamu sedang keluar kota. Pertemuan antar Kapolres, Ayah kangen sama kamu. Dua kakak kamu kan, dinas nya jauh - jauh, hanya kamu yang dekat." jawab Pak Kamil.
"Yah, boleh curhat nggak?" ucap Marvel.
"Curhat apa?" ucap Pak Kamil.
"Marvel, sedang suka sama seorang perempuan."
"Oh iya, terus?"
__ADS_1
"Marvel ingin halalin dia Yah, tapi perempuan ini susah banget Yah."
"Susahnya, Marvel tembak dia, Marvel deketin dia masih jual mahal saja."
"Hahahaha.. terus, gimana mau halalin? terus Ayah sama Ibu, datang ke perempuan itu gimana mau ngelamar, kalau perempuannya tidak mau."
"Nih Yah orangnya." ucap Marvel sambil menunjukkan photo Clarisa.
"Pekerja bengkel!"
"Aslinya mahasiswi Teknik Mesin, semester akhir, dia punya hobby yang sama dengan Marvel. Motor sport, sudah cantik, keren lagi."
"Tapi hatinya Marvel, sifatnya juga. Terus orang tuanya siapa? jangan asal nikah saja."
"Dia anak yatim piatu, ikut sama Abangnya yang Tentara."
"Sudah tidak punya orang tua!" ucap Pak Kamil.
"Iya ayah, dia mandiri, untuk biaya kuliah dia kerja di bengkel."
"Jadi Ayah penasaran."
"Nanti siang, Marvel ajak kesini ya. Kan Marvel mau jemput dia, di kampus."
"Ok, Ayah tunggu."
****
"Nggak ah, gua malu. Lagian gua bukan apa - apanya Lo." ucap Clarisa.
"Ayolah, Ayah ingin ketemu sama kamu."
"Bang, Lo harus tahu ya. Gua ini bukan cewek yang seperti Lo kira Bang, gua punya masa lalu." ucap Clarisa.
"Masa lalu apa sih? semua orang juga punya. Saya tidak peduli." ucap Marvel.
"Lo itu aneh Bang, Lo itu baru kenal langsung nembak, langsung mau bawa ketemu sama orang tua. Kalau gua sudah punya laki gimana? Lo itu terlalu sembarangan."
"Karena saya yakin, kamu itu jodoh saya."
"Gua masih dalam masa iddah." ucap Clarisa.
"Gua janda, Lo harus tahu Bang, gua itu mantan istri siri Bang Alfian, dan mantan pacar Bang Tri, teman Lo Bang."
Marvel diam tertegun sambil menatap ke arah Clarisa, matanya tidak berkedip, dan langsung seakan terkunci.
"Gua masih dalam menata hati, kenapa gua tolak! gua trauma tekanan bathin."
"Kamu, mantan istri Alfian! dan mantan pacar Tri!"
"Iya, dua mantan dalam satu tempat kerja. Sekarang, ada lagi sama satu lingkungan kerja suka lagi sama gua." ucap Clarisa.
"Kalau masa lalunya seperti ini, bagaimana?" ucap Clarisa kembali.
Marvel diam, dan hanya diam duduk diatas motornya. Clarisa hanya tersenyum sendu, dengan menatap Marvel.
"Tidak semua orang, akan menerima janda seperti gua. Gua pernah hamil anak Bang Alfian, tapi keguguran Bang. Gua janda, carilah yang masih perawan. Gua banyak mantan nya, gua tidak mau Lo menjadi jauh dengan mereka gara - gara gua."
.
__ADS_1
.
.