
"Bang, gua ikut disini dulu ya sebelum gua dapat kontrakan dan uang yang cukup." ucap Clarisa.
"Terserah kamu saja Cla, mau ikut sama Abang juga nggak apa - apa, ini juga rumah kamu." ucap Kemal.
"Iya Cla, kamu disini kan bisa sama saya ada teman ngobrol." ucap Silvi.
"Makasih Ya, maaf sudah sering di repot kan."ucap Clarisa.
" Santai saja, nggak apa - apa kok." ucap Silvi.
Clarisa membuka ponselnya, tak sengaja membaca status Alfian. Hati yang rapuh, dalam statusnya. Clarisa lantas segera menaruh kembali, ponselnya.
"Cla, kamu kalau mau makan, makan saja ya. saya sama Bang Kemal, mau jalan." ucap Silvi.
"Iya, hati - hati." ucap Clarisa.
"Cla, hari ini ada Gibran mau datang. Kamu nanti temenin dia, sejak semalam Gibran ingin sama Abang." ucap Kemal.
"Iya Bang." ucap Clarisa sambil berjalan keluar kamarnya.
Kemal dan Silvi pergi, dengan menggunakan mobil. Tak berselang lama, terlihat mobil Gita berhenti di depan pintu pagar rumah Kemal.
Clarisa berjalan ke arahnya, menyambut keponakan kesayangan. Gibran langsung memeluk tubuh Clarisa, sedangkan Gita langsung meletakkan tas pakaian milik Gibran di depan Clarisa.
"Mungkin Gibran akan lama disini, saya mau bertemu dengan keluarga besar calon suami saya." ucap Gita.
"Nanti saya sampaikan sama Bang Kemal." ucap Clarisa.
"Tunggu, kamu numpang disini lagi?" tanya Gita.
"Kalau iya kenapa?" tanya Clarisa.
"Memang benar kamu itu benalu ya, nggak menyangka saja, hidup kamu itu selalu merepotkan. Terus suami kamu mana? sudah punya suami masih ngontrak." jawab Gita dengan menyindir.
"Apa gua harus ceritakan? tidak perlu kan! sekarang Silahkan pulang, gua mau masuk terlalu panas di luar." ucap Clarisa lantas mengajak Gibran untuk masuk kedalam rumah.
"Kurang ajar kamu Cla, tidak sopan." ucap Gita lantang.
****
"Tante, Mamah kenapa ya? kok sekarang jarang perhatian sama Gibran!" ucap Gibran sambil duduk di samping Clarisa.
"Perasaan Gibran saja kali, Mamah sayang kok sama Gibran." ucap Clarisa.
"Nggak Tante, tidak seperti Mamah Silvi."
"sayang, Mamah mungkin capek. Gibran, harus mengerti ya."
"Iya Tante, Gibran mau ikut Papah Saja. Mamah sekarang jarang di rumah, pulang malam kadang pagi. Setelah Mamah, temenan sama Om Ronal."
"Ronal?"
"Iya om Ronal, tapi dia botak."
Clarisa tersenyum sambil mengacak rambut Gibran, terlihat gigi berlubang saat Gibran ikut tersenyum.
****
"Saya cerai sama Clarisa." ucap Alfian.
"Hah cerai!" ucap Tri kaget.
"Kok kamu bisa cerai gini, gimana ceritanya?" tanya Tri yang masih tidak percaya.
"Panjang, dan saya memang memutuskan untuk menceraikannya, saya lakukan karena saya sayang sama dia."jawab Alfian.
__ADS_1
" Sayang dalam arti apa? kalau cerai itu tidak sayang. Kamu itu bodoh, melepaskan wanita seperti Clarisa. Bodoh kamu itu, saya tidak menyangka saja kamu sudah menyakiti hati Clarisa."
"Iya, saya pria yang bodoh."ucap Alfian.
****
" Bang, ini motor punya siapa?" tanya Clarisa.
Saat datang melihat ada motor sport warna putih,membuat Clarisa langsung jatuh cinta.
"Oh dia mau service rutin, dia pelanggan baru. Biasa yang buat service motornya katanya pindah jauh banget." ucap Bang Toha.
"Gua nih naksir motor yang ini Bang, gua pengen tukar tambah sama yang model begini."
"Sabar, kita lepas harga tinggi dulu."
"Kalau dia mau lepas, gua ada duit mau lah." ucap Clarisa sambil memegang motor tersebut.
"Sudah Cla, Lo urus tuh motor. Jangan di pelototi terus." ucap Bang Toha.
"Siap Bang!" ucap Clarisa.
Saat sedang akan mulai membongkar motor tersebut, seorang pria berdiri tepat di depan Clarisa.
"Tolong nanti sekalian ganti oli." ucapnya.
"Baik Bang." ucap Clarisa sambil menatap pria tinggi putih, memakai kacamata hitam dengan rambut bercat warna abu - abu.
Clarisa menatap pria dengan celana jeans robek tepat di lututnya dengan jaket berbahan denim.
Pria itu tanpa sadar menatap Clarisa dari balik kacamata hitamnya, lantas duduk di kursi penunggu sambil menatap Clarisa.
"Bang oli satu." ucap Clarisa, lantas Bang Toha memberikan satu botol oli.
"Maaf Bang, ini kanvas rem di ganti ya. Sudah tidak enak." ucap Clarisa.
Clarisa langsung membongkarnya, pria itu tersenyum tipis sambil terus menatap Clarisa. Pria itu dengan sembunyi - sembunyi memotret Clarisa.
***
"Sudah beres semua, untuk totalnya langsung ke Bang Toha." ucap Clarisa.
"Ok." ucapnya lantas pergi ke Bang Toha, untuk menyelesaikan pembayaran.
"Totalnya 350 ribu." ucap Bang Toha.
"Eh kamu." panggilnya pada Clarisa.
"Kenapa Bang?" tanya Clarisa.
"Minta nomer ponsel kamu." jawabnya.
"Hah.. nomer ponsel!" ucap Clarisa.
"Iya nomer ponsel kamu, coba mana."
"Maaf buat apa?"
"Barang kali saya butuh kamu, untuk datang ke rumah servis panggilan."
"Maaf, gua tidak melalukan panggilan."
"Bayaran nya lebih loh."
Clarisa langsung menatap ke arah Bang Toha, dan Bang Toha menganggukkan kepalanya. Pria itu membuka kacamatanya, bermata sipit langsung menatap Clarisa, sehingga Clarisa salah tingkah.
__ADS_1
"Ba - baik." ucap Clarisa.
"Mana nomer nya?"
"081234xxxx8." ucap Clarisa.
"Nama?"
"Clarisa."
"Nama yang cantik, seperti orangnya." ucapnya lantas pergi.
Bang Toha tersenyum sambil menatap pria tersebut, Clarisa lantas kembali bekerja tapi sebelumnya membereskan alat - alat yang tergeletak sembarang.
"Kayaknya tuh orang naksir Lo."
"Bang Toha itu, suka bikin gosip."
"Lo ini, di katain sama orang tua."
"Gua naksir motornya, bukan orangnya."
****
"Hallo Bro, apa kabar! " sapa Marvel.
"Wuis, yang habis jadi model sekarang sudah balik ke kandangnya." ucap Wahyu.
"Bro, tambah keren saja kamu. Kayak bukan Polisi." ucap Tri.
"Namanya juga jadi intel, dari pada yang kemarin saya jadi orang gila." ucap Marvel.
Marvel melihat salah satu anggota, yang berjalan lewat di depannya. Dengan wajah yang terlihat lelah, bahkan berjalan pun seperti tak seimbang.
"Dia anggota baru?" tunjuk Marvel.
"Dia pindahan dari Polda, tapi tunggu." ucap Tri langsung lari bersama Wahyu saat melihat Alfian jatuh pingsan.
***
Alfian memegang kepalanya, saat sadar dari pingsan. Tri membantu Alfian untuk duduk bersandar, dengan tangan yang memegang kepalanya.
"Kamu kalau sakit, tidak usah dinas." ucap Tri.
"Saya kurang tidur, dari kemarin tidak tidur." ucap Alfian.
"Lo kenapa tidak tidur?"
"Cari uang, ngojek."
Marvel kaget, saat mendengar Alfian merangkap menjadi ojol. Alfian menatap Marvel dengan penampilan yang sangat berbeda.
"Siapa dia?" tanya Alfian.
"Marvel, saya intel. Baru pulang tugas, menyamar selama satu tahun." jawab Marvel.
"Oh." ucap Alfian sambil memegangi kepalanya.
***
Clarisa membaringkan tubuhnya, saat itu ada pesan masuk, dan Clarisa melihat sebuah nomer asing.
From : 081567xx77
Malam? lagi ngapain?
__ADS_1
Clarisa langsung menghapus pesan tersebut, lantas langsung memejamkan kedua matanya.
.