Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Kisah Masa Lalu


__ADS_3

From : Alfian


Bisa saya jelaskan


Isi dari pesan yang dikirim Alfian, Clarisa tidak membalasnya malah memilih untuk mematikan ponselnya. Tak lama suara ketukan pintu terdengar,Clarisa membuka pintu ternyata Tri yang datang.


"Bang, Kok nggak dinas?" tanya Clarisa.


"Abang lepas hari ini, ingin main ke kamu." jawab Tri.


"Masuk Bang, tapi pintu gua buka ya. Soalnya nggak enak, kalau di tutup." ucap Clarisa.


"Ya boleh, Eh.. itu si Alfian anak istrinya datang ya! " ucap Tri.


"Iya kali." ucap Clarisa sambil mengeluarkan makanan dan minuman dari dalam lemari es.


"Lehernya sudah tidak sakit lagi kan?"


"Sudah tidak kaku lagi."


"Syukurlah, Abang senang dengarnya."


Ceklek


"Papah Mamah, Ayo jalan." rengek Moza.


"Iya sayang tunggu dong." ucap Kamela.


"Hey.. sudah ada disini?" ucap Alfian sambil mengunci pintu.


"Kamu ijin?" tanya Tri.


"Iya, mau manjain anak dulu." jawab Alfian sambil melirik ke arah Clarisa.


"Yaudah hati - hati."


Tri dan Clarisa menatap ketiganya, terlihat di mata Clarisa, Alfian tampak perhatian dengan keluarga kecilnya.


"Cla, Abang lupa. Ada sesuatu buat kamu, nanti Abang ambil di mobil ya." ucap Tri lantas keluar dari kamar Clarisa.


Tri mengambil dari mobil, lantas menenteng sebuah paper bag dan memberikan pada Clarisa.


"Ini apa?" tanya Clarisa.


"Buka saja."


Clarisa membuka isi paper bag tersebut, dan terkejut akan isinya sebuah jaket kulit wanita, berwarna hitam.


"Bang, ini kulit asli!" ucap Clarisa.


"Iya kulit asli, Abang belikan ini buat kamu."


"Abang berlebihan, seperti sama pacarnya saja. Padahal kan, gua bukan apa - apanya Abang.'

__ADS_1


" Mungkin ini yang tepat kalinya, kalau mengatakan jujur sekarang."


"Memangnya mau mengatakan jujur apa?"


"Abang itu suka sama kamu."


Clarisa tersenyum, sambil menatap ke arah Tri. Lantas Tri, memegang tangan Clarisa. Dengan mata saling bertatapan, dan secara tiba - tiba dengan berani Tri mengecup punggung tangan Clarisa.


"Abang sayang sama kamu Cla!" ucap Tri.


Entah bagaimana perasaan Clarisa saat ini, yang ada hanya rasa kecewa, dan berpikir lebih baik di cintai dari pada mencintai, bahkan tidak ada harapan untuk mengejar Alfian.


"Kamu mau kan, jadi pacar Abang?"


Clarisa langsung menganggukkan kepalanya, lantas Tri mengecup punggung tangan Clarisa.


***


"Bang, kalau kita resmi bercerai. Apa Moza suatu saat akan menerima orang tua sambung?" ucap Kamela.


"Kalau dia sudah besar pasti paham." ucap Alfian.


"Kita seperti ini demi Moza, kita harus tetap bersama merawat dia."


"Iya, walau kita memutuskan berpisah. Abang mencoba untuk introspeksi diri, tapi kita memang tidak bisa bersatu, kita itu lebih besar ego. Bersatu juga percuma, yang ada nanti kita sama - sama sakit hati."


"Kita baru cerai secara agama, karena kita masih ragu kan untuk maju ke pengadilan agama! Abang tidak mau, dan saya pun sama. Karena melihat Moza, untuk kembali kita tidak mungkin. kalau pun iya di paksakan, Abang sudah bisa baca sendiri." ucap Kamela.


"Bukannya kamu sudah sakit hati! sakit hati, karena saya sering lukai kamu. Kita begini demi Moza, kamu lihat kan gimana Moza."


"Apa kamu juga, ingin kembali sama mantan?"tanya Alfian.


" Saya belum memikirkan itu, dan saya hanya berpesan pada Mas, carilah pasangan yang benar - benar sayang pada anak kita ." jawab Kamela.


"Kamu juga, agar kita sama - sama merawat Moza." ucap Alfian tersenyum, saat Moza berlari memeluk Papahnya.


"Moza lihat, dia begitu sangat dekat dengan Abang."


Alfian memangku Moza, sambil menegak minumannya, sedangkan Alfian mengusap keringat putrinya.


"Papah, kapan Papah Pulang? sejak papah pindah, kita kok nggak di ajak tinggal disini. Malah Moza pulang sama Mamah, sekarang kita kumpul lagi kan?" tanya Moza.


"Tidak sayang, kita akan tetap pulang. Selamanya, kita tidak akan tinggal sama Papah lagi, tapi untuk Moza boleh. Mau ikut Mamah, mau ikut Papah sama saja." jawab Kamela.


Alfian menatap ke arah Kamela, lantas mengalihkan tatapannya ke arah Moza yang sedang berusaha membuka bungkus biskuit.


Flashback On


"Bang, saya itu sudah tidak tahan hidup sama kamu! kita ini sudah lama tidak cocok ini salah, itu salah, kamu tidak mau mengalah." ucap Kamela dengan membentak.


"Tidak mau mengalah bagaimana? Abang sudah banyak mengalah, kamu nya saja yang tidak mengerti, tidak mau tahu perasaan suami seperti apa, mau nya mengerti sendiri saja."ucap Alfian.


" Kata Abang, saya tidak mengerti Abang! jadi selama ini, Abang tidak sadar. Perhatian saya bagaimana, malah Abang yang kurang perhatian."

__ADS_1


"Ah.. sudahlah, susah kalau ngomong sama orang, yang mau betul sendiri. Malah sepele kadang di besarkan, ini salah itu salah, kapan betul nya."ucap Alfian.


" Kita cerai saja." ucap Kamela.


"Yakin?" tanya Alfian.


"Iya yakin! lebih baik kita dekat bukan sebagai pasangan suami istri, lebih baik kita itu menjadi sahabat. Demi anak kita, Moza."jawab Kamela.


" Ok, saya akan urus surat cerainya."


"Abang talak saya!"


Alfian menatap ke arah Kamela, dengan kedua tangan mengepal. Dengan menarik nafas panjang.


"Hari ini dengan sadar, saya talak Kamela Binti Abraham. Haram bagi saya, atas apa yang ada pada dirinya."


"Mamah Papah." panggil Moza.


"Eh sayang, ada apa?" tanya Kamela langsung menggendong Moza.


"Kamela mau makan."


****


Kamela memasukkan pakaian dirinya dan Moza kedalam koper, Alfian duduk di luar untuk memenangkan dirinya.


"Bang, saya sama Moza pamit." ucap Kamela yang sudah bersiap untuk pergi.


"Iya." ucap Pelan Alfian.


"Papah, nanti menyusul ya." ucap Moza.


"Iya sayang." ucap Alfian.


"Jaga Moza, kita akan tetap merawat dia sama - sama. Walau kita, bukan pasangan suami istri lagi." ucap Alfian kembali.


Flashback Off


"Mamah Papah lapar." ucap Moza.


"Yuk, kita makan." ucap Alfian.


****


"Abang pulang ya, nanti Abang kesini lagi." ucap Tri sambil membelai rambut Clarisa.


"Iya Bang."


Tri mengecup kening Clarisa, lantas mencium kedua punggung tangannya. Lantas mengecup bibir Clarisa, terlihat Clarisa tersenyum yang telah di lakukan oleh Tri.


"I love you."


"I love you too." balas Clarisa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2