Surat Tilang Cinta

Surat Tilang Cinta
Ikatan


__ADS_3

Marvel dan Clarisa duduk bersama di depan televisi, setelah makan bersama. Clarisa mulai mengantuk karena kenyang.


"Tidur di kamar Abang saja." ucap Marvel.


"Pulang saja yuk, nggak enak tidur di sini." ucap Clarisa.


"Nggak apa - apa, nanti Abang kabari Bang Kemal."


"Jangan, kalau kabari dia yang ada, Abang kena tembak." ucap Clarisa.


"Hah, masa sih? masa Bang Kemal sadis."


"Abang belum tahu saja." ucap Clarisa.


"Cla, sekali saja kamu katakan I love you too." ucap Marvel.


"Perlu ya!" ucap Clarisa.


"Iyalah perlu, masa tidak. Kan kita hubungan serius, masa kamu tidak ada kata romantis."


"Bang kita serius juga nggak mesti harus bilang itu kan, yang penting kita sama - sama." ucap Clarisa.


"Nggak begitu juga kali konsepnya, Abang ingin tahu dari mulut kamu, Abang ingin dengar." ucap Marvel.


Clarisa lantas memiringkan tubuhnya, kini menghadap ke arah Marvel, dan Marvel pun, memiringkan tubuhnya, kini mereka saling berhadapan.


"Tatap mata gua Bang." ucap Marvel.


Clarisa lantas mendekatkan wajahnya pada wajah Marvel, lantas Marvel memundurkan tubuhnya, hingga menjauh dari Clarisa.


"Ma - mau apa?" tanya Marvel.


"Nggak jadi." jawab Clarisa dengan wajah memerah, lantas meluruskan pandangannya ke depan layar televisi.


Marvel tersenyum, dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lantas menarik tubuh Clarisa, dan bibir Marvel langsung mencium bibir Clarisa.


Clarisa memejamkan kedua matanya, saat Marvel mencium bibir Clarisa. Marvel tersenyum, dan Clarisa membuka kedua matanya.


Clarisa mengalunkan kedua tangannya, di leher Marvel,lantas membalas ciuman Marvel Keduanya saling membalas ciuman, bahkan lebih dalam.


"Sekarang sudah tahu kan jawabannya!" ucap Clarisa.


"Katakan I love you." ucap Marvel sambil membelai bibir Clarisa.


"I love you too." ucap Clarisa.


***


"Kenapa kamu senyum - senyum gitu?" tanya Wahyu.

__ADS_1


"Saya sama Clarisa jadian." jawab Marvel.


"Serius?" ucap Waktu kaget.


"Serius, Alfian juga tahu."


"Nggak menyangka benar, ternyata kamu itu berhasil dapatkan hati dia."


"Marvel gitu loh, calon nyonya Marvel on the way."


Clarisa menjelaskan tentang hubungannya pada Kemal dan Silvi, Kemal pun merestui dengan catatan tidak salah pilih lagi.


"Abang sih setuju saja, kamu sama siapa. Tapi Abang tidak mau, mendengar kamu itu disakiti lagi. Dan kamu itu bagi Abang, terlalu cepat menjalin hubungan dengan seorang pria. Apa tidak terlalu terburu - buru? bukanya menata hati itu lama!" ucap Kemal.


"Gua lihat, dia terus berjuang Bang. Buat dapatkan hati Cla, bahkan langsung di kenalkan sama orang tuanya, saat itu Ayahnya sedang main ke rumah." ucap Clarisa.


"Semoga saja, ini pelabuhan terakhir kamu."


"Amin Bang insya Allah terakhir."


Namun saat sedang mengobrol suara ketukan pintu terdengar, Silvi lantas berjalan ke arah pintu. Dan saat membuka pintu, Marvel datang bersama kedua orang tuanya.


"Malam mba, maaf Cla nya ada?" ucap Marvel.


"Oh ada, silahkan masuk." ucap Silvi.


"Silahkan duduk dulu Bu, Pak ada di dalam nanti saya panggilkan."


"Hah! yang benar Marvel datang sama orang tuanya?" ucap Clarisa.


"Iya, Bang temui sana." ucap Silvi.


"Iya, Abang temui. Apa mereka mau lamar kamu lagi, tapi masa iddah kamu belum selesai loh." ucap Kemal.


Clarisa dan Kemal bersalaman dengan kedua orang tua Marvel, mereka pun saling mengenalkan diri.


"Maaf ya Nak Kemal, kami datang tiba - tiba." ucap Pak Kamil.


"Ini juga di luar rencana, kebetulan kami sedang main di rumah Marvel, dan Marvel banyak cerita tentang Clarisa." ucap Ibu Tiwi.


"Terima kasih Pak Bu, sudah mau menerima kehadiran adik saya, di tengah - tengah kalian. Dan terima kasih buat Marvel, yang mau mencintai wanita seperti adik saya. Dan Bapak sama ibu kan pasti sudah tahu, dan pasti lah Marvel cerita terlebih dahulu, kalau tidak cerita mana mungkin Ibu sama Bapak kesini."ucap Kemal.


" Bagi kami tidak masalah, yang penting saling mencintai. Dan kami juga sangat bersyukur, Marvel menemukan pilihannya sendiri." ucap Pak Kamil.


"Bang, Mba dan Cla. Saya bawa orang tua kesini, mungkin ini pengenalan tapi nanti akan ada acara resminya. Namun tujuan perkenalan ini, untuk mengikat kita secara serius." ucap Marvel.


"Maksudnya?" tanya Clarisa.


"Gini Nak Cla, Maksud Ibu sama Bapak kesini. Ingin melamar kamu, tapi nanti kami akan datang lagi, dengan lamaran resminya. Ini hanya sebuah awa baru omongan saja." ucap Ibu Tiwi.

__ADS_1


"Benar nak, dan kamu juga tahu, kamu juga masih dalam masa iddah."ucap Pak Kamil.


Clarisa lantas menoleh ke arah Abangnya, meminta untuk berbicara pada mereka. Karena, Clarisa merasa takut salah bicara dan menghormati yang tua.


" Kalau saya, di kembalikan lagi sama adik saya. Memang masa iddah dia belum selesai, mungkin akan setelah selesai, untuk niat itu. Tapi saya tanyakan dulu sama Clarisa, kamu mau tidak sama Marvel?" ucap Kemal.


Clarisa hanya diam, menundukkan kepalanya. Sedangkan Pak Kamil, Ibu Tiwi dan Marvel menunggu jawaban dari Clarisa.


"Clarisa, bagaimana?" tanya Pak Kamil.


"Cla, kamu jawab dong. Jangan diam saja, kamu kasih keputusan sekarang."


"Bismillah, Cla siap." ucap Clarisa.


"Alhamdulillah." ucap Pak Kamil, Ibu Tiwi dan Marvel.


"Tapi tunggu sampai masa iddah selesai, dan Cla ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Bang Marvel. " ucap Clarisa.


"Iya, Abang mau." ucap Kemal.


****


"Jujur Abang cocok sama keluarganya, dari pada keluarga mantan." ucap Kemal.


"Saya juga sama Bang, kamu itu kalau jadi beruntung kamu bisa punya mertua baik." ucap Silvi.


"Apalagi, keluarga orang berpendidikan semua." ucap Kemal.


"Amin Bang, Mba Silvi, semoga dia memang jodoh yang tertunda gua." ucap Clarisa.


"Amin..! kami doakan yang terbaik." ucap Silvi.


Sedangkan di rumah, Marvel sedang memandang photo Clarisa. Photo yang di ambilnya secara sembunyi - sembunyi.


"Akhirnya, kamu jadi milik saya Cla. Semoga saya sama kamu, sampai menua bersama." ucap Marvel.


Marvel mencium photo Clarisa, lantas mendekap photo yang ada di galeri ponselnya. Marvel lantas memejamkan kedua matanya, sambil meletakkan ponsel di dadanya.


"Semoga kamu malam ini, bisa datang dalam mimpi."


Clarisa berbaring di atas tempat tidur, dengan membayangkan wajah Marvel. Clarisa memeluk guling, sambil tersenyum sendiri. Namun senyumnya hilang, saat mengingat wajah Alfian.


"Semoga kamu bahagia terus Bang, gua sudah menemukan kebahagiaan ini. Mungkin dengan cara seperti ini, gua bertemu dengan jodoh sejati. Bang Marvel, semoga kita sampai tua."


Alfian menatap status Marvel, yang menulis dengan kata Alhamdulillah, akhirnya bersatu. Alfian tersenyum sendu, tahu bahwa wanita yang disayangi nya kini sudah memiliki pengganti dirinya.


"Semoga dia cinta sejati kamu, sampai menutup mata." ucap Alfian, dan ada setetes air mata yang jatuh.


.

__ADS_1


.


__ADS_2