
Clarisa dan Marvel selesai sidang nikah BP4R, Marvel menggandeng tangan Clarisa berjalan ke luar dari dalam gedung. Dimana ana beberapa pasangan yang melakukan sidan BP4R.
"Bang, gua kira tadi di tanya kayak sidang kuliah." ucap Clarisa.
"Ya nggak lah yank, masa disamakan." ucap Marvel.
Marvel dan Clarisa berjalan melewati ruangan Tri dan Alfian, saat itu hanya ada Wahyu dan Tri. Keduanya langsung menyapa, Marvel pun berjabat tangan dengan keduanya.
"Selamat ya, semoga lancar sampai hari H." ucap Wahyu.
"Terima kasih." udah Marvel.
"Selamat ya." ucap Tri .
"Terima kasih." ucap Marvel.
Clarisa hanya tersenyum, dengan menatap Tri dan Wahyu Terlihat Tri, ada wajah sedih terpancar.
"Semoga Bang Tri, cepat menyusul." ucap Clarisa.
"Amin! terima Cla.
"Yaudah kalau gitu, kami pamit dulu." ucap Marvel.
"Alfian di rawat di rumah sakit, dia kena tipes." ucap Tri.
"Bang Al, dirawat dimana?" tanya Clarisa.
"Di rumah sakit Polri, kamar 02 lantai 3." jawab Tri.
"Terima kasih informasinya, kita mampir kesana sekarang." ucap Marvel.
****
Marvel dan Clarisa membesuk ke Alfian, Clarisa membawa parsel buah, dan Marvel menjinjing kantong plastik putih berisi roti dan biskuit.
"Assalamu'alaikum." sapa Marvel.
"Walaikumsalam." balas Alfian.
Alfian tersenyum saat melihat Marvel dan Clarisa datang, tidak ada orang yang menemani Alfian.
"Makannya, jangan kerja terus. Istirahat, jadinya kurus begini." ucap Marvel.
"Iya nih, tubuh udah nggak kuat. Tapi kalau tidak di paksa, kamu tahu sendirilah." ucap Alfian.
"Iya, tapi sayang sama tubuh kamu. Tuh kelihatan kurus banget, ya nggak Yank?" ucap Marvel terus menatap ke arah Clarisa.
"Iya Bang, sayangi tubuh Abang. Abang juga harus istirahat yang cukup, nih buktinya sampai sakit begini." ucap Clarisa.
"Iya makasih perhatiannya." ucap Alfian tersenyum.
"Al, kita baru saja sidang BP4R. Nanti kalau kita menikah, kamu mau kan hadir menjadi di acara pernikahan kami?" ucap Marvel.
"Insya Allah ya, saya pasti hadir." ucap Alfian dengan mata berkaca - kaca.
"Saya doakan semoga lancar, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah." ucap Alfian kembali.
"Amin!" ucap Marvel.
__ADS_1
"Bang, cepat sehat ya. Kita pamit dulu, kalau butuh sesuatu jangan sungkan hubungi Bang Marvel." ucap Clarisa.
"Iya, makasih."
****
Alfian tersenyum sambil terisak. menangis, menatap photo yang masih tersisa satu, photo saat dirinya menikah dengan Clarisa.
"Sekarang, kamu sudah memiliki seseorang yang lebih baik dari Abang. Hanya doa untuk kamu, semoga kamu tetap sehat selalu dan bahagia selamanya." ucap Alfian dengan mencium photo tersebut.
"Ya Allah bantu hamba, melupakan masa lalu indah bersamanya."
****
"Bang, ini buat souvenir pernikahan kita nanti ya?" tanya Clarisa langsung membuka kardus.
"Iya, itu Ibu yang pesan. isinya ada handuk, sama mug." jawab Marvel.
"Ih lucu, ini kan photo kita."
"Iya Ibu yang desain minta seperti itu."
"Bang, yang seserahan juga sudah beres semua?"
"Sudah semua." udah Marvel sambil mengoperasikan ponselnya.
Clarisa mengambil ponsel ditangan Marvel, lantas duduk di kedua paha Marvel, dan Clarisa mengalungkan kedua tangannya.
"Kamu itu jangan bikin punya Abang keras." ucap Marvel yang sudah merasakan sesak.
"Keras ya!" ledek Clarisa.
"Sabar napa." ucap Clarisa.
Marvel langsung menggigit leher Clarisa, hingga meninggalkan jejak, Clarisa pun tidak mau kalah menggigit leher Marvel hingga meninggalkan jejak.
"Sakit Yank."
"Sama kali." ucap Clarisa sambil memegang lehernya yang terkena gigitan.
****
Hari pernikahan telah tiba, Alfian pun datang ke acara pernikahan Clarisa dan Marvel. Alfian datang bersama Moza, Clarisa tersenyum saat Alfian datang dan langsung saling berpelukan.
"Makasih Bang, sudah hadir." ucap Clarisa.
"Selamat ya, Abang tidak bisa kasih apa - apa." ucap Alfian tersenyum.
Clarisa meneteskan air matanya, sambil memegang tangan Alfian. Moza memberikan sebuah kado untuk Clarisa, Moza tersenyum dengan mengenakan gaun putih cantik.
"Ini buat Tante." ucap. Moza.
"Makasih sayang, makasih ya sudah hadir sama Papah." ucap Clarisa.
Moza memeluk tubuh Clarisa lantas mengecup pipi kanan dan kiri Clarisa, lantas mengusap air mata Clarisa.
"Tante kenapa menangis?" tanya Moza.
"Tante nggak menangis, hanya saja Tante bahagia bisa melihat Moza sama Papah." jawab Clarisa.
__ADS_1
"Moza jaga Papah ya, hanya Moza yang papah punya. Moza jangan nakal, jadi anak yang pintar.Dan selalu jadi kebanggaan Papah, Moza janji ya!"
"Janji tante."
"Sudah ya, Tante nya mau di mulai acaranya." ucap Alfian dengan menggendong Moza.
"Bang, gua ingin bersama Abang jalan sampai ke penghulu." ucap Clarisa.
Alfian menganggukkan kepalanya, lantas Clarisa menggandeng di lengan Alfian, Moza dan Gibran berjalan di depannya.
Marvel tersenyum saat melihat Clarisa begitu sangat cantik berbalut kebaya pengantin warna putih, dengan sanggul berhias mahkota dan melati.
Clarisa lantas duduk di samping Marvel, dan penghulu memeriksa kembali berkas pernikahan mereka.
"Sudah komplit semua, kita mulai acaranya. Mas sama mba nya sudah siapkan?" tanya Pak penghulu.
"Siap Pak." ucap Marvel dan Clarisa.
"Dari pihak perempuan, wali nya kakaknya bernama Kemal Baskoro."
"Benar Pak." ucap Kemal.
"Untuk saksi sudah ada ya, baik kita mulai sekarang. " ucap Penghulu.
Dengan satu tarikan nafas, dan tangan yang dingin Marvel mengucapkan kalimat Ijab dan kabul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Clarisa Baskoro Binti Baskoro dengan Mas kawin Emas sebesar 50 gram, yang tunai sebesar 20 juta, dan seperangkat alat shalat di bayar tunai." ucap lantang Marvel.
Clarisa mencium punggung tangan Marvel, dan Marvel mencium kening Clarisa, keduanya kini telah resmi menjadi pasangan suami istri.
****
"Selamat ya." ucap Tri pada Marvel dan Clarisa.
"Makasih ya, sudah datang." ucap Marvel.
"Makasih Bang." ucap Clarisa.
"Saya doakan semoga, kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah." ucap Tri.
"Amin..!" ucap Marvel dan Clarisa.
Alfian tersenyum melihat Clarisa dan Marvel bersanding di pelaminan, Tri lantas menghampiri Alfian.
"Dia sudah bahagia, kita pun patut bahagia. Kita dulu pernah mencintai wanita yang sama, kini dia telah mendapatkan pelabuhan terkahir yang sebenarnya." ucap Tri.
"Cerita indah itu, akan di simpan sedalam - dalamnya, agar tidak akan pernah muncul lagi. Hanya sebuah doa, semoga kamu bahagia selalu, terima kasih sudah pernah menjadi hal yang indah." ucap Alfian.
Clarisa tampak bahagia dengan Marvel, tangannya selalu saling menggenggam. Marvel menatap istrinya yang cantik, wanita yang di perjuangkan nya kini berada di sisinya hingga akhir waktu.
"Abang bahagia sayang." ucap Marvel.
"Sama Bang, hari ini dan seterusnya akan selalu bersanding dengan Abang." ucap Clarisa.
.
.
.
__ADS_1