Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Bertengkar


__ADS_3

"Syakira mana Jis? Kok nggak kelihatan? Apakah mereka semua mengusir Syakira agar bisa menyerang mu??"


Deg!


Salah satu dari mereka membantah ucapan Pak Dekan, "Mana ada kami seperti itu!"


"Lantas seperti apa?? Seperti ini maksudmu? Sengaja mengusir anaknya dan kalian mengeroyok bapaknya? Iya?" ucapnya memancing emosi keluarganya itu.


"Kau...!" tunjuknya pada Pak Dekan


"Apa! Mau ngomong apa kamu? Tidak kah kamu kasihan dengan adikmu yang sudah lumpuh akibat penyakit Stroke nya? Apa yang kau inginkan Rama? Ingin meminta bagian yang tidak pernah kau berikan padanya begitu? Serakah kau Rama!"


"Aku nggak serakah ya Bang! Rajis lah yang serakah! Dia yang membawa lari semua harta ayah kita tetapi kamu malah diam saja! Jangan-jangan selama ini kalian berdua saja yang menikmati harta Ayah kita? Iya?" tuduh nya pada pak dekan.


Pak dekan tertawa sumbang. "Dasar manusia gila harta! Sadar kamu Ram! Kamu tau semuanya. Tetapi masih juga menutup mata, huh? Haruskah aku membuka kebusukan istri kalian disini satu persatu agar Syakira tau seperti apa walinya ini? Wali gila harta?"


"Jangan asal bicara kau Bang! Kau tidak punya buktinya! Aku bisa menuntutmu nanti!"


"Silahkan! Aku tidak takut dengan ancaman cetek mu itu. Karena aku memiliki saksi kunci dari kejadian delapan tahun silam sampai istri kalian masuk penjara karena sudah menipu Almarhum suami Zizi!"

__ADS_1


Deg!


"Kau...!"


"Kenapa? Takut? Jangan sekali-kali kau mengatakan akan membawaku ke kantor polisi jika diri kau sendiri tidak bisa kau lindungi! Ingat Ram! Kau dan Istrimu adalah dalang dari kehancuran perusahaan Rajis. Jika sampai Syakira tau, apa yang akan kau katakan padanya?"


"Nggak. Aku nggak pernah menghancurkan perusahaan Rajis! Bukan aku! Tetapi mereka semua!" tunjuknya pada saudaranya yang lain


"Eh, enak aja kamu Ram kalau ngomong! Aku nggak gitu ya! kamu yang menyuruh kami untuk memoroti Rajis sampai perusahaannya yang ada di Jakarta gulung tikar dan dibeli seorang pengusaha sukses yang berasal dari Medan juga. Bukan salah kami! Tertapi kau Bang Rama!"


"Nggak! Bukan aku!"


"Nggak! Kau pun ikut serta di dalam nya! Bukan hanya aku yang menipunya! Tetapi kau juga!" teriaknya hingga membuat seseorang diluar sana terpaku di tempat.


Ia mengepalkan kedua tangannya saat melihat orang itu sengaja menghancurkan perusahaan sang Ayah yang dulu ia bangun mati-matian seorang diri malah dihancurkan oleh keluarga ayahnya sendiri.


Ia mengusap wajahnya dengan kasar. "Jadi inikah tujuan kalian menyuruhku pergi tadi?? Baik. Aku akan segera menyelesaikan ini. Tunggu tanggal mainnya!" gumamnya dengan segera masuk ke ruangan itu.


"Uwak?"

__ADS_1


Deg!


"Syakira?"


"Sya!" pekik mereka semua karena terkejut.


Syakira masuk dengan perlahan sambil menenteng tiga bungkus makan dan ia letakkan di meja ruang itu.


Salah satu dari mereka tersenyum senang saat melihat makanan itu terletak dihadapannya.


Tangan itu langsung saja membuka plastik putih yang ada di meja. Tetapi belum sepenuhnya terbuka, ia malah terkejut dengan sentakan Syakira yang membuatnya terjingkat kaget.


"Hihihi.. Makanan!"


"Jangan sentuh makanan itu!" teriaknya membuat orang itu terlonjak dan jatuh ke lantai saking terkejutnya.


Pak dekan terkekeh, "Kenapa sih Sya?" tanya nya setelah ia duduk kembali dihadapan makanan itu.


"Kenapa katamu? Kau tidak berhak menyentuh sesuatu yang bukan milikmu! Inikah yang kau lakukan terhadap ayahku sampai-sampai ia terkena stroke?? Jawab!"

__ADS_1


Deg!


__ADS_2