Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Kesedihan Syakira


__ADS_3

Syakira terduduk di tepi balkon yang berpagar teralis besi itu. Ia sesegukan saat merasakan dadanya yang begitu sesak.


"Hiks.. Kenapa Bang? Ada apa? Kenapa aku merasa jika kamu pergi tidak untuk kembali?? Ada apa? Kenapa Bang? Hiks.. Hiks.." isak Syakira seorang diri di balkon miliknya.


Begitu pun dengan Syakir saat ini. Ia berhenti diluar komplek perumahan Syakira setelah sebelumnya ia menghubungi seluruh keluarganya termasuk Bunda Zizi untuk menitipkan Syakira kepada mereka.


Semua keluarga menangis mendengar Syakir yang akan pergi ke Singapura.


Ya, Singapura.


Bukan Jakarta. Benar jika Jakarta. Tetapi disana hanya untuk bertemu orang-orangnya saja. Annisa sampai tersedu mendengar pernyataan Syakir yang mengatakan jika kepergiannya ini antara hidup dan mati.


Semua keluarga begitu sedih dengan kabar kepergian Syakir yang mendadak. Annisa yang sangat paham tentang Syakira segera menuju kerumah Syakira untuk melihat iparnya itu.


Bersama Tama dan semua anaknya, mereka menuju ke rumah Syakira di pukul tiga pagi. Mobil Syakir dan Annisa sempat berselisih. Tetapi Annisa tidak tahu.


Ia tetap menuju kerumah Syakira di mana Syakira sedang tersedu dengan memanggil nama Syakir berulang kali saat melihat surat yang ditinggalkan Syakir untuknya.


Assalamu'alaikum sayang..


Maaf.. Hanya kertas ini sebagai pengantar untuk kepergian Abang yang tidak tahu kapan akan kembalinya.


Sya..


Kamu istri yang baik untuk abang. Abang sangat, sangat mencintai kamu. Kamu cinta pertama dan terakhir Abang, Sya..


Takkan pernah tergantikan. Hanya kamu seorang.


Kepergian abang sekali ini bukan ke Jakarta. tapi ke Singapura. Ada tugas yang sangat berbahaya disana sedang menunggu Abang.


Abang tidak tahu bisa kembali atau tidak. Yang jelas, kamu tetap harus tahu dengan semua ini. Berkas itu bukan hanya berkas perusahaan saja.


Disana semua aset abang selama abang bekerja di Jakarta dan Singapura. Sepertiganya sudah Abang berikan sama Mak.


Dan saat ini pun, Mak sudah mendapatkan surat itu. Hahaha.. Mereka saat ini sedang ngamuk sayang.


Ngamuk karena kepergian abang yang tiba-tiba.


Kamu kuat Sya.. Kamu harus kuat! Demi abang dan perusahaan kita. Kamu pengganti abang selama Abang belum kembali.


Bukan maksud abang mendahului takdir. Tetapi inilah yang akan terjadi ke depannya. Kamu akan sendiri Sya.. Abang harap kamu bisa menjaga dirimu sampai abang kembali.

__ADS_1


namun, jika abang tidak kembali dan kamu mendapatkan kabar jika abang sudah tiada.. Kamu boleh menikah lagi dengan Pria yang kamu cintai sebagai pengganti abang.


Abang ikhlas sayang.. Sangat ikhlas..


Abang harus pergi sayang. Maafkan suami mu ini yang tidak berani berbicara langsung padamu. Karena mata dan hatiku tidak mampu untuk menghapus kesedihan yang akan kamu dapatkan karena aku.


Maka dari itu.. Berusahalah menjadi kuat. Kuat seperti Syakira yang Abang kenal saat pertama kali kita bertemu setelah kita dewasa.


Abang percaya kamu bisa sayang. Berubahlah menjadi dingin dan jutek pada semua orang terkecuali dengan saudara kita.


Karena kita tidak pernah tahu dengan siapa kita berteman dan berhadapan. Untuk itu, kamu harus bisa mewanti-wanti dirimu.


Abang pamit.


Wassalamu'alaikum Syakira istriku dunia dan akhirat..


Ddduuuaaarrrr!!!


Pyarr!


"Aaaaaaaaa... Tidaaaakkkk... Bang Syakiiiiiirrrr!!! Huaaaaa... Ayaah.... Tidaaakkkk!!!!" teriak Syakira mengamuk dikamarnya.


Beliau ingin naik ke atas, tapi tidak jadi karena mendengar suara deru mesin di luar sana.


Dan terlihatlah Annisa yang turun dengan terburu-buru.


"Syakira!! Paman Rajiss!! Buka pintunya!!"


Dor.


Dor.


Annisa menggedor pintu ayah Rajis hingga membuat pria paruh baya itu segera membuka pintunya.


Ceklek.


"Mana Syakira paman? Adikku-,"


Pyaaarr!!!


"Tidaaaakkk... Abaaangg!!!!"

__ADS_1


Deg!


Keduanya terkejut dan menoleh bersamaan ke lantai dua.


"Syakira!!" seru Annisa dengan segera berlari menuju lantai dua dimana Syakira saat ini sedang mengamuk melempari semua barang yang ada di dalamnya.


Braakk!!


Annisa menggebrak pintu kamar Syakira dengan kuat hingga terlihatlah kamar Syakira porak poranda seperti baru saja habis terkena tornado berkekuatan dahsyat.


"Astaghfirullah Sya!!" pekik Annisa saat melihat Syakira berusaha gantung diri.


Tama dan Ayah Rajis yang baru saja naik pun terkejut bukan main melihat keadaan kamar Syakira.


Tama tidak berani masuk, karena Syakira seperti kehilangan kendali pada tubuhnya seperti yang dulu Syakir katakan padanya.


Hanya Annisa dan Kinara yang bisa menangani istri Syakir itu.


"Huaaaa.. Aaaaa.. Lebih baik aku mati ikut kamu saja Bang! Daripada aku hidup sendiri tanpa kamu! Kamu bilang aku tidak akan mampu ketika melihatku sedih?? Huh?! Lalu, ini apa!!! Ini apa bang Syakir!!!!!! Aaaaaaa.." pekik Syakira semakin tidak menentu.


Annisa tidak tahu harus berbuat apa. Ia jadi kesal sendiri kenapa ia tidak bisa mengambil ilmu kanuragan dari Malda dulunya.


"Ck. Kalau sudah begini, kan pusing jadinya?? hiks.. Dek! Kakak butuh kamu, Kinara!"


"Iya kak! Hoshh.. Hossh.. adek disini!"


Deg!


Annisa terkejut. Ia melototkan matanya saat melihat Kinara dan Ali beserta kedua anaknya sudah ada di depan pintu kamar Syakira.


Kinara mendekati Syakira yang sedang mengamuk dan mentotoknya.


Tak.


Tak.


Bruukk..


"Alhamdulillah.." ucap Annisa dan Kinara bersamaan.


Mereka begitu sakit saat melihat kesedihan Syakira yang ditinggal Syakir secara mendadak.

__ADS_1


__ADS_2