
Ke esokan paginya.
Kediaman Syakir dan Syakira sangat sibuk pagi ini. Acarapernikahan keduanya akan diadakan pukul delapan tiga puluh pagi ini.
Syakir dan rombongan sudah emnuju ke hotel milik alamarhum Papi Gilang yang kini di pegang oleh Rayyan, Lana dan Algi.
Ketiga saudara Syakir ini sudah berada disana. Legkap dengan istri dan anak mereka. Semua personel Mak Alisa sudah berkumpul.
Tinggal Bunda Zizi, Arta dan istri, Bella dan suami serta Syakir sebagai pengantin lelakinya. Mereka sedari subuh sudah menuju ke hotel tempat diadakan acara tersebut.
Begitu juga dengan Syakira. Sejak pukul empat pagi, ia sudah berangkat ke hotel bersama dengan keluarganya. Dan saat ini Syakira sedang di hias untuk tampil saat acara akad nikah mereka berdua.
Tepat pukul delapan tiga puluh pagi, acara pernikahan itu terlaksana.
Syakir duduk berhadapan dengan Ayah Rajis selaku wali dari Syakira yang saat ini berada diruangan lain. Ia akan dikeluarkan saat akad sudah selesai dilakukan.
"Baik, karena waktu yang sudah ditentukan sudah masuk. Mari kita mulai melaksanakan acara sakral ini. Hem.. Syakir dan Sya.. Ki.. Ra?? Lah.. Nama yang sama toh? Apa jangan-jangan orangnya pun sama ini? Mana bisa dinikahkan kalau begitu?" seloroh pak Penghulu hingga membuat ruangan aula itu jadi riuh dengan gelak tawa semua tamu undangan yang menyaksikan pernikahan Syakir dan Syakira.
Syakir pun ikut terkekeh, "Ya enggaklah pak Penghulu. Masa iya adik tampan saya mau menikah dengan pisang juga? Nggak asik dong diajak gelut? Masa' iya pisang makan pisang??" balas Lana yang kembali disambut gelak tawa oleh para tamu undangan.
Maura, sang istri memukul lengan sang suami hingga berulang kali. Yang disambut gelak tawa darinya dan saudara Lana yang lainnya. Karena membuat kelakar yang hanya akan melambatkan acara sakral itu.
Lana di hujam pukulan bertubi-tubi dari dua tiga saudara perempuan yang lainnya. Semua yang melihat itu tertawa lagi.
"Ck. Hadeuuuhhh.. Beginilah nasib aki-aki! Selalu saja jadi bahan bulyan saudara sendiri! Naseb.. Naseb!" selorohnya lagi yang kembali disambut gelak tawa oleh semua tamu undangan.
Termasuk Syakira yang kini bisa melihat dan mendengar mereka dari layar televisi empat puluh dua inci di hadapannya saat ini.
Ia terkekeh melihat Bang Lana di pukul oleh Annisa dan Kinara secara bersamaan.
__ADS_1
"Sudah, sudah! Acara ijab akan segera kita laksanakan!" ucap pak penghulu pura-pura jutek.
Ayah Rajis dan Syakir terkekeh lagi.
"Sudah siap?" tanya Pak penghulu pada Syakir dan Ayah Rajis.
"Sudah!"
"Sudah dihafalkan ya ijab nya?"
"Sudah pak Penghulu." Jawab Syakir lagi dengan mantap.
Pak Penghulu terkekeh, "Kayaknya pengantin prianya sudah tidak sabar ingin menemui calonnya ini!" celutuknya yang membuat suasana pagi itu kembali riuh.
Syakir terkekeh dengan kepala menggeleng. Ia merasa terhibur dengan pak Penghulu itu. Dirinya yang tadinya gugup, kini sudah tenang sedikit.
"Silahkan berjabat tangan dengan wali nikahnya."
"Iya Yah!" jawab Syakir lagi.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahamanirrahim, saudara Syakir!"
"Saya Yah,"
"Saya Nikahkan dan saya Kawinkan engkau dengan putri kandungku Syakira Fadillah Siregar Binti Muhammad Rajis Siregar dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah Perusahaan R&S di Jakarta dibayar tunai!"
"Saya terima Nikah dan Kawinnya Syakira Fadillah Siregar Binti Muhammad Rajis Siregar untuk saya, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah Perusahaan R&S di Jakarta dibayar tunai!"
Deg!
__ADS_1
Deg!
Syakira mematung mendengar suara lantang Syakir yang mengatakan perusahann R&S di Jakarta.
"R&S?? Rajis dan Syakira?? Bagaimana mungkin?!" ucapnya dengan sangat terkejut.
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah.. Barakallahu 'alaikuma fikhair wabaroka 'alaikuma fi khair.." Pak Penghlu membacakan doa untuk kedua pengantin yang baru saja menikah itu.
Syakir bisa bernafas lega karena sudah menikahi Syakira secara sah agama dan hukum.
Tak sengaja matanya menuju pintu ruangan ballroom itu. Syakir menyeringai saat melihat orang yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga.
"Target sudah tiba!" ucap Syakir yang diangguki oleh semua saudaranya.
...****************...
__ADS_1
Mampir ye?