
Setelah kedua orang itu keluar, tinggallah Soni dan Uwak Nita disana. Mata Soni berbinar melihat foto Syakira dan Syakir disana.
Ia menyeringai.
"Tunggu dihari pernikahan kalian! Bukan Syakir yang akan melakukan malam pertama dengan mu, Ra! Aku! Soni! Aku yang akan menggantikan Syakir! Pemuda sialan yang dulu pernah hampir membunuhku. Dan karena dia juga aklu gagal untuk menikamti mainan baruku! Tetapi tak apa. Kali ini aku pasti akan berhasil! Tunggu kau, Ra!" Ucapnya dengan seringai yang sangat menakutkan.
"Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan sedari dulu Son! Balaska dendam Mak pada mereka semua! Termasuk Paman kamu, Si Rajis sialan itu! Gara-gara dia, semua harta peninggalan ayah mu habis tak bersisa. Dia nya enak tinggal dirumah mewah. Sedang kita? Kita harus tinggal dirumah sempit seperti ini. Belum lagi gegara kakak nya si Syakir itu! Wanita sialan itu sudah berani membuat mak tidak dianggap lagi oleh keluarga besar kita, karenanya! Cukup sudah selama ini aku bersabar! Sekarang, tidak lagi!" katanya dengan mata melotot dan juga tangan terkepal erat.
"Mak tenang saja. Aku sudah menyiapkan kado teristimewa untuknya di malam pengantin nya! Hahahaha..." Soni tertawa memikirkan rencana jahatnya untuk Syakira seminggu lagi.
Sementara di kediaman Sakira sudah mulai sibuk. Mereka semuanya teman-teman Syakira di kampus yang tidak ikut andil dalam pembulyan nya seminggu yang lalu.
Hari ini rumah Syakira penuh dengan semua teman-teman Syakira yang sedang membantu seluruh keluarga yaitu keluarga mama Dinta, sedang membuat kue, dodol, dan juga kue kering lainnya.
Walau Syakir sudah melarangnya, karena ia sudah memesan semua makanan itu dari toko Almarhum Mak Alisa yang kini di kelola oleh Kak Ira, Annisa, dan Kinara. Tetap saja keluarga besar Syakira tidak mendengarnya.
Bagi mereka pernikahan keponakan satu-satunya harus dilakukan dengan tangan mereka sendiri.
__ADS_1
Syakira hanya bisa manut saja.
Satu hari sebelum hari pernikahan.
Pagi ini Syakira sedang di ukir tangannya dengan henna yang langsung datang dari kediaman Syakir yang dibuat langsung oleh Bunda Zizi mertua Syakira.
"Masyaallah cantiknya ukiran henna kamu, Nak. Pastilah Syakir akan pangling melihatnya!"
"Hooh, Syakira pasti akan sangat cantik besoknya. Biarkan henna ini kering, baru setelhanya di lap dengan minyak dan saat kamu mandi baru kamu keringka. Ini Henna asli. Bukan tiruan. Hemm.. Wanginya enak banget. Henna asli euuy!! Untuk wanita yang masih Ori!!"
Syakira yang tadinya tertawa mendadak terdiam seketika. Mendengar kata ori, entah kenapa perasaannya sangat tidak nyaman.
Hufftt...
Berulang kali Syakira menghela nafas berat.
Aku tidak apa-apa. Abang bilang, dia ikhlas. Aku percaya padanya. Semoga ketidaksucian diriku yang di akibatkan karena kecelakaan tidak akan menimbukan masalah kelak ketika kami sudah berumah tangga.
__ADS_1
Ya Allah.. Enapa hati ini sedikit gelisah ya dengan rencana mereka semua?
Akankah aku sanggup menghadapi pembunuh itu??
Semoga kamu tidak salah target dan salah Kaprah Bang Kiki. Jika sampai itu terjadi, maka aku akan tiada sebelum kamu bisa menyentuhku. Batin Syakira mendadak gelisah dan cemas.
Semua keluarga mama Dinta tidak ada yang tahu tentang rencana mereka. Hanya Syakira dan seluruh keluarga Syakir yang tahu tentang masalah ini.
Syakir sudah berulangkali mengingatkannya.
"Sabar sayang.. Jangan takut. Kamu harus ikut apa yang akan kami katakan padamu nantinya. Setiap sudut ruangan itu dan kamar pengantin kita sudah kami sisipkan cctv tersembunyi dan tidak ada seorang pun yang tahu. Dan juga alat perekam suara saat nanti lelaki siluman bangsat itu melakukan kejahatan sekaligus mengakuinya melalui dirimu. Abang akan memantau kamar kita nantinya. Kamu tenang saja. Percaya sama Abang. Abang tidak akan menjerumuskan mu ke dalam lubang yang sama. Ya?" Kata Syakir kemarin malam saat Syakira menolak melakukan hal itu karena takut jika Abang sepupunya itu bertindak nekad padanya.
Padahala yang Syakira tidak tahu ialah, Syakir memnag sengaja melkuakn hal itu. Agar trauma yang dialami Syakira bisa sembuh nanti sat ia menyentuhnya untuk pertama kalinya.
...****************...
__ADS_1