
Saat setelah keduanya tiba dirumah Syakira, Soni segera membawa Syakira ke dalam rumahnya dengan cara menggendongnya.
Ia sengaja mengambil kunci serap rumah yang berada di saku baju gamis Syakira yang menggantung dikamar hotel tadi.
Setelah pintu terbuka, segera ia membawa Syakira langsung ke kamarnya. Tiba di depan kamar Syakira, Soni membuka pintu itu dan betapa terkejutnya Soni saat melihat kamar Syakira seperti kamar pengantin lainnya.
Ia menyeringai melihat Syakira yang kini melihatnya dengan memelas.
Ingat sayang. Berusaha memelas padanya agar totokan di tubuhmu bisa terbuka. Dan biarkan Soni melakukan apa yang ia ingin dia lakukan padamu. Tetapi tetap pura-pura takut padanya. Sembunyikan rasa takut mu dan juga trauma mu. Lawan Soni. Kamu percayakan sama Abang?
Terdengar suara Syakir menggema di telinga Syakira yang membuat wanita cantik itu tersenyum dalam hati.
Soni terus melangkah mendekati ranjang Syakira yang bertabur bunga mawar merah dan putih diatasnya.
Soni menyeringai lagi. "Woaahh.. Tidak sia-sia ya aku membawa mu kesini Sya? Hem.. Kamu sudah menyiapkan semuanya untuk kita ya? Hahaha.. Abang suka ini Sya! Sangat suka!" celutuknya yang terdengar menyebalkan di telinga ke lima lelaki yang saat ini sedang melihat tivi besar dihadapannya yang menunjukkan semua ruangan kamar pengantin Syakir dan Syakira.
Kenan merasa mual dengan ucapan Soni si brengsek sialan itu. Pak Polisi tetap diam mengamati setiap gerakan tangan Soni yang saat ini sedang mengambil satu bungkusan kecil dari sakunya.
__ADS_1
Syakir melototkan matanya saat melihat di tangan Soni ada sebungkus obat yang semua orang tahu jika itu obat haram.
"Sialan!! Kamu sengaja ingin mencekoki istriku dengan obat haram, Soni!" geram Syakir dengan gigi menggelutuk kuat.
Kenan dan Arta memegangi dirinya yang begitu marah saat ini.
"Sabar bang.. Jika abang bertindak ceroboh, maka buktinya tidak akan kita dapatkan. Sabar ya? Setelah Soni mengakui semuanya, Abang boleh melakukan nya kepada Kakak Ipar. Kalian sah. Dan Abang berhak melakukannya." Ucap Kenan menenangkan Syakir yang kini semakin marah saat melihat Soni menuangkan bubuk haram itu dan diberikan kepada Syakira.
Sementara Syakira yang tidak bergerak sedikitpun pasrah saat Soni memberikan obat haram itu padanya.
"Jika aku tidak memberikan obat ini padamu, otomatis kamu akan berlari dariku dan meminta tolong pada suami sialan mu itu!"
Syakir melototkan matanya. Kenan, Arta bang Lana dan Ali terkekeh mendengar ucapan Soni.
"Kamu akan aku lepaskan setelah rekasi obat itu berjalan di tubuhmu. Aku ingin melihat seberapa lincah kamu saat bersama ku di ranjang nanti. Ck. Jika bukan karena suami sialan kamu itu, maka sedari dulu aku sudah menikmati tubuh mu Sya!" katanya sambil medekat pada Syakira dan meraba-raba pusat inti Syakira yang masih tertutup baju kebaya pengantinnya.
Syakira menatap Soni mengiba. Ia meminta di lepaskan, tetapi Soni tidak peduli. Ia sibuk memancing reaksi pada tubuh Syakira.
__ADS_1
Benar saja. Syakira sudah terpancing. Efek obat yang ia berikan begitu cepat bereaksi.
Syakira melelhkan air matanya. Soni yang melihat itu tersenyum puas. "Kenapa? Sudah tidak tahan? Iya? Hem.. Sabar. Kamu pasti akan mersakan kenikamtan dari pusaka ku ini. Lihatlah ini. Sudah tegak berdiri dan mengacung. Ughh.. Nik matnya sat tangan halusmu menyentuh pusaka ku... Ugh.." lenguhnya saat tangan Syakira sengaja ia gesekkan pada pusakanya yang masih tertutup celana nya itu.
Syakir melebarkan matanya. Ternyata, apa yang ia pikirkan memang benar-benar terjadi. Pikiran tidak semudah perkataan.
Syakir bisa berkata padaSyakira untuk diam. Tetapi dirinya sendiri yang kepansana saat melihat Soni sednag melecehkan istrinya untuk yang kedua kalinya.
Darahnya semakin mendidih saat melihat Soni membuka celananya dan menunjukkan senjata tempurnya yang sudah mengacung itu pada Syakira.
Yang membuat istri Syakir itu melotot dengan wajah memerah menahan sesuatu yang ingin meledak dan juga marahnya.
...****************...
Mampir ye?
__ADS_1