Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Ketakutan semua orang


__ADS_3

Syakira tersenyum-senyum sendiri saat mengenang kejadan baru saja. Tidak ingin keluarga Syakir menunggu, Syakira bergegas turun.


Ia segera bergabung dengan saudara Syakir yang lainnya. Syakira mendapat godaan dari seluruh saudara Syakir.


Ia hanya terkekeh saja.


Pukul dua siang setelah acara lamaran itu selesai, keluarga Syakir pulang setelah mengantongi tanggal pernikahan mereka berdua nantinya sebulan lagi.


Kini tinggallah Syakira, Ayah Rajis, Uwak Ridwan dan Uwak Mila yang kini sedikit gelisah mengenang kejadian delapan tahun yang lalu.


"Uwak dengar, pemuda yang dihajar Syakir dulu itu akan bebas dua minggu lagi?" tanya Uwak Ridwan dan diangguki oleh Syakira.


Wajah itu menunduk. Matanya menatap dalam pada cincin polos yang melingkar di jari manisnya.


"Aku tau Wak. Tapi kita bisa apa? Masa hukuman keduanya sudah selesai. Jika tuntutan pertama ia bisa bebas. Tetapi tidak dengan tuntutan keduanya. Bang Syakir sengaja menjebloskannya ke penjara karena ia juga mencoba memperkosa gadis lainnya. Hah. Jika bukan karena nya, mungkin saat ini aku sudah tiada, Wak?" Ucap Syakira dan diangguki oleh Ayah Rajis.


"Benar. Semua itu berkat Syakir. Tapi ayah mersa sedikit was was, Nak. Apa kamu yakin, jika ia tidak akan mendatangimu lagi setelah kejadian itu?"


Syakira termenung.


"Ayah rasa tidak. Ia pasti akan datang untuk menemuimu. Untuk saat ini. Selama sebulan ini, berhati-hatilah Nak. Ayah tidak ingin hal yang sama terulang lagi.. Sudah cukup sekali saja. Jaga dirimu baik-baik untuk Syakir.Kamu harus sempurna saat bersanding dengannya. Kalau perlu kamu harus belajar ilmu beladiri pada abang Syakir. Yaitu lana dan Annisa. Ali pun bisa. Besok, kamu harus kerumahnya. Selama dua minggu ini kamu harus giat belajar ilmu beladiri dari mereka bertiga. Katakan saja yang sesungguhnya, agar mereka tahu. Ayah yakin. Mereka tidak akan marah padamu. Tetapi mereka akan sangat mendukungmu. Percayalah Nak." Imbuh Ayah Rajis yang kini menatap Syakira dengan wajah yang sangat khawatir.

__ADS_1


Wajah tua itu sangat terlihat jelas jika beliau sedang ketakutan dengan pelaku pelecehan Syakira deapan tahun silam.


Syakira mengangguk dan tersenyum. "Tentu Yah. Besok aku kesana. Ayah tenang saja. Selama dua minggu ini aku akan belajar dengan giat kepada Kak Annisa. Jika pada saudara laki-laki bang Syakir aku nggak enak Yah. Nanti aja aku ngomong dulu sama Kak Annisa. Malam ini, aku akan minta nomornya sama Bang Syakir terlebih dahulu," jelasnya yang membuat ketiga orang itu mengangguk setuju.


Semuanya saat ini dalam keadaan ketakutan mengenang pemuda yang akan bebas dua minggu lagi itu.


Cukup sudah Syakira depresi karena kejadian itu. Bukan karena kejadian itu. Tetapi juga kepergian seorag penyelamatnya yang tidak pernah kembali lagi.


Yaitu Kiki alias Syakir.


Syakir ke Jakarta waktu itu karena bang Tama yang mengajaknya. Saat ia melewati sebuah rumah besar dengan motornya, terdengar suara teriakan dan pekikan seorang anak perempuan di dalamnya yang begitu kesakitan.


Syakir yang pada saat itu sedang menaiki motor milik Tama, segera masuk kerumah itu tanpa permisi.


Tiba disana, syakir shock bukan main saat melihat dua orang wanita dengan mata ditutup terkapar tidak berdaya tanpa sehelai benang pun.


Yang lebih parahnya wanita paruh baya itu sudah tidak berdaya masih saja dinodai oleh tiga orang itu.


Salah satunya saat itu sedang berusaha menguyak selaput dara milik Syakira yang kaki dan tangannya di ikat di kaki ranjang.


Syakira menjerit kesakitan saat sesuatu yang entah seperti apa itu merobek selaput dara miliknya yang saat itu masih berumur dua belas tahun.

__ADS_1


Syakir yang sudah tidak tahan segera masuk dan menendang kepala si pemerkosa itu hingga kepalanya terbentur kaki ranjang dan pingsan.


Dua orang yang sedang menikmati mayat wanita paruh baya itu spontan saja terkejut saat melihat bos mereka terjungkal dan jatuh pingsan.


Mereka menghajar Syakir dengan senjata milik mereka berdua yang masih mengacung. Syakir yang geram langsung saja menghajar dua orang itu tepat di senjata mereka yang masih mengacung sempurna itu.


Saking geramnya Syakir saat melihat tubuh Syakira yang penuh lebam dan juga pada pusat intinya ada sesuatu, Syakir menghajar kedua orang itu lagi hingga pingsan.


Berikut dengan Bos mereka. Syakir menendang berapa kali di senjata miliknya yang membuat pemuda yang pingsan itu semakin tidak sadarkan diri.


Syakir segera mengikat ketiga orang itu di kaki ranjang kamar milik wanita paruh baya itu. Ia segera menutup jenazah itu dengan kain.


Dan menyelamatkan Syakira yang terus menjerit kesakitan karena suatu benda yang menempel dipusat intinya.


Syakir mematung saat melihat itu. Ingin tidak melihat, tetapi Syakira saat itu butuh bantuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sambilan nunggu update, mampir yuk kesini.


__ADS_1


Noh, cus kepoin!


__ADS_2