
Syakir harus menyelamatkan Syakira yang terus menjerit kesakitan karena suatu benda yang menempel dipusat intinya.
Syakir mematung saat melihat itu. Ingin tidak melihat, tetapi Syakira saat itu butuh bantuan. Dosa hukumnya ia melihat tubuh wanita yang bukan istrinya.
Tetapi ia bisa apa? Jika saat itu ia dalam keadaan mendesak.
Syakir berusaha memejamkan matanya. Ia menghembuskan nafas itu sejenak. Setelahnya ia kemabli mmebuka matanya dan mendekati Syakira yang terus menjerit kesakita saat merasak pusat intinya berdenyut ngilu dan mengeluarkan darah yang lumayan banyak.
Dengan tangan gemetar Syakir perlahan mendekati Syakira dan berbicara padanya. Untuk meminta izin mencabut benda tumpul yang entah seperti apa itu.
Sulit untuk di jabarkan. Syakir meneteskan air matanya saat melihat wajah Syakira memerah menahan sakit akibat pusat inti yang terluka lumayan parah.
Syakira terus meraung-raung kesakitan tetapi Syakir tetap berusaha melepaskan benda yang masih tertancap disana.
Perlahan tapi pasti Syakir mengeluarkan benda itu. Ia tersedu dihadapan tubuh Syakira yang kini banyak luka lebamnya.
Syakira tersedu. Demikian juga dengan Syakir.
Sakit sekali saat melihat gadis kecil itu menangis meraung menahan sakit dengan kaki dan tangan terikat.
Syakir melepaskan tali pengikat kaki dan tangannya. Kaki Syakira merapat dengan perlahan.
Syakir yang tahu jika Syakira ketakutan segera memeluknya. Keduanya menangis tersedu. Syakir ingin membuka ikatan pada matanya yang tertutup, tetapi Syakira tidak mengizinkan.
Ia hanya ingin memeluk tubuh penolongnya itu. Darah yang mengalir dari kedua kaki Syakira membuat Syakir sadar dan segera menggendong Syakira untuk dibawa ke kamar mandi.
Saat mandi pun, Syakira tidak ingin melepaskannya sedikitpun. Ia hanya akan tenang jika Syakir masih bersamanya dan ia memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Syakir tidak keberatan. Entah kenapa ia sangat ingin melindungi gadis itu. Ada keinginan untuk melindungnya. Tetapi dengan cara apa? Ia saja datang kesana karena kebetulan?
Lalu, bagaimana caranya Syakir bisa melindungi kedua orang itu? Saksi hanya dirinya seorang. Salah-salah ia pula yang akan tertuduh, begitu dulu pikirnya.
Syakir mengobati luka yang ada pada tubuh Syakira. Termasuk pada pusat intinya. Syakira mengizinkannya.
Hanya Syakir yang ia percaya. Cukup lama Syakir dirumah itu, hingga ia sadar saat hari semakin sore. Dan juga saat itu Syakira sudah tenang kembali.
Syakir hanya meninggalkan sepucuk surat untuk Syakira yang mengatakan bahwa suatu saat nanti, ialah yang akan menjadi suami Syakira. Karena tubuhnya sudah dijamah secara langsung nya.
Dan Syakir akan bertanggung jawab padanya. Hal yang tidak diketahui Syakir setelah kepulangannya, ketiga orang itu sadar dan melarikan diri.
Salah satu dari mereka masih sempat mengancam Syakira dengan mengatakan jika ia akan kembali untuk menghancurkan Syakira sampai mati.
Itulah yang menyebabkan Syakira depresi sampai harus dirawat dirumah sakit. Setiap kali ia kambuh, ia hanya memanggil nama KIki. Alias Syakir.
Tes.
Tes.
Ya, Syakira menghubungi Syakir dan meminta nomor Annisa untuk mengikuti latihan bela diri demi melindungi dirinya sendiri dari pelaku kejahatan itu.
Syakir yang ingin tahu, menanyakan langsung kenapa dan apa sebabnya. Tanpa di duga, Syakira membuka luka lama yang sudah lama mereka berdua pendam.
"Hiks.. Maaf.. Abang tidak bisa menolongmu banyak waktu itu. Karena Bang Tama membawa Abang kesana untuk melihat Showroomnya. Abang tidak punya apapun untuk bisa melindungimu. Abang hanya punya tubuh ini yang nggak bakalan tentu akan bebas dari jeratan hukum kalau Abang nekad ingin melindungimu. Maafkan Abang Sya.. Maaf.." lirih Syakir semakin tersedu.
Syakira pun demikian.
__ADS_1
Luka lama yang ia rasakan itu sangatlah dalam. Jika bukan karena Syakir yang menolongnya, mungkin Syakira sudah tidak hidup lagi sekarang ini.
"Hiks.. Tak apa Bang. Sekarang kita sudah bertemu tanpa Abang mencariku-,"
"Abang mencarimu Sya! Setahun setelah kejadia itu Abang kembali ke rumah mu tapi apa yang Abang dapatkan? Kamu sudah tidak tinggal disana. Dan rumah itu sudah dijual kepada orang lain.."
Syakira menatap dalam pada Syakir yang kini masih tersedu mengingat perjuangannya selama bertahun-tahun ini mencari dirinya.
Gadis kecil yang sudah berhasil mencuri hatinya sejak pertama kali melihatnya. Bukan karena tubuhnya. Tetapi karena kepolosan gadis kecil itu yang membuat Syakir tidak bisa melupakannya sedetik pun.
"Selama lebih kurang delapan tahun ini, Abang terus berusaha mencarimu. Hingga pertemuan tidak sengaja itu mengejutkan Abang. Abang pikir itu mimpi. Ternyata bukan! Kamu nyata Sya! Kamu nyata! Maka dari itu Abang selalu mencari kesempatan untuk bisa mengganggumu. Agar kamu kembali mengingat Abang kiki mu.." lirihnya yang semakin membuat Syakira tersedu.
Ternyata Syakir mengingatnya saat itu begitu juga dengan dirinya.
Jodoh.
Tak tau dimana dan tempat yang sangat jauh. Jika sudah waktunya, mereka pasti akan kembali bersama.
Masa lalu kelam bagi Syakira akhirnya mengantarkan dirinya ke masa depan nya dan bertemu dengan orang yang selama ini ia cari dan ditunggu-tunggu.
...----------------...
Sambilan nunggu update, mampir Yuk!
Noh, cus kepoin!
__ADS_1